in

Review Film Kafir: Bersekutu Dengan Setan | Tidak Sekedar Andalkan Jumpscare!

Menakutkan secara psikologis, tidak sekedar andalkan jumpscare!

Kafir : Bersekutu Dengan Setan adalah film horor garapan Azhar Lubis yang tidak bisa dianggap sepele !

Pasalnya, Kafir tidak menakuti audiens-nya dengan cara yang biasa dilakukan oleh film-film horor, khususnya pada film horor Indonesia. Jika sebagian besar film horor hanya mengandalkan jumpscare, tidak begitu dengan Kafir.

Bercerita tentang sebuah keluarga yang mengalami kejadian yang tak terduga dalam sebuah acara makan malam yang mengakibatkan ayah mereka meninggal. Sejak kejadian itu, keluarga mereka mulai diusik oleh terror-teror gaib yang membuat sikap ibu mereka berubah dan kian aneh.

Pada akhirnya, anak-anak mereka terpaksa harus mengungkap misteri penyebab kejadian tersebut.

Dengan modal plot yang sebenarnya terasa sederhana, tak menyurutkan kualitas dari film ini. Kafir punya build up scene by scene yang sangat baik, dipadu dengan arahan Azhar Lubis dalam membangun misteri dan atmosfer film.

Hal inilah yang memberikan nilai tambah bagi Kafir, jika dibandingkan dengan film horor Indonesia pada umumnya.

Sekilas film ini punya vibe Pengabdi Setan (2017) yang disutradarai oleh Joko Anwar. Beberapa ide yang paling mirip adalah gaya dengan tema vintage serta iringan musik lawas yang bergesek dalam piringan hitam.

Secara teknis, Kafir sudah sangat baik ! Mulai dari gambar serta penataan suara yang bisa memanjakan mata dan telinga para audiens. Sinematografi yang dihasilkan sangatlah tidak main-main. Beberapa scene bisa membuat audiens mengira-ngira, siapa penunggu di sudut gelapnya malam ? Dalam kedipan cahaya kilat di kegelapan misalnya, ditata dengan sengaja bagi audiens agar bisa bermain dengan imajinasinya.

Sisi positif lainnya adalah ide dari film Kafir yang lebih memilih untuk mengutak atik sisi psikologis daripada menampakkan sosok hantu. Kafir juga masih tetap mengangkat sisi spiritual lokal dan beberapa kepercayaan orang tua terdahulu.

Yang sangat disayangkan, Kafir memilih untuk mengakhiri filmnya dengan bermain aman saja. Sisi psikoligis dengan takaran yang sedang, diangkat dan tak begitu digali dalam. Padahal, film ini punya peluang besar untuk menjelajah daerah itu, hingga film ini terbilang agak takut untuk mengambil resiko, baik dalam pertunjukkan karakter maupun cara mereka mengakhiri film ini.

Secara keseluruhan, Kafir adalah film yang sangat rekomendasi buat kalian para pecinta horor. Kafir bisa diangkat setara dengan level Pengabdi Setan, bahkan bisa dibilang lebih baik. Jika Pengabdi Setan punya jumpscare untuk menakutimu di setiap scene-nya, Kafir justru punya scene-scene dinamis yang dibangun untuk dirasakan ketakutannya, bukan sekedar menunggu kapan jumpscare yang ditandai untuk jatuh.


SCORE :

Rating: 4 out of 5.

Report

What do you think?

Written by Hariyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Santet

Mereka [Part 1]