in ,

Aku Masih Di Sini

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita Aku Masih Di Sini


Pagi itu aku tidak sengaja melihat koran tentang berita kematian dan aku melihat fotoku di sana. Jiwa suka menolongku membuatku tak lama menikmati hidup … Tapi aku tidak pernah menyesali itu !

Aku berjanji untuk selalu melindungi orang-orang yang aku sayangi. Mungkin itu bisa menjadi alasan, mengapa sampai saat ini aku tidak berada di alamku dan tetap berada di sini.

Anak kecil itu terus menatapku, aku kasihan dengannya yang bermain bola sendirian. Aku tidak menyukai permainan itu, jadi aku tidak bisa menemaninya bermain. Sebentar lagi malam tiba, ia masih terus saja bermain sampai akhirnya ibunya datang menghampiri. 

“Nak, mainnya sendirian aja ? Ayo pulang ! ” 

Anak itu menjawab …“Enggak ma, ada kakak itu.. setiap hari dia berdiri di pojok sambil menemaniku bermain.” 

Sejak saat itu, anak kecil itu tidak pernah terlihat lagi, mungkin ibunya sudah melarangnya bermain di sini.

Ah… Kebiasaan mama yang suka lupa mematikan kompor membuatku khawatir setiap harinya. Seperti hari ini, mama lupa lagi. Aku mencarinya ke kamarnya, tapi kamarnya kosong. Hmmm… Mama di sini lagi rupanya, di kamarku. Memandangi fotoku dan menangis. Ahh…Andai mama tahu, kalau aku juga sangat merindukannya…

“Mama di sini lagi ya?” Mama buru-buru menyeka air matanya.

“Mama jadi ke makam kakak ga hari ini ?” Tanya adikku.

Mama mengangguk. “Kamu sendirian di rumah ga apa-apa kan ?”

“Ga apa-apa ma.”

Sore itu, mama dan papa mengunjungi makamku. Aku tidak ikut, entah kenapa aku lebih memilih untuk tetap di rumah bersama adikku. 

Aku melihat adikku tertidur pulas sore itu. Matanya bengkak. Entah karena terlalu sibuk bermain game hingga larut malam – padahal dia perempuan – atau karena keseringan menangis. Sudah lama aku tidak memarahinya.

Pukul 11 malam. Mama dan papa belum kembali. Firasatku, mereka mampir ke rumah nenek dulu. Adikku masih asik dengan game favoritnya. Tiba-tiba ada suara berisik dari lantai bawah.

Sekumpulan orang yang tidak kukenal berada di sana. Mereka mau apa? siapa mereka? Oh Tidak! Mereka memegang beberapa barang tajam.

Adikku menyadari ada orang di bawah sana, dan dia yakin itu bukan orang tua kami! Dia mulai panik ketakutan. Sial, orang-orang itu juga menyadari, rumah ini tidak sedang dalam keadaan kosong! Mereka berlarian ke atas, adikku buru-buru bersembunyi.

Kurang dari 15 menit tidak ada suara apapun. Bahkan tadi pintu-pintu seperti tertutup.

“Hmm…mereka mungkin sudah pergi” 

Adikku keluar dari persembunyiannya dan turun ke bawah melihat situasi.

..

“Gadis itu mengunci pintunya yang terakhir, lucu sekali padahal kita sudah di dalam.”

Ya, lucu sekali. Kalian juga tidak menyadari ada aku di sini !

Aku menatap mereka dengan tajam.

Mereka…

Yang terdiam melihatku.


Credits

Cerita oleh: Indy
Dibacakan oleh: Indy, PapaChan

Background Music:
Myuu


Disclaimer

Cerita ini disubmit oleh Indy dan telah menjadi hak milik Tim MalamMalamStories. Cerita ini tidak diperbolehkan untuk disalin, disebarluaskan, diubah dalam bentuk atau format apapun dan untuk kepentingan apapun, tanpa izin tertulis dari pihak Tim MalamMalamStories.

Report

What do you think?

12 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yuk Kenalan sama Dessy Eve, Penulis Novel “Galashena” di Wattpad

Dry Bones – Permainan Petak Umpet Bersama Iblis