in ,

Jendela

Klik tombol play di atas untuk mendengarkan cerita Jendela


Aku sebetulnya tidak tahu harus mulai dari mana – tapi kurasa semua ini bermula saat aku masih kecil.

Setiap kali kamu memikirkan kata “masa kanak-kanak”, yang kamu bayangkan pasti kebahagiaan, dan kamu sangat beruntung bisa memiliki itu. Masa kecilku adalah sebuah mimpi buruk.

Masa kecilku didominasi dengan apa yang bisa disebut sebagai gambaran hidup dari iblis itu sendiri. Aku didiagnosa dengan “Hypnagogia”, sebuah gangguan yang menyebabkan halusinasi parah yang terjadi saat seseorang mau tidur, atau setidaknya itu yang mereka katakan.

Aku tidak pernah percaya omong kosong mereka; tentu aku punya alasan yang kuat. Setiap kali aku tidur waktu malam, makhluk ini muncul di jendela kamarku.

Dia terlihat kurus dengan lengan yang panjang yang aneh. Kakinya melengkung ke belakang seperti anjing, kulitnya putih pucat, matanya hanyalah dua lubang kosong dengan kegelapan yang tidak berujung.

Dia akan menaruh jari-jarinya yang kurus ke jendela dan menatapku dengan tajam. Aku membeku setiap kali itu terjadi. Aku tidak bisa bergerak, atau berteriak. Mereka bilang itu hanya salah satu halusinasiku, tapi bagaimana mungkin sebuah halusinasi meninggalkan jejak kabut di jendela?

Setelah berbulan-bulan menjalani terapi dan bereksperimen dengan berbagai macam pengobatan, halusinasi itu berhenti. 17 tahun kemudian, saat aku sudah berumur 22 tahun dan berada di dalam dunia nyata. Aku tinggal di rumah kecil sederhana yang aku beli dengan kerja keras. Aku bahagia dengan hidupku, aku tidak mengerti kenapa bisa berubah jadi seperti ini. 

Aku sedang menonton TV sambil duduk di sofa saat aku melihat handphone-ku: “12:07”

“Sial”, umpatku, “besok aku harus kerja”. Aku matikan TV-nya dan kembali ke kamar tidur. Aku langsung naik ke ranjang tanpa mengganti baju dan celana jeans yang masih aku pakai; aku terlalu lelah untuk ganti baju.

Aku mulai menutup mata, tapi aku merasa ada yang aneh. Aku merasa seperti sedang diawasi; aku melihat ke arah jendela, dan jantungku seperti berhenti. Dia ada di situ, makhluk sialan yang pernah menyiksaku saat kecil.

Dia masih terlihat sama seperti waktu itu, kulit putih pucat yang sama, dua lubang yang sama, dan bentuk tubuh yang sama. Aku bisa merasakan tubuhku seperti mendadak membeku semalaman itu. Aku terlalu takut untuk bergerak. 

Akhirnya matahari terbit, dan makhluk itu merangkak menjauh dari jendela. Aku ingat kalau aku pingsan setelah dia pergi. Ini kembali terjadi selama empat minggu selanjutnya, aku tidak mengerti kenapa ini terjadi.

Dia akan mengawasiku sepanjang malam, dan aku akan pingsan di pagi harinya akibat kelelahan. Aku kehilangan pekerjaanku setelah kesabaran atasanku mencapai batasnya karena aku tidak pernah datang. 

Aku mencoba menutup jendela itu dengan papan kayu, tapi saat aku kembali papan itu sudah tidak ada tidak peduli berapa kali aku mencobanya lagi. Di satu kesemaptan aku tertidur di sofa dan ada di kamar tidur saat terbangun, tentunya dengan makhluk itu sudah ada di jendela. Aku tidak bisa kabur.

Siapa yang sangka, kalau keadaan bisa bertambah buruk. Pada suatu malam, makhluk itu merangkak ke jendelaku dan bukannya menempatkan tangan dia di jendela seperti biasa, dia memegang bagian bawah jendela.

Aku tidak begitu yakin apa yang akan dia lakukan sampai aku mendengar suara keras dari jendela yang diangkat. Makhluk sialan itu berusaha untuk masuk. Dia tidak membukanya sampai habis, hanya sedikit tiap malamnya, setiap malam jendela itu sedikit lebih terbuka dari malam sebelumnya.

Itu dua minggu lalu; kemarin malam dia membukanya sampai ke titik jendela itu hampir terbuka seluruhnya. Dia harus membuka jendela itu sepenuhnya kalau dia mau masuk, dan aku tahu apa yang akan terjadi malam ini.

Itu lah kenapa aku duduk di kasur sambil mengetik ini. Matahari mulai terbenam; sebentar lagi malam tiba. Aku sudah lelah menghadapi semua ini. Aneh rasanya, saat aku tahu setiap kata yang sedang aku ketik bisa jadi yang terakhir.

Aku tahu sekarang kalau semua ini bukan halusinasi; aku selalu yakin itu. Kenapa mereka berbohong, aku masih tidak mengerti – aku harus pergi, aku bisa mendengar dia mendekati jendela.


Credits

Cerita oleh: Sleepless777
Original Story klik di sini
Diterjemahkan oleh: Alvin
Dibacakan oleh: Dezma

Background Music:
Myuu
Horrorin


Disclaimer

Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari website creepypasta.fandom.com di bawah lisensi CC BY-SA 3.0.

Report

What do you think?

12 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Film: Whiplash

Grup Band Ini Pernah Populer Berkat Program Radio!