in

Review Film: October 2018

Bukan Cinta sejati jika hanya melihat dari fisik atau kesempurnaan melainkan nafsu belaka, cinta sejati yang sebenarnya dilihat dari ketidaksempurnaan dan menerima apa adanya

Tidak semua orang menyukai film Bolywood dikarenakan banyak faktor. Salah satu contohnya, seperti cerita yang bertele-tele, dramatisir, dan hamparan pemain bernyanyi-nyanyi khas Bollywood.

Tidak bisa kita pungkiri alasan-alasan tersebut keluar dengan melihat kenyataannya bahwa film Bollywood tipikal seperti itu adanya. Tetapi beda halnya dengan film arahan Shoojit Sircar yang berjudul October.

Ia membawa film ini berbeda dari kebanyakan film Bollywood. Dalam sekejap Shoojit menepis pandangan orang tentang film Bollywood. 

Film October memiliki ide yang berasal dari sebuah pembaca yang tercetak dari koran dengan dibintangi oleh karakter utama Banita Sandhu, & Varun Dhawan.

October berkisah tentang kepedulian, kehidupan, persahabatan, serta cinta dari Dan (Varun Dhawan) dan Shiuli (Banita Sandhu).

Dan yang memiliki sifat cuek, sombong dan jutek, berbeda halnya dengan Shiuli. Dia memiliki kepribadian yang lembut, peduli dan ceria. Suatu Ketika Shiuli harus mengalami sebuah kecelakaan yang membuatnya koma. 

Kalau di lihat dari sinopsisnya kamu mungkin berpikir kalau ini seperti film-film romansa kebanyakan. Tetapi sebenarnya ada hal yang berbeda dari suguhan film October, yaitu seorang Shoojit mengusung kisah cinta yang benar-benar sejati. Ia tidak memberikan formula cinta yang mainstream. Terlihat dari isi naskah dengan sebuah ungkapan rasa yang jujur timbul dari hati tanpa paksaan dan manipulatif. 

Sebenarnya film October bisa dikatakan film yang tidak memiliki back story lengkap dari para tokoh-tokohnya, terbukti dari Dan yang tidak diberikan asal usul sebenarnya. Begitu juga dengan Shiuli.

Hanya saja Shiuli diberikan plus story karena dia diperkenalkan para anggota keluarganya, mengapa bisa seperti itu karena Shoojit akan membuat Shiuli  sebagai karakter penderita. 

Untuk plotnya sendiri film ini mampu berjalan maju tanpa memberikan cela untuk masuk ke dalam jebakan alunan lambat dari sebuah naskah yang terbilang full dialog drama. Sehingga kebosanan yang ditakutkan penonton tidak terjadi.

Report

What do you think?

25 Points
Upvote Downvote

Written by TiaNov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kangen Kampoeng, Olahan Rumahan bikin Kangen Orang Tua

Misteri ‘Kuburan Perahu’ di Luwuk Banggai