in

Tak Kunjung Tamat, Komik Berusia 45 Tahun!

Topeng Kaca atau Glass Mask (dalam bahasa Inggris) atau Garasu No Kamen (dalam bahasa Jepang) merupakan salah satu komik/manga yang cukup mendunia. Di Indonesia, komik ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada masanya.

Suzue Miuchi sebagai sang pengarang komik, boleh dibilang sukses membuat para penggemarnya setia menantikan akhir dari kisah perjuangan Maya Kitajima, seorang gadis yang memiliki ‘bakat alam’ dalam berakting.

Perjuangan dan kisah cintanya pun begitu memikat para pencinta komik ini. Sayangnya, sejak diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1976, Suzue Miuchi tak menampakan tanda-tanda itu menamatkan komik Topeng Kaca.

Itu artinya, para penggemar komik Topeng Kaca masih dibuat penasaran akan akhir ceritanya selama 45 tahun !

Suzue Miuchi adalah seorang Japanese mangaka yang lahir di Nishinomiya, Jepang, pada tanggal 20 Februari 1951 dan dibesarkan di Osaka.

Mangaka adalah istilah dalam bahasa Jepang untuk menyebut orang yang menggambar manga. Nah, kalau di Indonesia, mangaka disebut komikus. Sejak kecil, Suzue Miuchi memang telah menunjukkan kecintaannya terhadap komik.

Ia bahkan rela menyewa komik secara sembunyi-sembunyi karena takut diketahui oleh orang tuanya, yang kala itu sangat menentang kegemaran Suzue Miuchi membaca komik.

Namun, karena ketahuan dan dilarang keras membaca komik oleh orang tuanya, Suzue Miuchi memutuskan untuk mulai menggambar komik sendiri pada usia 10 tahun, yang berlanjut hingga ia duduk di kelas satu SMA.

Lagi-lagi orang tua Suzue Miuchi tidak menyukai kegemarannya ini. Akibatnya, ia pun rela membuat kesepakatan dengan ibunya. Berdasarkan kesepakatan tersebut, ibunya akan mengizinkan Suzue Miuchi meneruskan kegemaran menggambar komiknya selama setahun.

Namun, Suzue Miuchi harus bisa memulai debutnya sebagai seorang mangaka saat ia duduk di kelas dua SMA. Jika dalam waktu tersebut ia tidak mampu memenuhi tantangan ibunya, maka Suzue Miuchi harus berjanji untuk berhenti menjadi seorang mangaka selamanya !

Berkat usaha dan kerja kerasnya, Suzue Miuchi berhasil memulai debutnya sebagai mangaka melalui cerita pendek yang berjudul Yama No Tsuki To Kodanukito dan diterbitkan di sebuah majalah Shoujo pada tahun 1967.

Suzue Miuchi pun akhirnya semakin bebas melancarkan bakatnya. Pada bulan Desember 1975, Suzue Miuchi memulai karya terbesarnya yaitu Topeng Kaca. Pada tahun 1976, Topeng Kaca mulai diterbitkan secara bersambung di majalah Hana to Yume.

Karir Suzue Miuchi sebagai seorang mangaka semakin gemilang. Ia bahkan menjadi pemenang pada Kodansha Manga Award di tahun 1982 untuk cerita pendek horornya yang berjudul Youki Hiden.

Namun, sekitar tahun 1990-an, Suzue Miuchi mulai mengerjakan serial manga terbarunya yang berjudul Dewi Matahari (Amateras). Hal ini menyebabkan penggarapan komik Topeng Kaca menjadi terbengkalai.

Apalagi, setelah menjadi pemenang dalam The Excellent Prize of Japan Mangaka Association untuk karya Topeng Kacanya, Suzue Miuchi justru mulai mengurangi pembuatan manga sehingga penerbitan Topeng Kaca pun terhenti.

