in ,

Kebutuhan Anime untuk Musisi Jepang

“walaupun bernada barat musik jepang tidak pernah kehilangan akar Jepangnya. Walau penggarapan musiknya modern, tapi siapa pun yang mendengarnya bisa menangkap bahwa ini musik Jepang”

Kalimat di atas adalah sepenggal dialog dalam film Gie. Ira, teman Soe Hok Gie yang mengutarakan demikan seusai menyaksikan sebuah film. Lalu Soe Hok Gie menjawab “Suatu akar yang kuat memang tidak bisa dikalahkan oleh kebudayaan Barat”.

Apa yang disampaikan Ira banyak benarnya. Sampai sekarang musik Jepang tak pernah meninggalkan dasarnya. 

Japanese Pop (J-Pop) terdengar jelas memiliki ciri suara yang khas sehingga suara yang didengarkan melalui platform dan suara aslinya tidak berbeda. Hal ini karena Jepang memiliki selera dan aturan tersendiri mengenai hal ini. 

Selain itu, J-Pop juga masih jarang menggunakan musik elektro, meskipun sekarang mulai banyak musisi yang menggunakannya, Anime untuk Musisi Jepang.

Awalnya, karakter musik J-Pop memiliki tempo yang cepat hasil percampuran komposisi Jepang dan barat. Namun, seiring perkembangan musik itu sendiri, ada pula yang memiliki tempo lambat dengan sentuhan khas Jepang. 

Tidak perlu jauh-jauh melihat ke Jepang sana untuk mengklaim hal tersebut. Grup Band Indonesia, J-Rock, mengejawantahkan apa yang dikatakan Ira dalam film Gie.

Keempat personel J-Rock asli Indonesia. Mengusung Japanese Rock, mereka benar-benar membuat lagunya asli Jepang.

Yang membedakan hanya bahasa. Sedangkan suara Iman sang vokalis, dan tempo lagu yang dibawakan punya akar Jepang yang kental.

Anime Sebagai Tolak Ukur Kesuksesan?

Ada fakta menarik yang terjadi dalam permusikan Jepang. Kesuksesan setiap lagu di sana selalu beriringan dengan manga atau anime.

Memang, setiap film, serial, atau apa pun itu selalu ada musiknya. Tapi apa yang terjadi di Jepang sedikit berbeda.

Para penyanyi di sana berlomba-lomba agar lagunya terpilih jadi soundtrack anime atau manga. Banyak yang bilang penyanyi Jepang bisa dikatakan sukses jika karyanya terpilih sebagai soundtrack anime.

Tak sedikit pula yang menganggap para musisi ini memanfaatkan kepopuleran anime sebagai batu loncatanan kariernya. Tapi mereka punya alasan kuat menjadikan anime sebagai batu loncatan.

Hak cipta di Jepang dikenal cukup rumit. Belum lagi profit untuk musisi yang tak seberapa. Hal ini membuat industri musik Jepang sering dianggap raja kandang. 

Banyak dari pemilik label yang hanya mengincar pasar domestik saja. Mereka tidak mampu menyasar pasar global karena profit yang dihasilkan tidak sepadan dengan usaha kerasnya.

Maka dari itu musisi dari Negeri Matahari Terbit memanfaatkan anime yang sudah menjadi budaya dan mendunia. Kepopuleran anime di sana tidak lekang oleh zaman. Bahkan di Indonesia anime maupun manga punya pangsa pasar yang besar.

Salah satu band terkenal Jepang adalah Asian Kungfu Generation. Mengusung genre J-Rock band yang terbentuk 1996 mulai dikenal dunia kala mengisi soundtrack Naruto.

YouTube player

Hampir semua orang tahu Naruto. Tapi tidak banyak yang mengenal Asian Kungfu Generation. Barulah saat lagu bertajuk “Haruka Kanata” didapuk sebagai soundtrack Naruto mereka dikenal dunia.

Anime yang sedang booming saat ini, Attack on Titan, juga punya soundtrack luar biasa. Pengisi soundtrack Anime yang kini telah memasuki musim keempat ialah Linked Horizon lewat lagu berjudul “Guren no Yumiya”.

Masih banyak lagi musisi terkenal Jepang yang mengisi soundtrack anime. Sebut saja Yui, Lisa, maupun Flow.

Uniknya, satu judul anime kerap diisi beberapa musisi. Pun sebaliknya. Musisi-musisi tersebut juga turut mengisi soundtrack di banyak anime. Salah satunya Naruto. Setidaknya ada empat musisi yang mengisi soundtrack anime tersebut.

Selain Asian Kungfu Generation, ada Flow (Go), Ikimonogakari (Blue Bird), dan Yui, penyanyi wanita Jepang yang disebut-sebut sebagai ratu anime karena lagu garapannya banyak dipercaya sebagai soundtrack. Salah satunya Naruto Shippuden (Love & Truth).

Bukan cuma Naruto, Asian Kungfu Generation, Flow, dan Yui juga sama-sama mengisi soundtrack anime terkenal Jepang, Bleach.

Setiap lagu yang terdapat di anime-anime jelas berbeda-beda. Baik itu mereka yang mengusung J-Pop maupun J-Rock. Tapi sebagaimana disebutkan di atas, musik mereka punya satu akar yang kuat, yakni akar Jepang.

Sumber

Penulis : Wanda

Report

What do you think?

10 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Annora Petrova

Kisah Tragis Jeremy Delle yang Diabadikan Pearl Jam