in

APA ITU – Orwell: Keeping an Eye on You?

YouTube player
Klik tombol play untuk menonton artikel APA ITU: Orwell – Keeping an Eye on You

Apa yang terjadi kalau setiap gerak gerik kita diawasi oleh pemerintah? Ada kamera dimana-mana, di setiap sudut kota untuk memantau dan merekam semua hal yang terjadi, siang ataupun malam?

Hai Manusia Malam, di episode pertama dari APA ITU kita akan membahas game Orwell: Keeping an Eye on You. 

INFORMASI UMUM

Orwell: Keeping an Eye on You atau bisa disingkat Orwell, adalah seri game simulasi berepisode yang dibuat oleh studio game indie asal Jerman, Osmotic Studios dan dipublish oleh Fellow Traveler.

Game ini pertama kali dirilis pada tanggal 20 Oktober 2016, untuk platform PC (Windows, Mac, Linux) dan sekarang kamu sudah bisa memainkannya di mobile devices (Android dan iOS), dengan system requirement sebagai berikut:


System Requirement Windows PC

Minimum:
OS: Windows XP SP2+
Processor: 2.0 GHz
Memory: 4 GB RAM
Graphics: GPU: DirectX 9 compatible
DirectX: Version 9.0
Storage: 3 GB available space

System Requirement Android

Android 4,3+

System Requirement iOS

iOS 12.0+


Orwell memiliki harga yang cukup terjangkau dan bervariasi tergantung pada platformnya, mulai dari Rp.69,999 sampai Rp.77,000.

APA ITU ORWELL?

Game ini berlatar di sebuah dunia fiksi, dimana kita bekerja untuk pemerintah pada sebuah negara yang disebut The Nation.

Kita berperan sebagai salah satu investigator manusia pertama untuk sistem Orwell — sebuah program keamanan milik pemerintah yang berfokus pada bidang online security, penanggulangan dan pencegahan terorisme serta tindakan kejahatan.

Tugas kita adalah memeriksa data dari berbagai media online seperti surat kabar digital, media sosial, blog dan lainnya. Bahkan kita juga bisa mengakses komputer dan alat komunikasi dari orang yang kita selidiki. 

Dari sumber-sumber informasi tersebut, ada data-data yang bisa dimasukkan ke dalam sistem Orwell. Data itu disebut sebagai datachunk.

Tetapi, kita harus berhati-hati dengan data apa yang kita masukkan, karena informasi yang diberikan tidak bisa diubah dan akan memiliki konsekuensi yang mungkin bisa menghancurkan hidup orang lain.

Itu adalah hal terakhir yang ingin kita lakukan, karena tujuan utama kita adalah untuk menangkap pelaku kejahatan, bukan sebaliknya.

Nah, seperti yang tadi sudah saya bahas, ini merupakan game Simulasi berepisode. Artinya akan ada beberapa chapter dalam game ini, tepatnya lima chapter.

Kalau kamu pernah memainkan seri game The Walking Dead buatan Telltale Games atau Life is Strange buatan DONTNOD Entertainment, kurang lebih saya mendapatkan vibe yang sejenis dengan game-game tersebut. Mungkin karena formulanya yang memang sejenis juga. 

Tapi, di game Orwell, kita tidak menggerakkan karakter. Bisa dibilang kalau sebenernya ini adalah text-based game yang dibungkus dengan interface yang menarik, dan menurut saya itu merupakan poin plus buat game ini.

Saya bisa bilang kalau waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap chapter kurang lebih 1 sampai 1 setengah jam.

Namun, karena dalam game ini 90% nya adalah membaca, durasi gamenya kembali lagi ke kemampuan membaca, pemahaman masing-masing dan seberapa lama kamu menghabiskan waktu pada artikel-artikel yang tidak penting penting, Seperti artikel — A hundred Grey Shadows…

*ehem* If you know what I mean.

GAMEPLAY

Gameplay dari game Orwell sangat sederhana, yaitu membaca informasi, menganalisa datachunk dan menentukan apakah datachunk itu penting untuk dimasukkan ke dalam sistem Orwell atau tidak.

Semua data yang kita masukkan ke dalam Orwell akan membantu pemerintah untuk melakukan tindakan.

