in ,

Kecelakaan Kadang Terjadi [Part 3 – END]

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita Kecelakaan Kadang Terjadi Part 3


Saat pelari itu keluar dari shower, dia kaget melihat bukan dirinya yang ada di cermin.

Weylyn terus meniru gerakan dia, dan masih memiliki kemampuan untuk memaksa dia melakukan sesuatu walaupun hanya sedikit.

Setelah beberapa lama, pelari itu meminum pil dan tidur. Keesokan paginya, ketika dia melihat pantulan di cermin masih bukan dirinya, dia mulai merasa khawatir. Sambil menolak mengakui dirinya mulai gila, dia melanjutkan harinya seperti biasa.

Di penghujung hari, dia mandi lagi. Ketika dia keluar dari showerWeylyn berdiri diam, satu-satunya bagian tubuh yang bergerak adalah mata hijaunya yang memperhatikan setiap gerakan pelari itu.

Si pelari itu menatap cermin tadi dengan penuh kecurigaan, tapi dia tetap melanjutkan rutinitas mencukur bulu kakinya seperti biasa.

“Halo temanku.” Ucap Weylyn, dengan senyum kecil yang membalikkan bibirnya yang mati.

Pelari itu terkejut sampai terjatuh, dia mundur sampai punggungnya menyentuh dinding dan menatap Weylyn dnegan mata terbelalak, “K-kau bisa bicara!?”

“Ya.” Weylyn membuatnya mengambil pisau cukur yang dia jatuhkan tadi. Dia membuatnya mencukur bulu kakinya kembali. Dia membuat pisaunya mencukur terlalu dalam ke kulitnya, menyebabkan luka sayat di sepanjang betisnya.

“Kecelakaan kadang terjadi.” kata Weylyn.

Keesokan paginya, Weylyn membuat dia melewatkan sarapannya. Weylyn membuatnya salah menancapkan garpu; bukan ke telur dadar, tapi justru ke tangannya. 

“Kecelakaan kadang terjadi.” Katanya.

Weylyn jatuh cinta kepada pelari itu setelah sekian lama memperhatikan dia. Bagaimana tidak? Akan tetapi, walau dia bisa menghabiskan sisa hidupnya melihat kebahagiaan orang lain, lebih menarik baginya untuk memperhatikan mereka ketakutan atau kesakitan. 

Di tempat kerja pelari itu, Weylyn membuatnya menumpahkan mesin kopi yang berisi kopi panas ke lengannya. Saat dia mandi malamnya, Weylyn membuatnya meminum tujuh pil dari yang biasanya hanya tiga pil. 

Pelari itu mulai kehilangan akal sehatnya. Bagaimana mungkin gak ada yang bisa melihat perempuan asing ini di cermin? Kenapa perempuan gak dikenal ini membuat dia menyakiti dirinya sendiri?

Pagi itu, di luar sedang turun salju. Seluruh jendela mobil tertutup es, tapi pelari itu sudah telat untuk pergi bekerja, dan gak keburu mencarikan esnya. Saat dia sedang menyetir melewati jalan yang licin, Weylyn membuat pelari itu berbelok tajam ke kiri ketika berada di jembatan, membuat mobilnya terjun ke danau yang membeku. 

Esnya pecah, dan mobilnya terjatuh ke bawah air. Weylyn membuat pelari itu mengunci pintu dan membuka jendela mobilnya. Dia membuat pelari itu tetap memasang sabuk pengamannya, dan tenggelam. Sebelum dia mati, dia bertanya ke pantulan dirinya “Mengapa?”

“Kecelakaan kadang terjadi.” kata Weylyn.

Weylyn menunggu di danau sampai seorang murid dari sekolah terdekat mendekat ke air dan melihat mobil yang tenggelam di bawah permukaan es, dan Weylyn menjadi kacamata hitamnya, berkedip bersamaan dengannya.


Untuk kemudahan navigasi, klik tombol di bawah:


Credits
Cerita oleh: Anonim
Original Story klik di sini
Diterjemahkan oleh: Alvin
Dibacakan oleh: MamaEn
Video diedit oleh: M-Yadi

Background Music:
Myuu
Kevin MacLeod


Disclaimer
Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari website creepypasta.fandom.com di bawah lisensi CC BY-SA 3.0.

Report

What do you think?

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pulang Dengan Siapa?

Ini Deretan Lagu Buat Kamu yang Lagi Jatuh Cinta!