in ,

Menyibak Misteri Lagu Gloomy Sunday

“Sunday is gloomy/ my hours are slumberless// Dearest/ the shadows I live with are numberless// Little white flowers will never awaken you/ Not where the black coach of sorrow has taken you Angels have no thought of ever returning you// Wolud they be angry if I thought of joining you/ Gloomy Sunday” 

Kalian pernah gak dengar lirik lagu di atas itu? Lagu galau ini sangat jarang kalian dengar di televisi atau di radio mainstream. Bagi yang pernah dengar tentu tahu soal misteri tentang lagu ini. 

Di Hungaria, lagu ini pernah dianggap sebagai pemicu seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Bahkan media ternama Inggris, BBC melarang lagu ini diputar dari 1941 sampai 2002. BBC sendiri saat memutuskan melarang pemutaran lagu ini menyebut bahwa Misteri Lagu Gloomy Sunday terlalu suram dan mengecewakan untuk diperdengarkan. 

Stigma yang melekat pada lagu ini bahkan membuat kelompok sosiolog asal Amerika Serikat meneliti kaitan bunuh diri dengan lagu berjudul Gloomy Sunday. 

Sosilog Steven Stack, Karolina Krysinska, dan David Lester menuturkan bahwa melodi lagu ini digubah oleh Rezso Seress. Dalam penelitian yang berjudul Journal of Death and Dying, para sosiolog ini menjelaskan bagaimana lagu ini menjadi mitos tentang bunuh diri. 

Berdasarkan jurnal para sosiolog ini, mereka menyebut Seress adalah seorang Yahudi Hungaria yang tinggal di Prancis. Sehari-harisnya, Seress berprofesi sebagai pianis. Ia memiliki seorang kekasih yang menganggap pekerjaan Seress tak memiliki masa depan. 

Misteri Lagu Gloomy Sunday

Kekasihnya ini menekan Seress untuk mencari pekerjaan yang lebih menguntungkan. Seress berada di kondisi depresi karena kemudian sang kekasih memilih untuk meninggalkan dirinya. Berada di tekanan berat dan depresi, Seress memutuskan untuk mengakhir nyawanya. 

Akan tetapi ada cerita versi lain yang menyebut bahwa sebenarnya yang bunuh diri ialah kekasih dari kawan Seress, Laszlo Javor, penggubah lirik Gloomy Sunday.

Lagu Gloomy Sunday mulai dikenal pada era 30-an. Awalnya lagu ini beberapa kali ditolak oleh dapur rekaman. Lagu ini yang awalnya berbahasa Hungaria kemudian diubah oleh komposer Amerika Serikat, Sam M.Lewis dan Desmon Carter ke dalam bahasa Inggris. 

Yang perlu dicatat ketika lagu ini menjadi terkenal dan dikaitkan dengan peristiwa bunuh diri, suasana dunia saat itu tengah didera depresi besar-besaran atau yang dikenal dengan peristiwa Great Depression. Tiga tahun setelah lagu ini dirilis dilaporkan ada 17 peristiwa bunuh diri setelah mendengarkan rekaman atau melihat pertunjukkan langsung lagu Gloomy Sunday.

Bisa kalian bayangkan, kalian berada di kondisi dunia yang hancur karena masalah ekonomi berkepenjangan. Kalian tinggal di rumah yang tak layak, kondisi perut lapar, dan penderitaan lain yang datang silih bergenti. Di suatu sore yang mendung, kalian mendengar lagu ini, kalian seperti endapat dorongan untuk mengakhiri penderitaan dengan bunuh diri. 

“Dorongan seseorang untuk bunuh diri ketika mendengar lagu ini dapat dikaitkan dengan suasana hati, terutama kondisi semua orang saat itu yang mengalami depresi,” tulis Steven Stack dkk. 

Menariknya mitos bahwa lagu ini menjadi pemicu bunuh diri terus berlangsung selama beberapa tahun mendatang setelah masa Great Depression berakhir. 

Pada 1941, Gloomy Sunday kembali dinyanyikan oleh biduan jazz Billie Holiday. Lama setelah itu, Ray Charles, Sinéad O’Connor, Elvis Costello, Sarah McLachlan, Sarah Brightman, Diamanda Galas, grup musik Christian Death, Heather Nova, dan kekinian Bjork turut menyanyikan lagu ini.

Tapi tepatkah Gloomy Sunday dikutuk sebagai biang kerok bunuh diri massal? Tentu jawabannya seperti yang dikatakan Sosiolog Steven Stack dkk bahwa itu semua tergantung pada kondisi suasana hati pendengar dan latar belakang kondisi sosial serta gangguan kejiwaan. 

Jika melihat lirik lagu “Gloomy Sunday”, lagu ini menggambarkan di suatu Minggu yang suram telah terjadi sesuatu yang tidak terduga, bahwa seorang kekasih telah meninggal dunia, meninggalkan seseorang yang sangat mencintainya. 

Setelah kematian seorang kekasih tersebut, kehidupan orang ini menjadi suram dan kehidupan yang dilewati penuh dengan bayang-bayang kekasih yang tercinta.

Orang tersebut juga melalui hari-harinya dengan penuh kegelisahan yang tak tertahankan. Pada satu titik, ia membuat suatu keputusan untuk mengakhiri semuanya dengan cara bunuh diri. Keputusan itu dilakukan demi bertemu dan hiduo bersama lagu dengan kekasihbta. Semua itu terjadi di Minggu yang suram Misteri Lagu Gloomy Sunday.

Beberapa tahun lalu lagu ini menjadi viral di Indonesia dan semua orang berbondong-bondong untuk mengupas misteri lagu ini. Ada yang menyebut lagu ini membuat rasa takut muncul. Ada juga yang mengatakan bahwa lagu ini bisa mengosongkan pikiran. 

Sebenarnya lagu sejenis Gloomy Sunday juga cukup banyak. Misalnya lagu berjudul Suicide Solution. Lagu ini pada 1984 menjadi masalah hukum. Lagu milik rocker Ozzy Osbourne ini dianggap menjadi pemicu seorang remaja bunuh diri. Orang tua si anak lalu membawa Ozzy ke pengadilan. 

Meski begitu lagu Gloomy Sunday tetap memiliki predikat lagu paling menyedihkan yang pernah ada. Seress dalam memoarnya pernah menulis kalimat pedih bagaimana lagu ini ternyata membuat ia dan banyak orang lain berada dalam kondisi tak kuat menanggung beban hidup. 

“Saya berdiri di tengah kesuksesan yang mematikan ini sebagai seseorang yang tertuduh. Ketenaran yang fatal ini menyakitiku. Saya tumpahkan kekecewaan hati saya ke dalam lagu ini dan tampaknya orang lain dengan perasaan seperti saya juga memiliki luka sendiri dalam hatinya,” tulis Serres sebelum memutuskan lompat dari apartemennya di Budapest pada 1968.

Sumber

Penulis : Galih

Report

What do you think?

12 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kisah Tragis Jeremy Delle yang Diabadikan Pearl Jam

Belajar Bikin Konten Makanan dari Food Vlogger Korea