in ,

Random Acts of Kindness (Kebaikan yang Tidak Direncanakan)

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita Random Acts of Kindness (Kebaikan yang Tidak Direncanakan)


Semua kejadian ini dimulai kemarin.. Saat aku berada di drive-thru dalam perjalanan ke kantor.

Kopiku sudah dibayarkan. Wanita yang berdiri di depan jendela itu memberikan senyuman berseri-seri yang begitu lebar dan mengatakan kalau mobil di depanku sudah membayar minumanku sebagai sebuah Random Acts of Kindness – suatu kebaikan yang dilakukan secara spontan.

“Tapi.. di depan ga ada mobil.” Kataku sambil merasa sedikit konyol karena mengatakan itu. Aku bisa melihat senyumnya sedikit  bergoyang dan tangannya gemetar saat dia membetulkan kerahnya.

“Mobil hitam yang di depan sudah membayarnya.” Ulangnya. Senyumnya terlihat dipaksakan.. Aku melirik ke depan.. Tidak ada apapun..

“Kamu ga apa-apa?” Tanyaku, dan aku bisa melihat bibir bawahnya gemetar.

“Tolong ambil saja kopinya.” Dia berbisik dengan gigi yang tertutup, mencondongkan badannya ke mobilku, seperti takut kalau pembicaraan ini terdengar oleh seseorang.

Aku pun mengambil kopi itu.

Seperti biasa, perjalanan ke kantor cukup macet. Aku jadi teringat dengan wanita di drive-thru tadi. Aku tahu kalau tahun ini adalah tahun yang menyulitkan semua orang, tapi dia terlihat ketakutan. Seperti seekor kelinci yang akan diterkam singa.

Aku meneguk kopiku dan menghela nafas. Selama beberapa bulan terakhir, bosku memberikan cukup banyak tekanan. Rasanya terjebak macet jauh lebih melegakan daripada berada di kantor. James adalah tipe bos yang mendapat kesenangan dari mempermalukanku.

Trik favoritnya adalah memanggilku ke depan saat meeting dan membuatku menjawab pertanyaan yang akupun tidak tahu jawabannya. Melihat wajahnya yang sombong menatap padaku ketika aku dipermalukan membuatku ingin mengemudi selambat mungkin setiap harinya. Aku harap sesuatu yang buruk terjadi padanya.

Dan di situ, aku melihat mobil itu untuk pertama kalinya… Sebuah mobil sedan hitam.. Tepat di belakangku.

Aneh… Aku yakin kalau beberapa detik yang lalu itu adalah mobil Convertible berwarna merah. Aku memutar leher ku ke arah spion belakang untuk melihat si pengemudi.. dan melihat sosok pria yang mengenakan jas hitam. Dia tersenyum, sebuah senyuman yang begitu lebar.

“Astaga!” Ponselku berdering, itu mengagetkanku. “Halo?”

“Lara?” Telepon itu dari Gina, sekertaris bosku. Suaranya terdengar tergesa-gesa dan sayu, seperti seseorang yang terkena flu.

“Kamu kenapa Gin? Lagi sakit?”

“Tidak..” Bisiknya. “James.. Mereka menemukannya satu jam yang lalu. Lara. Dia meninggal.” Ya Tuhan.

“Hah? Kok bisa?” Aku mendengar Gina tidak bisa lagi menahan tangisnya.

“A-Aku… Kata polisi aku tidak boleh- Aku harus memintamu untuk tidak pergi kerja hari ini.” Kata-katanya terdengar gagap, dan aku langsung mengatakan kalau itu tidak masalah. Aku pun berputar dan pulang. Aku melihat pria di mobil hitam itu saat memutar mobilku.

Mungkin hanya imajinasiku saja, tapi aku rasa senyumnya tampak semakin lebar.

Pagi ini aku menemukan sebuah paket di depan pintu rumahku. Sebuah kotak kecil, dibungkus dengan rapi menggunakan kertas dengan warna kesukaanku.

Sebuah mobil hitam memutari tempat parkir saat aku mengambil paket itu. Aku membawanya ke dalam dan mengunci pintu rumahku.

