in ,

Pacarku yang Sudah Meninggal Terus Mengirimkan Pesan di Facebook

YouTube player
Dengarkan cerita Pacarku yang Sudah Meninggal Terus Mengirimkan Pesan di Facebook

Emily, pacarku, meninggal di tanggal 7 Agustus 2012.

Aku baru saja menerima pesan baru, dan itu adalah yang terburuk. Dia terlibat dalam kecelakaan beruntun tiga mobil dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya. Penyebab kecelakaan itu karena, satu mobil menerobos lampu merah. Dan saat itu juga, dia meninggal di tempat. 

Waktu itu, kami sudah berpacaran selama lima tahun. Dia tidak terlalu suka dengan pernikahan (menurutnya itu sesuatu yang kuno, membuatnya merasa aneh), tapi kalau dia tidak menolaknya, aku pasti sudah menikahinya dalam waktu tiga bulan setelah kami pacaran. Dia tipe orang yang bersemangat; tipe perempuan yang akan selalu memilih dare dalam permainan “truth or dare”. Dia sangat menyukai camping, tapi dia juga sangat menyukai teknologi. Selalu tercium aroma kayu manis dari dirinya. 

Tapi… walaupun begitu, dia tidak sempurna. Dia sering sekali mengatakan hal ini, “kalau aku mati duluan, jangan cuman mengatakan hal-hal yang baik saja. Aku tidak suka itu. Kalau kamu tidak membalas dendamku, kamu menyakiti aku. Aku punya banyak kekurangan, dan itu hanyalah bagian lain dari diriku”. Jadi, ini untuk Em: musik yang dia bilang dia suka, sangatlah berbeda dengan musik yang sebetulnya dia suka. Cara dia mengungkapkan rasa sayangnya adalah dengan pelukan dari samping. Dia punya jari kaki yang panjang, seperti simpanse. 

Aku tahu, mungkin ini terdengar tidak ada hubungannya, tapi aku merasa salah kalau kamu tidak mengetahui dia seperti apa. Aku mendapatkan pesan ini, setelah sekitar 13 bulan sejak Em meninggal.


4 September, 2013

Emily: Halo
Nathan: Siapa ini?
Aneh rasanya mendapat pesan dari akun Emily
Nathan: ??
Baiklah.
Kedepannya, tolong kirim pesan dari akun mu kalau kau mau membicarakan pagenya

Emily: Halo
Nathan: Susan? Kau ada di akun milik Emily

Ini adalah permulaannya. Aku membiarkan akun Facebook Emily tetap aktif, supaya sesekali aku bisa mengirimkan pesan kepadanya, mem-posting sesuatu di akunnya, melihat foto-fotonya. Rasanya tidak seperti Emily untuk memorialize akunnya. Aku juga membagikan akses akun ini ke ibu Emily (Susan) – artinya, dia punya data login dan password, dan sudah menghabiskan waktu 3 menit di akun itu (atau total waktu penggunaan dari komputer). Setelah sedikit merasa bingung, aku pikir itu adalah ibunya.


6 November 2013

Emily: Halo
Ayo ketemu di ******rail hari Minggu ini
Nathan: ini siapa?
Emily: roda di bus
Nathan: tolong beri tahu aku ini siapa

Aku sudah menerima konfirmasi dari Susan, bahwa dia belum pernah membuka akun milik Em sejak kematiannya. Em kenal banyak orang, jadi aku kira ini adalah salah satu kejahilan temannya yang memang punya keahlian di bidang teknologi. 

Foto Tag
Screenshoot Tag

Sekitar bulan Februari 2014, Emily mulai men-tag dirinya di beberapa fotoku. Aku mendapat beberapa notifikasi tentang ini, tapi saat aku membuka fotonya, tag itu sudah dihapus. Pertama kali aku berhasil “menangkap basah” tag itu, seperti ada yang memukul perutku. “Em” akan menandai dirinya di tempat yang kira-kira cukup masuk akal untuk dia bisa berada di situ, atau tempat di mana biasanya dia berada. Aku ada dua buah screenshot (dari bulan April dan Juni; ini satu-satunya momen yang berhasil aku tangkap, jadi mereka agak keluar dari timeline yang mau aku ceritakan). 

Di sekitar waktu ini, aku mulai kesulitan untuk tidur. Aku terlalu marah untuk bisa tidur. 

