in ,

Orang Jepang Itu

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita Orang Jepang Itu


Hai gw Gina, 

Gw mau ceritain pengalaman mistis kakak gw yang bikin dia kena demam 3 hari. Tapi bukannya kapok… malah kejadian itu bikin dia jadi pemberani.

Gw anak bungsu dari 3 bersaudara – kakak tertua laki-laki dan kakak kedua perempuan dan kejadian itu terjadi sama kakak tertua gw – Radit. Kalau gw ingat-ingat lagi, sudah ada sekitar 20 tahun yang lalu. Gw baru keingat lagi kejadian mistis itu yaa karena nyasar di channel malam-malam stories ini.

Sudah jadi kebiasaan si papa suka ngerokok tengah malam di ruang tamu sambil matiin lampu. Itu karena papa punya gangguan tidur malam yang super akut, tapi karena ga mau cahaya terang dari ruang tamu mengganggu tidur anak-anaknya, makanya lampunya suka ga dinyalain.

Emang sih ga gelap-gelap banget, karena masih ada cahaya remang-remang dari lampu kuning di teras rumah yang memaksa masuk ke dalam rumah.

Nah, malam itu, lampu di teras rumah ga tahu kenapa ga dinyalain – lupa kali yaa. Kata Radit, dia ingat banget kalo suasana di ruang tamu ga seterang biasanya tapi juga ga gelap-gelap banget karena ada cahaya bulan purnama. 

Malam itu ga tahu kenapa si Radit ikut-ikutan susah tidur. Karena kamarnya paling dekat sama ruang tamu, jadi biasanya apa yang terjadi di ruang tamu suka kedengaran di kamarnya. Termasuk, bunyi dari kursi favorite si papa – yaaa maklum kursi tua itu suka berderit kalo didudukin.  

“Pasti si papa nih. Ah…Mumpung si papa lagi di ruang tamu, gw ke kamar mandi dulu ah…kebelet pipis banget uii…”

Harus gw akui, gw juga suka takut ke kamar mandi di tengah malam karena harus melalui ruang tamu yang gelap. Yahh, mumpung si papa lagi ngerokok seperti biasa, jadilah Radit buru-buru ke kamar mandi. 

“Paa… “ Radit sempat menegur papa saat menuju ke kamar mandi. Tapi ga dibales sama si papa. Pas balik dari kamar mandi menuju kamar, Radit kembali menegur si papa. “Papa belom tidur ?” masih ga ada balasan juga. Radit memang ga bisa melihat jelas wajah papa karena terlampau gelap, hanya siluetnya saja yang memperjelas kalo itu papa.

Karena merasa aneh, Radit mendekati papa – mencoba menyentuh tangan papa … “ Papa tidur yaa ??” Ga ada jawaban, tapi jelas papa ga tidur – karena dia duduk tegap bukan setengah selonjoran layaknya orang ketiduran.

Anehnya, Radit sama sekali ga mau ngelihatin wajah papa. Ia bisa melihat dari ujung matanya, ada tatapan dari mata yang aneh ke arahnya. Ditambah lagi Radit menyadari ada satu hal yang tak biasa, tangan papa dingin banget !

Pikirannya belum sempat bisa menjawab pertanyaan itu, sudah muncul pertanyaan baru yang tak kalah menakutkan… bentuk dan ukuran badan papa terlihat lebih besar dari yang seharusnya.

Batin Radit memberi isyarat keras untuk segera balik kanan dan masuk ke kamar secepatnya. Hal ini makin dipertegas dengan bulu kuduknya yang mulai merinding dan kepalanya mulai terasa membesar.

Radit membeku sesaat namun … ia segera mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya untuk segera berbalik, lari dan masuk ke kamarnya lalu memaksa dirinya untuk tidur di balik selimut yang menutup semua badannya termasuk wajahnya. 

Keesokan harinya Radit ga masuk sekolah karena demam – kaget, takut atau apalah namanya. Ia pun bertanya ke papa soal kejadian semalam, sekedar memastikan itu papa atau bukan !

Sambil tersenyum tipis – ah menahan tawa lebih tepatnya… si papa menjawab kalau itu bukan papa. Mama pun membenarkannya – dan pengakuan itu cukup membuat kami bertiga ketakutan, utamanya Radit yang shock karena menyadari dia telah bertemu hantu. Makin-makin deh demamnya !

Tapi, satu hal yang akhirnya kami ketahui setelah beberapa tahun belakangan berada di rumah ini. Pria yang disapa oleh Radit semalam adalah … si Orang Jepang – yang kuburannya ada di sekitar halaman rumah kami !

Menurut papa, kuburan tua itu sudah ada sejak lama, jauh sebelum area rumah dinas ini dibangun. Tentu papa tahu, karena waktu papa kecil…papa juga pernah tinggal di area perumahan ini – tepat di puing-puing bangunan rumah tua yang letaknya tidak jauh dari rumah kami.

Papa bilang, setiap malam bulan purnama, orang Jepang ini akan mondar mandir di dalam rumah kami. Kebetulan banget, semalam malah bertemu sapa dengan Radit. 


Credits

Cerita oleh: GinaCC
Dibacakan oleh: MamaEn, PapaChan

Background Music:
Myuu
Kevin MacLeod


Disclaimer

Cerita ini disubmit oleh GinaCC dan telah menjadi hak milik Tim MalamMalamStories. Cerita ini tidak diperbolehkan untuk disalin, disebarluaskan, diubah dalam bentuk atau format apapun dan untuk kepentingan apapun, tanpa izin tertulis dari pihak Tim MalamMalamStories.

Report

What do you think?

10 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Malam Halloween Biasa

Nomor 31