Ketika aku membuka paket tersebut, baunya langsung menusuk hidungku. Itu seperti bau bangkai… Aku harus menutup hidung ku saat membuka penutup kotak itu.

Isinya.. Adalah sebuah kepala.

Kepala James.. Dengan pita emas dan sebuah catatan yang diletakkan di atasnya.

Aku berlari ke kamar mandi dan langsung muntah di toilet. Ini tidak mungkin.. Kemudian aku mengambil ponselku dan menelepon polisi.

“Halo?” Jawabnya, lalu aku menjawab dan menjelaskan semua hal yang terjadi sambil terengah-engah. Paket… Mobil… Catatan di atas kepala.

“Baca catatan itu.” bisik petugas itu.

“Hah?”

“Kumohon. Lakukan saja. Dia tahu kalau kamu belum membacanya.” Kemudian teleponnya terputus..

Setelah tiga jam dan setengah botol Whisky.. Akupun melakukannya. Aku bisa mendengar suara mobil yang berjalan mengitari perumahanku.. Rasanya aku mulai gila.

‘Catatan itu dimulai dengan:

‘Halo Lara’

‘Hari ini, seorang pria akan memintamu untuk melempar koin untuknya. Tapi, apapun hasil yang keluar, kamu harus mengatakan kalau yang keluar adalah bagian ekor’

Aku kembali meminum whisky itu sampai aku tak sadarkan diri.. Ketika aku bangun, catatan maupun kepala James sudah tidak ada.. Tapi bau bangkai itu masih menusuk sampai ke dalam karpet.

Setelah beberapa jam berlalu.. Pria itu menghampiriku. Waktu itu aku sedang berada di pom bensin untuk membeli sebotol whisky lagi dan mencoba untuk melupakan semua yang telah terjadi. Mungkin aku terlalu stress, atau mungkin memang tidak pernah ada paket itu.

“Permisi.. Boleh saya minta tolong?” Pria itu pendiam dan matanya terlihat lelah. “Boleh kamu lemparkan koin untukku?” Aku bisa merasakan dadaku terasa sesak, mencoba untuk menyembunyikan ekspresi ngeri dari wajahku.

“Ya, boleh.” Suara ku bergetar… Aku mengambil sebuah koin.. Melemparnya ke udara… lalu aku mengintip hasilnya.

Kepala…

“Ekor..” jawabku. Ekspresi pria itu langsung memuram.

“Sudah ku duga…” Katanya, kemudian dia memberikan senyum yang dipaksakan. Dia lalu keluar tanpa membeli apapun.

Ketika aku meraih kantong celanaku untuk mencari beberapa uang koin lain, aku merasakan sesuatu seperti kertas di ujung jariku.

Itu adalah sebuah catatan.

Hah ?! Kok bisa ?! Aku bahkan tidak menyadari ada orang yang memasukkan catatan itu. Ataukah catatan itu memang sudah ada di dalam sana dari tadi?

‘Terima kasih Lara untuk kebaikan spontan mu. Petunjuk lainnya menyusul.’

Apa ini ?! Semacam prank atau semacamnya? Apakah pria yang memintaku untuk melempar koin juga terlibat?

Aku sempat yakin kalau ini hanyalah sebuah prank yang buruk. Lalu.. aku melihat pria tadi di dalam mobilnya. Ada sesuatu yang berkilauan di tangannya, memantulkan cahaya. Aku menyipitkan mataku.. Mencoba untuk melihat benda itu. Dia mengarahkannya ke atas, menempelkannya di dagu.

Kemudian… Aku mendengar suara tembakan.


Credits

Cerita oleh: KatrinCiernan
Original Story klik di sini
Diterjemahkan oleh: Papachan
Dibacakan oleh: MamaEn, Papachan

Background Music:
Myuu
Horrorin


Disclaimer

Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari r/nosleep. Kami sudah meminta izin kepada Penulis untuk menerjemahkan dan membacakannya di seluruh platform MalamMalamStories.

Report

What do you think?

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sajian Menyegarkan Salad Buah Kekinian buat Ngemil di Rumah

Pulung Gantung – Benarkah Bola Api Ini Penyebab ‘Bunuh Diri’ ?