in ,

False Awakening

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita False Awakening


Aku tiba-tiba saja sudah berada di lorong panjang, dengan pencahayaan super minim. Ini terlihat seperti lorong di sebuah rumah sakit. Tapi mengapa sepi sekali. Aku bahkan tak tahu lagi apakah ini siang atau malam.

Aku berjalan perlahan sambil sesekali mencoba melihat ke arah kaca di setiap pintu ruangan, mencoba melihat ke dalam setiap ruangan yang kulewati. Tak ada orang. Aku kebingungan. Aku terus berjalan dan berjalan, tapi lorong ini terasa seperti tak berujung. Aku yakin, aku sedang tak baik-baik saja. 

Sampai akhirnya aku melihat seseorang, yang entah darimana asalnya telah berdiri di ujung lorong itu. Ia mengenakan pakaian ala pasien rumah sakit yang terlihat begitu lusuh. Sebagian wajahnya tertutupi rambut hitam panjangnya..

Tak jauh di belakangnya bisa kulihat sebuah pintu, aku pikir itu pasti jalan keluarnya. Ujung dari lorong panjang ini…Ya, semoga saja ! Rasa penasaran sekaligus takut mulai menyelimutiku. Tapi, aku memutuskan untuk berani menyapanya…

“Ha…haloooo…” 

1 detik, 5 detik… 10 detik… oke dia tidak membalas sapaanku. Dia tetap diam berdiri mematung. Keringat dingin mulai mengalir ke pelipisku… bulu kudukku mulai merinding. Aku sadar, ini bukan hal yang bagus.

Aku memberanikan diriku maju perlahan… sampai akhirnya aku bisa melihat mata itu… Langkahku terhenti ! Oh Tuhan, mata tanpa bola mata… Niat hati ingin teriak, tapi aku malah terdiam gemetar. Peluh mulai membanjiri tubuhku. Tidak !!! Dia tiba-tiba berlari kencang ke arahku dan aku tak tahu harus berbuat apa selain berteriak.

“Arghhhh….”  

Sial ! Aku terbangun dari mimpi burukku… Nafasku tak beraturan, bajuku basah oleh keringatku sendiri. Tapiii…. Tunggu ! Ini bukan kamarku ! Lalu aku dimana ? Aku… melihat sekelilingku sebelum akhirnya aku menyadari … kalau aku mengenakan pakaian rumah sakit.

Aku mulai ketakutan. Ada apa ini ? Tiba-tiba pintu ruanganku terbuka dengan sangat perlahan. Oh tidak … jangan katakan dia lagi ! Yah… perempuan itu. Dengan tatapan khas mata tanpa bola mata itu, berdiri di sana, di depan pintu ruanganku yang kini terbuka lebar.

Aku ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Dia kembali berjalan sangat cepat ke arahku, bahkan terlalu cepat, untuk membuatku siap … ketika mata kami kini saling bertatapan begitu dekat. 1 detik…3 detik dan aku menutup mataku ….

“Arghhhh….”  

Aku terbangun sekali lagi dari mimpi burukku… Mimpi ???

Tidak … tidak… aku belum bangun !!! 

Dia lagi … bersamaku… di sampingku… di kamarku !

Tolong… Bangunkan aku !!!


Credits

Cerita dikirim oleh: MamaEn
Dibacakan oleh: Sella

Background Music:
Horrorin


Disclaimer

Cerita ini disubmit oleh MamaEn dan telah menjadi hak milik Tim MalamMalamStories. Cerita ini tidak diperbolehkan untuk disalin, disebarluaskan, diubah dalam bentuk atau format apapun dan untuk kepentingan apapun, tanpa izin tertulis dari pihak Tim MalamMalamStories.

Report

What do you think?

12 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Museum Seni Abstrak [Part 1]

Mitos ‘Lahirnya Anak-Anak Setan’ Saat Gerhana Bulan