in ,

Schulfeuer


Aku suka sekali menatap langit senja…Mengingat kenangan manis saat bersekolah, terutama saat bersama sahabat-sahabatku.

Tiga hari yang lalu aku masih di sana..

Sekolah asrama bertaraf internasional pilihan orangtuaku..Meskipun bangunannya sangat tertutup dan lebih mirip penjara – Hanya memiliki satu pintu untuk keluar masuk, tapi kami semua menikmatinya.

Penghuni di sana semuanya perempuan, jadi suasananya lebih tenang daripada saat bersekolah dengan laki-laki pembuat onar di dalam kelas. 

Kami hanya bisa pulang ke rumah saat musim ujian selesai. Oleh karena itu, kami semua sudah seperti saudara.

Setiap empat siswi tidur dalam satu kamar. Aku dan teman-teman sekamar biasa bertukar cerita menjelang waktu tidur. Tapi sepertinya hanya sedikit yang mereka percaya dari perkataanku.

Schulfeuer

Aku bilang kalau aku sering mencium bau daging panggang saat pelajaran berlangsung di kelas, mereka hanya tertawa dan berpikir kalau aku merindukan masakan ibu.

Aku bilang, langit-langit kelas kita itu seperti kertas yang terbakar, tapi mereka menganggapnya gurauan.

Sebenarnya, aku tak pernah melihat hal yang ganjil, tapi sering kali terasa atau sekilas terbayang dalam khayalanku. Seperti terdengar banyak siswa berlarian ketakutan dan berteriak di lorong-lorong kelas. Dan itu sering sekali terjadi, membuat konsentrasi belajarku terganggu.

Teman dan guru-guruku bilang, akhir-akhir ini aku sering sekali melamun… Sebenarnya aku sadar betul akan hal itu, tapi aku tidak bisa mengatasinya.

Saat aku menceritakan keluhanku pada petugas medis di sekolah, dia pun hanya memberiku obat penenang, dan menyarankanku untuk tidur lebih awal.

Yang aku ingat adalah hari terakhir kami menjalani ujian sekolah, aku menjerit histeris karena khayalanku terasa semakin nyata… guru-guru membawaku ke sebuah ruangan yang aku tidak pernah sadar kalau ruangan itu ada. Ini mungkin semacam kamar karantina, ruangan yang sama seperti kamar tidur kami. Hanya saja, dilengkapi dengan tangga dan pintu pesi di langit-langit ruangan.

Mungkin mereka pikir aku gila.

Aku di sini, sementara lembar terakhir kertas ujianku belum sempat ku selesaikan.

Aku tidak tahu, mungkin mereka benar.. Bahkan malam itu, khayalan yang selama ini menggangguku terasa begitu nyata. Suara teriakan banyak siswi, bau daging panggang yang menyengat, lalu, aku mulai melihat asap masuk ke celah-celah pintu kamarku.

Aku seakan tidak bisa membedakan khayalan dan kenyataan. Pandanganku mendadak gelap, suhu tubuhku meningkat drastis, dadaku sesak, lalu… aku merasakan rintik hujan di dalam ruangan. Kemudian… Aku terbangun di ruangan yang berbeda.

Orang tuaku ada di dekatku, menatapku yang terbaring lemah dengan mata yang redup penuh haru. Kami dipertemukan padahal musim ujian sekolah belum selesai. Di satu sisi aku bahagia, karena bisa melepas rindu pada keluargaku.

Tapi, hari ini aku merasa sangat hancur.. Mengingat bahwa aku tidak bisa menepati janji pada sahabat-sahabatku.. Janji untuk lulus bersama.

Schulfeuer

Credits

Cerita oleh: @andriani_citra
Dibacakan oleh: Dezema

Background Music:
Myuu
Horrorin


Disclaimer

Cerita ini diambil dari IG: creepypasta.id sebagai bagian dari kerjasama antara MalamMalam dengan Creepypasta.id.

Report

What do you think?

10 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seni Menempel Tisu dalam Balutan Tangan ala @jari_indahati

5 Lagu The Beatles untuk Kamu yang Lagi Kasmaran