in

Review Film : Justice League Snyder Cut 2021 | Cerita yang Lebih Lengkap dan Padat !

Disclaimer:
Artikel yang dipublish dalam kategori Community Post sepenuhnya merupakan tulisan dan milik dari Penulis, yang dianggap tidak melanggar Ketentuan Komunitas (tetapi Tim MalamMalam tidak mengedit hasil tulisan yang ada).

Apabila Anda ingin mengubah, membuat turunan dari materi, atau mempublikasi artikel ini di tempat lain, Anda harus meminta izin dan menghubungi langsung Penulis yang bersangkutan. Kami tidak menanggung segala konsekuensi, termasuk konsekuensi hukum yang ditimbulkan akibat dari penggunaan cerita ini.


Zack Snyder membayar kegagalan dari sebelumnya, cerita yang lebih lengkap dan padat! 

Kali ini Zack Snyder kembali mendapat mandat untuk menggarap Justice League versi lengkapnya, dan para penonton melihat semua hal bahwa benar Zack Snyder menampilkan cerita yang tidak ada di film Justice League 2017.

Film Justice League Snyder Cut tidak seperti film sebelumnya, selain dari ceritanya yang mengalami sedikit penambahan ide baru, film yang sekarang juga memiliki durasi yang lebih panjang.

Tidak tanggung-tanggung film ini berdurasi 4 jam lebih lama dari film sebelumnya. Film Justice League Snyder Cut tidak bisa disaksikan di bioskop melainkan kita bisa menontonnya di layanan streaming HBO Max. 

Film Justice League Snyder Cut sebenarnya masih seperti film versi sebelumnya, yang dimana masih menceritakan seputar keonaran yang terjadi setelah Superman meninggal.

Banyak kerusuhan dan kejahatan yang terjadi di mana-mana, lebih parahnya lagi hal tersebut diperparah dengan adanya kedatangan Steppenwolf ke bumi.

Misi dari Steppenwolf sendiri datang ke bumi yaitu mencari Mother Box yang tersisa 2 lagi setelah ia berhasil merebut dari bangsa Amazon dan ia gunakan untuk membawa Darkseid untuk menguasai bumi, karena Steppenwolf salah satu kaki tangan Darkseid.

Bruce Wayne, tokoh superhero yang kita kenal sebagai batman merasa memiliki beban yang berat setelah banyak ancaman di bumi. Namun, Batman tidak memiliki kemampuan yang lebih untuk melawan semuanya, jadi Batman memiliki rencana untuk merekrut beberapa manusia super di antaranya Wonder Woman (Gal Gadot ), Flash ( Ezra Miller ), Cyborg ( Ray Fisher ), Aquaman ( Jason Momoa ).

Setelah mereka sudah bergabung menjadi team superhero yang dinamakan Justice League yang siap melawan Steppenwolf, dan mereka pun memiliki rencana untuk menghidupkan kembali Superman ( Henry Cavill ) dengan memakai kekuatan dari Mother Box, dibantu dengan kekuatan Flash.

Mulai banyak masalah-masalah yang mulai muncul dan harus mengejar waktu untuk menyelamatkan bumi dari serangan-serangan yang diciptakan Steppenwolf. 

Di film Justice League Snyder Cut terasa lebih fokus untuk menciptakan action-action yang lebih hidup dan serius. Snyder sendiri memiliki visi untuk film yang sekarang dengan membuat lebih dark dari film sebelumnya, terlihat dari kisah – kisah kelam personal para superheronya yang begitu jelas.

Film ini pun memperlihatkan sequence actionnya yang lebih brutal dan kejam. Membuktikan dari kebrutalan film ini penonton akan diperlihatkan scene darah-darah, ledakan, tubuh yang terlihat terpotong, sehingga tingkat Violence di film ini sangat tercipta.

Film Justice League Snyder Cut mendapat rating R-Rated yang menurut saya tidak cocok ditonton untuk anak-anak. Nuansa itu semua tidak bisa dihadirkan di film Justice League sebelumnya. 

Saya juga tidak akan melewatkan dari segi sinematografi yang sudah diperbaiki, sinematografinya lebih rapih dan detail dari pengambilan angle-angle tiap objek, dan permainan zoom out dan zoom inya pun tidak kasar.

Meskipun dari permainan rate colornya tidak begitu variatif color hanya menonjolkan color gelap, tetapi di situ kita bisa merasakan suasana dark yang begitu dapat.