Dia akan menandai dirinya secara acak pada foto, setiap beberapa minggu sekali. Teman-teman yang tahu hal ini mengira ini semacam bug yang ada di dalam program Facebook. Belakangan ini aku baru mengetahui, kalau ada teman-temanku yang tahu tentang keanehan ini tapi mereka tidak memberi tahu apa pun kepadaku. Bahkan beberapa dari mereka menghapus aku dari daftar teman mereka di Facebook

Pada titik ini, mungkin kalian bertanya-tanya, “kenapa kau tidak mematikan akun Facebook-mu saja?”. Aku sempat berpikir seperti itu. Aku melakukannya untuk sementara waktu. Di hari-hari di mana aku tidak bisa pergi keluar, aku masih punya teman untuk mengobrol di Facebook. Aku merasa senang bisa mengunjungi profil Emma saat tidak ada lingkaran hijau kecil di samping namanya. Sebetulnya saat Em masih hidup pun aku adalah orang yang tidak terlalu sering bersosialiasi; kematiannya kemudian mengubahku menjadi mirip dengan seorang hermit, dan yang menjadi medium untukku bersosialisasi hanyalah Facebook dan permainan MMO


15 Maret 2014

Nathan: Mengapa kau melakukan ini?
Nathan: Mengapa kau terus menandai dia?
Aku mengirim pesan ke orang yang kurasa menjadi peretas akun Em.
Pada tanggal 25 Maret, aku mendapatkan “balasan”

Emily: halo
Emily: halo
halo 
Emily: halo
Nathan: ini sangat mengesalkan.
Aku tidak paham kenapa kau begitu menikmati ini.
Emilly: astaga, lilin dengan aroma kayu manis
Nathan: pergi saja ke neraka
Emilly: kenapa kau melakukan ini?

Setelah beberapa bulan pesan ini berjalan, aku baru menyadari kalau dia mulai membalas dengan pesan-pesanku yang sebelumnya. 

Balasanku mulai terlihat tidak bersemangat di sini. Aku sengaja memberikan mereka “umpan” emosional (ini sangat mengesalkan.) untuk terus membuat orang ini mengikuti permainan ini; aku berasumsi, kalau orang yang melakukan ini adalah tipe orang yang merasa puas atas penderitaan orang lain. Aku mulai mencari jawaban di beberapa forum teknologi, aku berusaha mencari identitas orang ini, menghubungi Facebook. Aku harus terus memancing dia untuk mengumpulkan bukti. 

Aku bahkan mengubah password dan fitur keamanan lainnya secara berkala. 


16 April 2014

Aku menerima ini:

Emily: kita harus membuat selai kita sendiri
jfc Samantha
berbeda 
tidak bisa lewat
tidak bisa lewat
berapa banyak?
pintu samping garasi
samping
I* 
tidak bisa lewat


29 April 2014

Emily: roti panggang dengan kacang panggang
Aku tidak tahu. Aku hanya bilang ‘coba tanya Nathan’
Nathan’
Nathan’
Nathan’

Nathan: Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi
Aku tidak mengerti mengapa kau masih melakukan ini
Tolong berhenti

Emily: tolong berhenti
Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi

Aku masih belum mendapatkan petunjuk. Facebook sudah memberi informasi di mana saja akun itu diakses, tapi semenjak kematiannya, semua tempat yang dilaporkan adalah tempat yang masuk akal (rumahku, tempat kerjaku, rumah ibunya, dll.).

Responku di sini bukan jebakan. “coba tanya Nathan” adalah candaan kami yang tidak terlalu seru untuk dijelaskan, tapi melihat “Emmy” mengucapkannya lagi sangatlah mengganggu. Reaksiku di dunia nyata lebih buruk lagi. 

Beberapa pesan terakhirnya mulai menakutiku, tapi, pada titik ini, aku masih belum mau menyerah. 


8 Mei 2014

Aku bahkan gak bisa menjelaskan ini apa…

Emily: I*
I*
-12
-15

Emily: baju switer ku ada di mesin pengering, dan di luar dingin sekali
Di luar dingin sekali
Dingin
Dingin
Nathan
Tolong berhenti
I*
Dingin
MEM BE KU

Aku tidak tahu apa yang terjadi

‘MEM BE KU’ adalah kata original pertama yang “dia” katakan. Ini membuatku bermimpi buruk terus menerus. Aku terus bermimpi kalau dia ada di dalam mobil yang sangat dingin, membeku, berwarna biru dan abu-abu. Aku berdiri di luar pintu mobil dalam keadaan hangat, sambil berteriak kepadanya untuk keluar. Dia bahkan tidak sadar kalau aku ada di sini. Terkadang kakinya ada di luar bersamaku. 