Awalnya, banyak yang mengira jika Suzue Miuchi telah meninggal. Pada kenyataannya, Suzue Miuchi justru berhenti membuat manga sejak ia mulai mendalami aliran kepercayaan baru yang bernama O-en, yang diduga menjadi inspirasi terbesarnya untuk pembuatan manga Dewi Matahari.

Pada tahun 2008, Miuchi akhirnya muncul lagi dengan meluncurkan kembali strip Topeng Kaca volume 43 di majalah Bessatsu Hana to Yume, disusul volume 44 yang diluncurkan pada bulan Agustus 2009.

Tercatat sampai dengan tahun 2010, Topeng Kaca telah terbit sebanyak 44 volume, yang terbagi dalam lima serial yakni Topeng Kaca, Syair Lidah Api, Sejuta Pelangi, Bayang-Bayang Jingga dan Bidadari Merah.

Karena banyaknya permintaan akan komik ini, penerbit pun akhirnya mengeluarkan versi Deluxe (cetakan ulang), untuk membantu para penggemar yang kesulitan mendapatkan komik terbitan aslinya.

Kini, serial Topeng Kaca telah berlanjut pada Serial Dua Akoya yang diluncurkan pada tahun 2011 disusul Dua Akoya Dua pada tahun 2012 dan seri Bersatunya Dua Jiwa.

Namun, para penggemar kembali ‘dipaksa’ untuk bersabar menantikan akhir ceritanya, yang tak kunjung selesai. Meski demikian, Suzue Miuchi telah berjanji untuk segera menamatkan kisah Maya Kitajima ini.

Komik Topeng Kaca mampu menyedot ribuan penggemar di hampir seluruh dunia. Bahkan, para penggemar Topeng Kaca di setiap negara selalu terhimpun dalam berbagai grup di berbagai jejaring sosial. Tidak sedikit artis ternama di Jepang dan Indonesia yang menjadikan komik ini sebagai referensi mereka dalam berakting.

Kekuatan komik ini memang jelas terletak pada isi ceritanya yang banyak mengajarkan cara berakting, baik dalam dunia teater maupun televisi. Belum lagi kisah cinta antara Maya Kitajima dan Masumi Hayami, dua tokoh utama yang terbilang romantis namun ditampilkan secara ‘sopan’ dalam gambaran komik yang dapat dibaca oleh semua kalangan usia.

Suzue Miuchi dinilai apik dalam mengkolaborasikan visualisasi, alur cerita hingga nilai-nilai kehidupan dalam komik Topeng Kaca. Pembaca tidak hanya disuguhi dengan cerita yang menarik, namun juga penataan gambar yang mampu membuat para pembaca menjadi bagian dalam cerita tersebut.

Tidak sedikit para peneliti Topeng seperti Peneliti Topeng Noh, Yasuo Nakamura, yang memuji keunikan komik Topeng Kaca. Menurut Yasuo, pemilihan judul ‘Topeng Kaca’ sudah menjadi kekuatan utama komik ini.

Sebab, Topeng Kaca dapat diartikan secara meluas dan sangat manusiawi. Tidak hanya itu saja, komik ini pun mendapat pujian dari sutradara sekelas Yukio Ninagawa yang justru melihat perkembangan pesat dari Suzue Miuchi dalam penggambaran karakter yang nampak begitu nyata pada setiap volume yang diterbitkan dari tahun ke tahun.

Untuk merealisasikan kecintaan para penggemar terhadap Topeng Kaca, komik ini dibuat dalam versi film dan animasi.

Nah, untuk anda yang tidak sekedar gemar membaca komik, tetapi juga ingin belajar seputar akting, Topeng Kaca mungkin bisa menjadi salah satu referensi bagi anda.


Sumber :
id.wikipedia.org | topengkacaku.com
http://mjeducation.co/topeng-kaca-komik-berusia-36-tahun/ 

Report

What do you think?

14 Points
Upvote Downvote

Written by Jeane Derdanela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teman Khayalan

Doti [Part 1]