in ,

Belum Tidur ?

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita Belum Tidur?


Dulu.. aku tidak pernah kesulitan untuk tidur nyenyak. Hanya perlu memejamkan mataku, mengistirahatkan kepalaku di atas bantal, dan ketika aku membuka mataku beberapa detik kemudian..  Pasti sudah pagi.

Ya… itu dulu.

Sekitar satu minggu yang lalu, ketika aku akan tidur, aku mendengar suara yang ribut dari bawah. Jadi aku pergi ke bawah untuk mengeceknya. Ternyata salah satu  jendela di ruang tamu terbuka, dan lampu meja di sebelahnya sudah ada di lantai, hancur berkeping-keping.

Aku menghela nafas dan menutup jendela itu. Kemudian aku mengambil sapu dan serokan, lalu membereskan sisa-sisa lampu meja itu. Di titik ini, aku merasa sangat lelah. Jadi aku memaksa kakiku untuk menaiki anak tangga, kembali ke kamarku.

Kehangatan dari tempat tidur terasa begitu nyaman. Hal ini membuatku bertanya-tanya, mengapa aku kesulitan untuk tidur? Seperti yang ku katakan sebelumnya, aku tidak pernah kesulitan untuk tidur nyenyak. Terlebih, ketika aku merasa lelah dan ingin tidur.

Jadi apa yang membuatku tetap terjaga malam itu?

Tiba-tiba.. Rambut-rambut di belakang leherku berdiri dan aku merasa merinding.. 

“Belum tidur ?”

Ada suara bisikan di telingaku. Aku terdiam.. Membeku.. Siapapun yang mengatakan itu sangatlah dekat. Aku bahkan bisa merasakan nafasnya di telingaku.

Aku tidak bereaksi.. Aku berusaha keras untuk berpura-pura tidur. Berharap, siapapun yang ada di sampingku sekarang akan meninggalkanku. Setelah beberapa menit, aku sudah tidak merasakan nafas di telingaku. Tetapi, aku masih tidak bergerak.

Aku tidak ingin bergerak sebelum aku melihat matahari terbit. Seumur hidupku, aku tidak pernah merasa begitu bahagia ketika melihat cahaya matahari menembus jendela kamarku.

Aku langsung melompat bangun dari tempat tidur, mengganti pakaian, mengambil kunci mobil dan berlari menuju pintu keluar – Aku masih sempat melihat pada meja yang kosong karena lampunya sekarang sudah pecah.

Kemudian aku pergi ke rumah teman baikku dan menceritakan padanya apa yang terjadi. Dia mengatakan kalau aku boleh menginap di rumahnya selama beberapa hari, lalu menelepon polisi saat aku berusaha menenangkan diri dengan secangkir kopi.

Seperti yang bisa ditebak, petugas polisi menanyai ku lalu aku memberikan kunci rumahku agar mereka bisa memeriksanya dan melihat apakah mereka bisa menemukan barang bukti.

Siangnya, mereka kembali untuk mengembalikan kunci rumahku dan mengatakan kalau mereka tidak menemukan tanda-tanda kalau masih orang di dalam rumahku.

Entah karena merasa kurang yakin, atau mungkin karena gelisah, aku memutuskan untuk tinggal di rumah temanku sampai akhir minggu. Temanku menawarkan diri untuk menginap di rumahku, tetapi aku meyakinkan dia kalau sekarang harusnya baik-baik saja.

Sesampainya di rumah, aku mengeceknya sekali lagi.. Ya, berjaga-jaga. Setelah aku merasa yakin, aku pun merangkak ke tempat tidur dan memejamkan mataku.. Berharap untuk mendapatkan tidur yang nyenyak minggu ini.

Tiba-tiba.. Aku merasakan sengatan yang menyakitkan pada sisi badanku. Aku merabanya untuk mencari tahu apa yang terjadi.. Dan melihat tanganku dilumuri darah.

“Aku rasa, waktu itu kau belum tidur,”

Bisik suara itu…


Credits

Cerita oleh: Anonim
Original Story klik di sini
Diterjemahkan oleh: Papachan
Dibacakan oleh: Papachan

Background Music:
Myuu
Horrorin


Disclaimer

Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari website creepypasta.fandom.com di bawah lisensi CC BY-SA 3.0.

Report

What do you think?

12 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cimol Gomoy Ala Mba Cimol si Pecinta Micin!

Ghoul: ‘Monster’ Dari Arab Kuno