24 Mei, 2014


Nathan: aku benar-benar mabuk.
Aku merindukanmu.
Siapapun yang memakai akun ini. Aku sudah tidak peduli. 
Setiap aku pulang kerja, aku selalu berharap kau ada. 
Bukankah seharusnya aku sudah terbiasa sekarang?

Emily: ust biarkan aku berjalan

Aku sebenarnya tidak mabuk. Em bukanlah perempuan yang mudah menyatakan rasa sayangnya, dia selalu malu-malu untuk mengatakan ‘aku mencintaimu’, berpelukan, bercerita tentang betapa pentingnya pasangan kita. Dia lebih nyaman mengungkapkan itu semua saat aku mabuk. Aku sudah cukup SERING berpura-pura mabuk. 

Balasannya yang membuatku memutuskan untuk memorialize akunnya, karena menurutku ini satu-satunya cara untuk mengakhiri semua ini. Mungkin terlihat seperti tidak berbahaya kalau kalian melihat pesan dia sebelumnya – pesan itu berasal dari obrolan kami ketika aku berusaha mengantarnya pulang dari rumah teman kami.

Di kecelakaan itu, dasbor mobilnya menghancurkan tubuhnya. Tubuhnya terpotong secara diagonal, dari pangkal paha kanan, ke pertengahan paha kiri. Salah satu kakinya ditemukan tersangkut di bawah kursi belakang. 


Nathan: Hei, kamu sudah kembali ke rumah?
Emily.

Emily: Beri tahu aku kalau kamu sudah membaca pesan ini.
Langsung.
Aku sudah telpon ****** dan katanya kamu sudah pergi dari pukul 4.
Aku mulai panik.
Aku merasa tidak nyaman. Tolong hubungi aku.

Nathan: Emily.
Emily.
Angkat handphone-mu.

7 Agustus 2012

Mengingat-ingat lagi masa lalu…

Ini adalah pesan-pesan yang kukirim di hari kematiannya. Biasanya Em sudah di rumah dari jam 4.30. Ini, dan juga beberapa voicemail, adalah terakhir kalinya aku berbicara dengan dia dengan asumsi kalau dia masih hidup. Kamu akan mengerti mengapa aku memperlihatkan ini. 


1 Juli 2014

Aku dapat pesan ini kemarin. 

Emily Memorial: Hei, kau sudah di jalan pulang?
Emily Memorial: Emily.
Emily Memorial: Kalau kau sudah baca pesan ini, telpon aku. 
Langsung. 
Aku sudah telpon ***** dan mereka bilang kau pergi jam 5. 
Aku mulai panik. 
Tolong berhenti.
Dingin.

Emily Memorial: Emily.
Emily. 
Jawab handphone-mu.
Aku gak tahu apa yang terjadi.
Dingin.
MEMBEKU.

Aku memorialized akunnya beberapa hari setelah pesan tentang berjalan. Masih belum ada pesan lagi darinya sampai hari ini; dia bahkan belum menandai dirinya lagi di fotoku.

Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Apa kumatikan saja akunnya? Tapi bagaimana kalau itu betul dirinya? Rasanya aku mau muntah. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. 

Aku baru saja mendapat notifikasi. Aku mendengar suaranya. Aku terlalu takut untuk membukanya. 

Aku membuka notifikasinya. Aku mendengarnya saat aku tengah menyusun semua ini. Ini isi pesannya…

Isi pesan terbaru..

Itu pintu kamarku…

Itu komputerku…

Aku mendapat pesan itu 3 jam yang lalu, tapi aku belum mau melihatnya sampai barusan…

Sekarang aku benar-benar ketakutan. Aku tidak tahu siapa yang mengambil foto itu. 

Aku ada di garasi sambil menggunakan tablet. Berusaha menenangkan diri. Aku akan pergi ke rumah teman. Aku lupa membuka pintu garasinya, jadi aku berusaha memberanikan diri untuk keluar dan membukanya.


Credits
Cerita oleh: natesw
Original Story klik di sini
Diterjemahkan oleh: Alvin
Dibacakan oleh: Papachan

Background Music:
Myuu


Disclaimer
Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari website creepypasta.fandom.com di bawah lisensi CC BY-SA 3.0.

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aturan Keselamatan Penggunaan Lift

Tuan Mulut Besar (Mr. Widemouth)