in ,

Torrag Bokhn [Part 3 – End]

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita Torrag Bokhn [Part 3 – End]


Aku meminta maaf ke Ellie karena sudah mengambil bukunya, tapi memakan kertas bukanlah perilaku yang normal apalagi sehat untuk dilakukan.

Dia mengangguk, menolak untuk melihat mataku. Aku berbicara selama beberapa menit menjelaskan kalau dia adalah anak yang cerdas dan kreatif, karena dia bisa menulis banyak hal.

Aku mengatakan kepadanya kalau aku berharap dia mau membagikan apa yang ditulisnya ke orang lain. Aku bilang itu bisa membantunya dalam berteman.

Selagi aku bicara, Ellie mulai memandang ke arah jendela dengan gelisah. Bel berbunyi dan anak-anak mulai berhamburan keluar dari pintu sekolah ke lapangan bermain.

“Sudah waktunya jam istirahat”, kata Ellie. “Boleh kah aku pergi?”

Ini pertama kalinya dia mengatakan sesuatu dengan jelas kepadaku. Aku tidak akan membiarkan itu menjadi terakhir kalinya. 

“Tidak, Ellie”, jawabku. “Tidak sampai kita menyelesaikan masalah ini.”

Ellie jelas terlihat sedang menahan rasa paniknya. Aku tahu dia sedang menahan diri untuk tidak marah, berusaha terlihat tenang, tapi tidak berhasil.

“Kumohon”, katanya. “Aku harus bertemu seseorang. Temanku sudah menunggu.”

Sepertinya ada awan yang sedang menutupi matahari saat dia mengatakan itu, karena ruangan ini mendadak gelap. 

“Temanmu, Torrag Bokhn?”

Ellie sedikit tersentak. 

“Dia tidak suka saat kau menyebut namanya.” rengeknya. 

“Ellie”, kataku sambil mencoba memilih kata-kata yang tepat. “Torrag Bokhn tidaklah nyata. Itu hanya imajinasimu saja. Kau tahu itu, ‘kan?”

“Hentikan”, balas Ellie dengan sedikit tergagap. “Dia akan marah padaku.”

“Kenapa sahabatmu sendiri akan memarahi kamu?” tanyaku.

“Karena aku bercerita tentangnya kepada orang lain”, jawab Ellie . “Dia sudah bilang jangan cerita ke siapapun.”

Hanya itu yang perlu aku dengar.

Aku membawa Ellie ke kantor guru pembimbing. Dia berjalan perlahan, menyeret kakinya seperti seorang terdakwa yang akan dihukum mati. Aku memperhatikan Jennifer ketika dia melihat apa yang masih tersisa di buku catatan Ellie ; rasa khawatir mulai terlihat di wajahnya.

Aku mendengarkan Ellie ketika menceritakan semua tentang Torrag Bokhn, sahabat sekaligus monster. Torrag Bokhn, yang sudah bermain dengannya, yang membuatnya tertawa, yang tidak bisa dilihat orang lain. Torrag Bokhn, yang sudah menakutinya, menyakitinya, yang menyuruhnya untuk merahasiakan pertemanan mereka. 

Aku yakin aku mengerti apa yang sedang terjadi. Aku sedang mendengarkan seorang anak kecil yang kebingungan dan ketakutan, mengaku telah menjadi korban perlakuan yang tidak manusiawi.

Sudah cukup lama pikirannya mengubah kenyataan yang pahit, menjadi fantasi yang lebih bisa dia kendalikan; tapi kini kenyataan itu mulai terungkap. Aku tahu aku berhasil membantu Ellie. Aku tahu aku sudah memecahkan misteri ini. Aku tidak merasa lega mengakui kalau aku salah. 

Ellie tidak masuk kelas hari Senin di minggu selanjutnya. Malam itu, aku melihat orang tuanya yang kebingungan sedang diwawancara di saluran berita lokal. Ellie menghilang dari ranjangnya di tengah malam.

Tidak ada tanda kalau ada yang mendobrak masuk, dan tidak ada tanda terjadi perlawanan. Polisi tidak bisa mendapatkan siapa tersangkanya. Pencarian itu berlangsung berminggu-minggu. Sekolah mulai memberlakukan “jam istirahat dalam ruangan”.

Poster dengan wajah Ellie mulai bermunculan di kota kami, terpasang di pohon dan tiang listrik. Kemanapun aku pergi, aku melihatnya. Aku berhenti dari pekerjaanku dua bulan lebih awal. 

Sekarang hampir setiap malam aku terus mengalami mimpi buruk itu. Terkadang aku menjadi anak kecil lagi, terkadang aku orang dewasa. Terkadang aku bermain di loteng, terkadang aku tersesat di hutan.

Terkadang Ellie muncul, memperhatikanku dari kejauhan, memegang buku catatanya di dadanya. Terkadang aku sendirian. Banyak yang berubah kecuali satu hal.
Setiap kali aku melihat wajah Torrag Bokhn… aku terbangun.


Untuk kemudahan navigasi, klik tombol di bawah:


Credits
Cerita oleh: Xezbeth
Original Story klik di sini
Diterjemahkan oleh: Alvin
Dibacakan oleh: Sella, Indy

Background Music:
Myuu


Disclaimer
Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari website creepypasta.fandom.com di bawah lisensi CC BY-SA 3.0.

PS: Ada beberapa bagian (nama dan jenis kelamin) yang kami ubah untuk disesuaikan dengan Narator.

Report

What do you think?

13 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Deretan Lagu Tematik Versi Pernikahan!

Review Film: Dangal | Mengubah Pola Pikir Kita Terhadap Kaum Perempuan!