in ,

The Morning

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita The Morning


Pagi ini dingin sekali. Aku menyesal telah membayar penginapan mahal ini dan sekarang aku masih sangat kedinginan. Tidak ada perapian di sini, atau sesuatu yang bisa dibakar untuk membuat sedikit kehangatan.

Satu-satunya yang bisa melindungiku adalah selimut tebal yang wanginya sangat menyengat. Hal itu membuatku kesulitan bernapas. Sementara itu.. Terdengar suara langkah kaki dari plafon, tepat di atasku. Suaranya sangat mengganggu, padahal kamarku berada di lantai teratas.

Hampir setiap hari aku mendengar suara itu di penginapan ini. Aku tidak ingin kehabisan napas, jadi aku menyibak selimutku meskipun aku ketakutan dengan suara aneh itu. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang ku lihat setelah itu.

Tubuhku langsung gemetar melihat sosok kurus pucat yang berbaring di sebelahku. Aku ingin berteriak tapi mulutku terasa dikunci. Sosok itu menatapku dan tersenyum. Wajahnya pucat dan masih memiliki bekas luka juga darah yang mengering.

Sekejap, sosok itu menghilang. Sekarang aku bisa bangun untuk mencari Nyonya Nadezda – Pemilik penginapan. Aku sudah tidak tahan dengan apa yang terjadi. Pengalaman-pengalaman horor ini tidak berhenti menerorku.

Aku pun menghampiri Nyonya Nadezda yang sedang duduk santai di meja resepsionis. “Nyonya, aku ingin mendapatkan sedikit penjelasan.. Setiap hari, plafon di atas kamarku berbunyi, tadi malam aku melihat bayangan manusia merayap di cermin, dan pagi ini seseorang berbaring di sampingku. Sebenarnya ada apa dengan tempat ini?”

Nyonya Nadezda tertegun, mulutnya tertutup dan seperti dia tidak ingin menjawab. Namun, dengan sedikit paksaan akhirnya dia mau berbicara.

“Belasan tahun yang lalu, ada keluarga yang ingin menghabiskan liburan natal dan menginap di tempat ini. Saat itu hanya mereka yang menginap. Orang lain lebih memilih menginap di hotel daripada penginapan. Saat malam natal tiba, sekelompok penyusup memasuki penginapan dan membunuh mereka satu-persatu… Tepat dimana kau tidur.. Kamarmu..”

Nyonya Nadezda bergetar, dia tidak ingin aku ketakutan, tapi aku malah merasa semakin takut. Bagaimana jika hantu-hantu itu membunuhku? Dan.. apa hal lebih menyeramkan seperti apa yang akan muncul setelah ini? Aku tidak bisa pulang dan tidak bisa tukar kamar.. Penginapan ini penuh sekali.

Nyonya Nadezda terlihat bernapas lega. Entah ada apa dengannya.

“Tenang saja, teror itu akan berhenti jika kau menceritakannya kembali kepada orang lain, kecuali kepada orang yang sebelumnya bercerita.”

“Tapi.. mana mungkin aku setega itu?”

“Lakukan saja! Apa kau mau bertemu dengan hantu-hantu itu lagi?!” Nyonya Nadezda beranjak dari tempatnya. Aku berpikir keras sambil berusaha membuang jauh-jauh pikiran buruk itu..

Kemudian… Aku mengeluarkan ponselku dan mulai mengetik cerita ini…


Credits

Cerita oleh: retnanning
Source: IG @creepypasta.id
Dibacakan oleh: MamaEn, Papachan

Background Music:
Myuu
Horrorin


Disclaimer

Cerita ini diambil dari akun Instagram creepypasta.id sebagai bagian dari kerjasama antara MalamMalam dengan Creepypasta.id.

Apabila Anda ingin menggunakan materi cerita ini di tempat lain, Anda harus meminta izin dan menghubungi langsung pihak yang bersangkutan. Kami tidak menanggung segala konsekuensi, termasuk konsekuensi hukum yang ditimbulkan akibat dari penggunaan cerita ini.

Report

What do you think?

13 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mitos ‘Lahirnya Anak-Anak Setan’ Saat Gerhana Bulan

Sajian Menyegarkan Salad Buah Kekinian buat Ngemil di Rumah