in ,

Panggilan 911 yang Tidak Masuk Akal [Part 1]

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita Panggilan 911 yang Tidak Masuk Akal [Part 1]


Kejadian ini sudah aneh dari awal. Seorang wanita bernama Carol menelepon 911 dan mengabarkan bahwa ada orang tak dikenal di dalam rumahnya. Kami melakukan investigasi dan mencarinya hingga ke sudut rumah namun tidak membuahkan hasil.

Biasanya, hal ini bisa dengan mudah dijelaskan. Pikiran seorang lansia yang tinggal sendiri perlahan akan memburuk. Demensia dan masalah mental lainnya dapat mempengaruhi hidupnya. Sungguh, cukup menyedihkan. Namun, wanita ini baru berusia 24 tahun.

Dengan kata lain, sangat tidak mungkin jika dia hanya mengada-ngada. Dia juga tampak sangat putus asa dengan seluruh situasi ini. Buat apa juga dia berakting seperti ini?

Kami meninggalkan tempat dan menyuruhnya menghubungi kami kembali jika dia melihat sesuatu. Sayangnya, kami tidak bisa melakukan apa-apa pada saat itu. Kami agak terkejut ketika mendapat panggilan lagi dari Carol keesokan harinya.

Kami berkendara ke sana dan menggeledah rumah itu lagi. Lagi-lagi kami… tidak menemukan apa pun. Masalahnya adalah … kali ini, rumahnya tampak berbeda. Ada beberapa bagian yang hampir seolah-olah tidak tampak seperti tempat yang kami kunjungi kemarin.

Rekanku – Beck, mengatakan bahwa dia juga menyadarinya, tetapi tidak begitu mengerti apa yang terjadi.

Kami memutuskan untuk tidak mengatakan apapun tentang hal ini saat kami memberi tahu Carol bahwa kami tidak mendapatkan apa-apa. Namun, dia menyuruh kami untuk tetap tinggal. Dia mengatakan kalau dia merekamnya.

Carol mengeluarkan ponselnya dan meyuruh kami untuk menonton bukti rekamannya. Itu adalah rekaman video dirinya di dalam rumah. Dia berlarian sambil terengah-engah. Dan kemudian kami melihatnya.

Sosok yang besar, tampak memakai setelan hitam yang tertutup dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia melangkah ke arah kamera saat Carol berteriak, masuk ke ruangan dan mengunci pintu dari dalam. Ada suara gedoran dari arah pintu, sebelum kami mendengar langkah kaki yang berjalan menjauh.

Kami tidak tahu bagaimana harus bereaksi terhadap rekaman ini, tapi tetap kami proses. Kami berkesimpulan bahwa pria itu pasti pergi, begitu Carol sampai di balik pintu.

Namun, pintu depan terkunci saat  kami datang, dan Carol memberi tahu kami kalau dia belum meninggalkan ruangan. Apakah pria itu juga memiliki kunci rumahnya? Hal ini bisa sangat membantu, tetapi jika benar, hal ini juga dapat memperkeruh keadaan..

Kami memutuskan untuk mengawasi rumahnya malam ini. Kami berpisah, parkir sekitar satu blok di jalan dengan mobil tanpa tanda polisi. Kami berdua benar-benar siap siaga begitu kami melihat sesuatu yang samar-samar.

Sekitar pukul dua pagi, kami melihat seseorang berjalan menyeberang jalan menuju rumahnya. Namun, bukan pria itu. Itu adalah Carol sendiri. aku dan Beck pasti memiliki ekspresi dan reaksi yang sama : Apa-apaan ini?

Kami keluar dari mobil dan berjalan ke sana, mengetuk pintu rumah dengan keras. Namun, tidak ada yang menjawab. Kami dapat melihat lampu berkedip-kedip sesekali, tetapi kami tidak yakin apa maksudnya itu. Apakah dia mencoba menyuruh kami pergi?

Lalu.. Kami mendapat telepon dari operator beberapa saat kemudian. Mereka memberi tahu kami bahwa Carol menghubungi 911 lagi, dia mengatakan bahwa sekarang ada banyak orang di rumahnya. Mereka bertanya apakah kami membutuhkan bantuan. Kami mengiyakan.

Tanpa ragu-ragu, kami membuka paksa pintu dan menerobos masuk. Lampu ruang tamu masih berkedip-kedip, tapi tidak ada yang menyentuh tombolnya. Kami memanggil Carol, tapi tidak ada yang merespon.

Faktanya, tempat itu sangat sepi. Aku bisa melihat rumah-rumah tetangga mulai menyalakan lampu mereka dari keributan. Kami bergegas menaiki tangga dan mulai menyapu setiap kamar. Tapi tidak ada apa-apa.

Sekali lagi, kami mencari di tiap-tiap tempat, tetapi tidak ada apa-apa di sini, bahkan tidak ada Carol, yang kami lihat dengan jelas masuk beberapa saat sebelumnya.

Saat aku mondar-mandir dalam kebingungan, Beck berkata: “Ada ruangan yang seharusnya gak ada.”

“Hah? Maksudnya?” Aku menanggapinya.

“Aku menghitungnya,” jawabnya. “Waktu terakhir kita datang, total ada 9 ruangan. Sekarang ada 10 ruangan. kamu gak ngeh?”

Aku mencoba berpikir keras. Secara tidak sadar, aku tahu ada sesuatu yang salah, tetapi tidak dapat menjelaskan dengan tepat. Tapi, akhirnya aku menyadarinya…

Bersambung di Part 2…



Credits
Cerita oleh: Mr_Outlaw
Original Story klik di sini
Diterjemahkan oleh: Atikachan
Dibacakan oleh: MamaEn, Papachan

Background Music:
Myuu
Horrorin


Disclaimer

Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari website creepypasta.fandom.com di bawah lisensi CC BY-SA 3.0.

Report

What do you think?

17 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

APA ITU – Shadow Tactics: Blades of the Shogun

Lupa Dibawa