Namun, game Orwell tidak terasa datar karena ada datachunk yang bertolak belakang. Informasi yang bertolak belakang ini akan di highlight dengan warna kuning.

Biasanya ini merupakan informasi yang krusial dan kamu harus menentukan dari kedua fakta tersebut, yang manakah fakta yang benar. 

Sebagai contoh, informasi A mengatakan kalau target merupakan teman baik dari X, sedangkan informasi B mengatakan kalau target sudah tidak berhubungan baik dengan X.

Kemudian, berdasarkan informasi-informasi yang kita punya, kita harus menentukan apakah sekarang target masih memiliki hubungan baik dengan X atau tidak. 

Terkadang kita harus kembali ke beberapa website yang sudah dibaca untuk memastikan diantara kedua fakta itu, mana yang benar. 

Karena fokus utama dalam game ini adalah teks, mungkin kamu berpikir kalau game ini akan cukup sulit untuk dimainkan kalau kita tidak mengerti bahasa inggris. 

Ya, saya bisa bilang itu 70% benar. Meskipun Orwell bisa dimainkan dalam berbagai bahasa -termasuk bahasa Indonesia – terjemahannya bukanlah yang terbaik. Setidaknya untuk bahasa Indonesia begitu. (Berdasarkan pengalaman saya ketika memainkan game ini pada bulan Juli 2020)

Itu karena terjemahannya dilakukan oleh komunitas, jadi belum tentu diterjemahkan oleh profesional. 

Dan setelah saya mencoba memainkan Orwell dengan bahasa Indonesia… Saya merasa kalau terjemahannya masih kasar, walaupun masih bisa dimainkan.

Kadang ada beberapa kalimat yang saya rasa kurang pas atau bisa diterjemahkan dengan sesuatu yang lebih akrab di telinga orang Indonesia. Dan saya juga sempat menemukan beberapa typo, seperti kata ketika jadi ketiak. 

Mengingat ini adalah game yang berfokus pada teks, hal kecil seperti typo bisa merusak pengalaman bermain. Akan lebih baik kalau si developer menggunakan jasa penerjemah profesional untuk memastikan kualitas dari terjemahan. 

Namun, mengingat ini adalah game yang dibuat oleh studio indie kecil – yang memiliki anggota kurang dari sepuluh orang – Mungkin menggunakan komunitas untuk melakukan penerjemahan merupakan hal yang lebih masuk akal.

KONKLUSI

Sejauh ini saya baru memainkan dua chapter, dan saya bisa mengatakan kalau saya cukup menikmati gamenya. Ceritanya cukup menarik, game ini berhasil membuat saya merasa seperti seorang stalker yang memiliki teknologi canggih, sampai-sampai saya bisa menyadap telepon dari target. 

Kadang, saya juga dibuat berpikir “Apa jangan-jangan di dunia nyata, kita pun bisa diawasi seperti ini?”

Yah, kurang lebih kalau kamu hobi membaca, ini merupakan cerita yang menarik. Anggap saja kamu sedang membaca semacam novel interaktif yang bercerita tentang ‘apa yang terjadi kalau pemerintah bisa mengawasi, memata-matai dan menyadap semua komunikasi kita atas nama keamanan negara.’

Minus poinnya mungkin pada  terjemahan yang belum sempurna. Saya tidak bisa menjamin apakah kamu bisa menikmati game ini secara penuh atau tidak kalau memainkannya menggunakan bahasa indonesia, dan saya masih merekomendasikan untuk memainkannya dengan bahasa Inggris.

Namun, tidak menutup kemungkinan kalau kedepannya nih, terjemahannya akan diperbaiki dan semakin lama semakin bagus.

Oke saya rasa itu saja pembahasan saya tentang game Orwell: Keeping an eye on you. Semoga artikel ini cukup membantu kamu untuk menentukan apakah game ini cocok buat kamu atau tidak.

Report

What do you think?

18 Points
Upvote Downvote

Written by Papachan

Papachan adalah seorang Video Editor, Translator dan Voiceover di pagi hari. Seorang gamer di malam hari. Tertarik untuk mencoba semua genre game. Menyukai game-game FPS, horror dan indie, namun sangat buruk dalam game fighting dan racing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jadwal Rilis Venom 2 Diundur Lagi!

Review Film : Aruna dan Lidahnya