in ,

Doti [Part 2 – End]

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita Doti Part 2 – End.


Perasaan aku gak enak. Segera kututup pintu.

Tiba tiba papa berteriak lagi.

“Aaaaaaaarrrggg…. Sakit….. panaaaas…..”

Aku segera berlari ke arahnya. Kubangunkan Dito.

“Dito.. Dit cepat panggil dokter.”

Papa berteriak semakin kencaaaang.

“Aaaarggghhh Panaaaaaas….. Alin…. tolong lepaskan pakaian papa.” Papa mengangkat kausnya yang basah dengan keringat

“Papa.. papa kenapa…”

Aku segera membantu papa melepaskan bajunya. Aku sangat terkejut melihat dada dan punggungnya yang membiru, seperti dihantam dengan benda keras…

“Papaaaa…. badan papa kenapaaa??”

Tak lama dokter datang dan memeriksa kondisi papa.

Lantas aku segera menelpon mama, tapi… hp mama tidak diangkat. Aku juga menelpon om Ram, tapi tidak dijawab juga. Lalu kucoba menelpon tante Bety dan yang lainnya. Aneh… tidak ada satupun yang mengangkat teleponnya.

Dan anehnya  lagi dokter mengatakan bahwa kondisi papa baik baik saja. Semuanya stabil. Tapi…mengapa tubuhnya semakin lama semakin membiru.

Hueeekkkk..papa muntah lagi. Kali ini lebih banyak dan berbau busuk…

“Aaaaarrghhhh” papa berteriak dan tangannya seperti mencengkeram.

“Panaaaaass…. panaaaaass….”

“Papaaaa!!!! Papa kenapa.. ” aku mendekati papa sambil terisak.

Ditopun histeris.

Beberapa perawat datang mencoba menenangkan papa.

Sudah 30 menit berlalu, namun kondisi papa tidak membaik. Aku coba berkali-kali menelepon orang di rumah tapi belum ada satupun yang menjawab teleponku.

Tiba tiba papa kejang kejang dan keluar buih dari mulutnya.

Ya Allah papa.. ada apa ini…

“Papa…papa kenapa??” Aku berlari dan memeluk papa sambil menangis.. mata papa melotot.

Dokter datang lagi dan mempersilakan aku untuk menjauh.

Aku melihat dokter dan perawat bertindak cepat dan… mereka kini memakai alat defibrillator untuk memompa jantung papa.

Dito memelukku sambil menangis. Papa mengerang dan kejangnya belum berhenti. Tapi.. gerakannya semakin lemah.

Papa

Dokter mengatakan bahwa mereka telah berupaya dengan maksimal tapi papa tidak bisa bertahan lagi.

“Papaaaaa!!!”

Aku dan Dito berlari ke arah papa. Dan aku…. tidak ingat apa-apa lagi.

Saat sadar aku mendapati Dito sedang memelukku dan ternyata aku masih di ruangan yang sama. Namun hari telah berangsur pagi.

Kulihat mama telah datang dan sedang menangis di samping jenazah papa yang telah ditutup dengan selimut putih.

Tapi tunggu.. bukankah itu oma?

Kulihat oma berjalan memasuki ruangan bersama om Ram, tante Beti dan om Anwar.

Oma terlihat sehat dan bugar.

Ada apa ini?

“Sudahlah Mia, apa yang kamu tangisi darinya? Dia yang selama ini mengirimkan Doti kepada mama, bertahun-tahun mama sakit gara-gara dia. Kini dia telah mendapatkan ganjarannya. Dan setelah dia mati, kini mama sehat kembali. Mungkin kamu juga sudah termakan ilmunya selama bertahun-tahun.

“Oma, kenapa oma bicara seperti itu?”

Tante Bety melihatku dan berkata …

“Wah, kamu sudah besar ya Alin, kamu tahu papa kamu adalah seorang pemuja ilmu hitam? Dia yang membuat oma sakit. Kami sengaja memanggil kalian kemari alih-alih pembagian harta warisan. Ilmunya hanya bisa dibalikkan ketika papa kalian di sini.”

“Mama benarkah itu?”

Sambil terisak mama meraih aku dan Dito dalam pelukannya.

Itu tidak benar Alin Dito, kalian harus percaya bahwa papa kalian adalah orang baik. Selama ini mama tidak pernah mendapati papa kalian berbuat yang aneh-aneh.

“Lantas kenapa mama tidak mengangkat telepon saat papa sekarat?”

“HP mama ditahan om Anwar dan mereka tidak mengijinkan mama untuk kembali kesini semalam.”

Aku memeluk mama lagi. Dari balik tubuh mama aku melihat om Anwar dan tante Bety saling bertatapan dan tersenyum penuh arti.

Aku ingin kembali dan membawa papa ke Jakarta.


Untuk kemudahan navigasi, klik tombol di bawah:


Credits
Cerita dikirim oleh: DewizMaya
Dibacakan oleh: DewizMaya, MamaEn

Background Music:
Myuu
Horrorin


Disclaimer
Cerita ini disubmit oleh DewizMaya dan telah menjadi hak milik Tim MalamMalamStories.

Cerita ini tidak diperbolehkan untuk disalin, disebarluaskan, diubah dalam bentuk atau format apapun dan untuk kepentingan apapun, tanpa izin tertulis dari pihak Tim MalamMalamStories.

Report

What do you think?

13 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Film: The Godfather

Review Film : The Godfather

Review Film : Justice League Snyder Cut 2021 | Cerita yang Lebih Lengkap dan Padat !