in

Review Film : Peppermint

Peppermint adalah sebuah film Action Flick yang cukup enak untuk dinikmati. Jennifer Garner berperan sebagai seorang ibu yang kehilangan keluarganya. Dan ingin membalaskan dendam terhadap gank cartel yang sudah membunuh suami dan anaknya.

Pada dasarnya plot dari Peppermint sendiri adalah plot dari kisah balas dendam yang cukup membawa kekuatan dalam tindakan yang diambil oleh karakter utamanya. Memang tidak begitu jauh dalam menggali backstory nya. Dengan kilas balik yang ditampilkan rasanya sudah cukup untuk memotivasinya dalam mengambil tindakan yang seharusnya. 

Dari segi cerita sebenarnya terlalu umum dan banyak bisa kita temui di film aksi dengan tema balas dendam seperti ini. Juga tak ada hal baru yang bisa ditambahkan oleh sang sutradara. Cukup klise dan bisa ditebak kearah mana film ini akan dibawa.

Film yang disutradarai oleh Pierre Morel ini adalah film aksi yang terbilang cukup membutuhkan energi di dalamnya. Hingga rasanya tak etis jika tak memberi ruang bernafas untuk film dengan pace yang cepat ini.

Dengan adegan kilas balik (backstory) dari sang protagonis dengan penempatan yang tepat dan baik mampu menambah nilai “rasa” di dalamnya.

Adegan kekerasan yang ditampilkan pun cukup solid, menjadikan adegan aksi dalam film ini menjadi daya tarik yang sayang untuk dilewatkan. Adegan fastcut ala Hollywood yang cukup rapi juga membuktikan bahwa mereka tak main-main dengan aksi paradenya.

Mengingat film ini punya pace yang cepat tak bisa dipungkiri pengembangan karakter harus menjadi korban dalam konsekuensinya. Pengembangan karakter yang flat dan tak berisi menjadi salah satu sisi kelemahan dalam film ini. 

Namun, Morel punya cara tersendiri dalam menangani hal tersebut. Dia sepertinya berhasil memaksa kita untuk masuk kedalam karakter protagonisnya. Walau hanya sebentar namun terasa cukup efektif dalam penyampainnya. Hal ini juga dibantu dengan penampilan dari Jennifer Garner sendiri yang cukup baik memerankan karakter Riley North.

Secara keseluruhan Peppermint cukup layak untuk dijadikan tontonan aksi yang menghibur. Walau punya beberapa bagian yang begitu lemah dalam presentasinya, film ini tak menyurutkan niatnya dalam menampilkan adegan aksi yang enerjik dan menggairahkan.


Score:

Rating: 5 out of 5.

Report

What do you think?

17 Points
Upvote Downvote

Written by Hariyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Film : Aruna dan Lidahnya

Review Film : First Man