Untuk Visual CGInya juga lebih terlihat Realistic dan halus tiap potongan real pict dan object effectnya, sehingga tiap scene-scene yang memakai CGI terlihat lebih detail dan rapih.

Tetapi masih ada beberapa CGI yang masih terlihat gagal di beberapa scene, contohnya CGI dari tokoh Steppenwolf yang terlihat masih kasar dan tampak tidak menyatu dengan objek lainnya.

Jujur saya juga agak terganggu dengan effect slow motionnya yang terlalu banyak di film ini jadi terkesan diulang-ulang membuat lebih bosan, sehingga jadi monoton saja dan agak berpengaruh terhadap plotnya walau memang dari segi slow motionnya menciptakan CGI yang lebih detail.

Overall penonton memaklumkan itu semua karena tidak terlalu banyak kesalahan CGI yang dihadirkan di film ini, ketimbang film sebelumnya yang benar-benar tidak serius dan fokus terhadap CGI dan sinematograpinya, sehingga membuat filmnya gagal dan amburadul.

Dari segi plot storynya film sekarang lebih padat dan lengkap, di mana Snyder membuat kisah dari back story para superheronya, masing-masing latar belakang dari tokoh superheronya sangat jelas diceritakan tidak terkecuali.

Walau memang tidak keseluruhan asal usulnya dijabarkan, namun Snyder meringkas sedemikian rupa kisah-kisahnya lebih padat dan cukup jelas agar durasinya tidak lebih panjang lagi.

Story di film ini pun ditulis secara dark sesuai dengan konsep dan misi awal dari Snyder. Walau Story dibuat secara dark, Snyder masih menyelipkan humor di film ini, terlebih karakter Flash yang notabene memiliki karakter humor yang sangat tengil dan kocak dari superhero lainnya.

Walau tidak terlalu banyak menyelipkan humor di dalam film ini, namun cukup menghibur penonton untuk porsi humornya yang pas dan tidak terlalu banyak.

Dengan durasi yang panjang film ini memiliki Plot yang berjalan dengan konstan, dan tidak begitu lambat alunan plotnya, sehingga tidak membuat penonton bosan dan penonton bisa enjoy menikmati ceritanya. Tetapi ada di beberapa scene yang membuat plot menjadi bosan yang saya sudah jelaskan di paragraf atas mengenai slow motion.

Untuk Plot Hole, di film sebelumnya banyak ditemukan, tetapi di film ini menutupinya dengan sangat rapih sehingga penonton tidak lagi bertanya-tanya. Snyder pun sangat pintar untuk membagi porsi story tiap karakternya sehingga tidak ada yang terkesan menonjol atau menjadi sorotan penonton.

Walau sebenarnya, Snyder memberikan ekstra story dari Cyborg dengan masa lalunya yang lebih gelap dan agak panjang dari yang lainnya, tetapi Snyder mampu menyajikannya tidak berlebihan, sehingga tidak terkesan Cyborg di spesialkan.

Ada menurut saya yang paling menyebalkan yaitu story Superman yang terkesan lebih mementingkan dirinya sendiri dan bucin ketimbang kerja team. Tetapi ya sudahlah itu semua tidak terlalu mengganggu dari keseluruhan body fimnya.

Satu hal lagi yang membuat saya kurang setuju yaitu film Justice League Snyder Cut ini dibuat seperti berchapter. Seakan-akan seperti berepisode yang dimaksudkan Snyder membuat seperti itu agar memisah-misahkan tiap kisah dari para karakter superheronya, tetapi esekusinya agak kurang efektif dan sedikit berpengaruh untuk di alurnya jadi berasa melompat-lompat tiap alurnya. 

Ada beberapa hal juga yang menurut saya tidak terlalu special di film ini yaitu scoring musicnya yang tidak begitu memorable dan terkesan biasa saja.

Tidak seperti Wonder Woman 2017 yang begitu memorable, sehingga saya masih tengiang-ngiang scoringnya seperti apa. Overall Film Justice League Snyder Cut lebih better dan lebih lengkap ketimbang film sebelumnya.

Tetapi semua yang saya bahas di atas tentang film Justice League Snyder Cut itu tergantung penilaian dan opini masing-masing, jika penasaran langsung saja tonton Filmnya.


Rate:

Report

What do you think?

32 Points
Upvote Downvote

Written by TiaNov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Doti [Part 2 – End]

Kisah Seram Di Balik Lagu Anak ‘Baa Baa Black Sheep’