in

Review Film: Dangal | Mengubah Pola Pikir Kita Terhadap Kaum Perempuan!

Perempuan seringkali dianggap remeh, lemah, tidak pantas berkarya dan aspirasi dari permpuan tidak pernah digubris. Tetapi itu semua telah lenyap karena sudah banyak perempuan di dunia ini mendobrak gagasan-gagasan baru untuk berinovasi dan mampu untuk bersaing dengan kaum Pria

Belakangan ini film Bollywood sudah mengalami perubahan yang signifikan, kedramatisiran yang selalu menjadi teman plot di tiap film Bollywood sudah mulai dihilangkan.

Film Dangal salah satunya, memberikan formula baru dalam dunia perfilman Bollywood dengan mengusung tema yang berasal dari kisah nyata dan tidak meninggalkan kesan yang berlebihan.

Film Dangal menceritakan tokoh Mahavir Singh Phogat (Amiir Khan) seorang mantan pegulat nasional India yang memaksa Geeta Phogat (Fatima Sana Shaikh & Zaira Wasim – Geeta kecil) dan Babita Komari (Sanya Malhotra & Suhani Bhatnagar – Babita kecil) sebagai anak-anak dari Mahavir untuk menjadi pegulat nasional India. 

Dari sinopsis di atas terdapat deretan nama aktor yang diketahui dan juga sosok aktor veteran Bollywood yaitu Amiir Khan. Yang kita ketahui bahwa Amiir Khan merupakan orang yang selektif dalam memilih-milih rangka cerita film.

Amiir Khan secara langsung menempati cast utama dalam film Dangal, disusul oleh bintang film Bollywood lainnya yang ikut mendukung, diantaranya ada Fatima Sana Shaikh, Sanya Malhotra, Zaira Wasim & Suhani Bhatnagar dengan arahan sutradara Nitesh Tiwari yang dinaungi produksi raksasa Hollywood yaitu Disney.

Film ini mengajak kita untuk menghilangkan pandangan umum terhadap kaum perempuan yang selalu dinilai lemah serta dianggap remeh di mata masyarakat, juga mengubah mindset kita sebagai wanita, bahwa wanita pun mampu untuk berkarya serta menjadi sosok yang kuat dan tangguh.

Secara tidak langsung kita diajarkan untuk memutar pola pikir kita terhadap kesetaraan gender yang selama ini menjadi sebuah polemik dan memberikan kesempatan kepada kita untuk mengalisa karakter yang digambarkan dalam film Dangal. 

Nitest Tiwari sebagai sutradara berani mengambil resiko untuk mengangkat film biografi dengan mengubah polanya menjadi tontonan keluarga. Mengandung unsur metode semiotika yang terbagi dalam denotasi, konotasi dan mitos.

Dari kandungan aspeknya saja, rasanya mustahil film ini bisa menjadi tontonan yang menarik nantinya. Karena dari kemasan luarnya saja film Dangal memiliki pemahaman yang sulit untuk dicerna.

Tidak ingin kalah dengan rintangan dari konsep cerita yang berasal dari biografi, Nitest harus memutar otak dengan memberikan perlawanan terhadap gerigi cerita yang sulit dicerna menjadi mudah dipahami.

Report

What do you think?

28 Points
Upvote Downvote

Written by TiaNov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Torrag Bokhn [Part 3 – End]

Naraka: Bladepoint | Ketika Sekiro Bertemu Battle Royale?