in ,

Belajar Bikin Konten Makanan dari Food Vlogger Korea

Era digitalisasi telah merambah ke semua bidang. Kuliner adalah salah satu konten yang seksi para pekerja kreatif.

Jika dulunya kuliner hanya tersaji di televisi, atau mereka yang memang suka kulineran hanya bisa berbagi kenikmatan makanan lewat tulisan di blog pribadi, kini dunia kuliner telah mewabah di Youtube.

Semua negara pasti memiliki Food Vloggernya masing-masing. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela berkeliling dunia untuk menikmati makanan setempat.

Lewat K-Pop dan K-Dramanya Korea Selatan menjadi trend center dunia. Kehebatan mereka juga melebar ke dunia digital lewat kemunculan para konten kreator berkualitas. 

Mukbang jadi tren tersendiri dalam beberapa tahun terakhir. Hamzy, Food Vlogger Korea Selatan adalah salah satu ratu mukbang.

Kelebihan Hamzy adalah dia bisa masak dan menyantap sendiri makanan yang dimasak. Dia juga meramu kontennya dengan sangat apik. Simpel, padat, juga berkualitas.

Baik selama masak dan makan, Hamzy tidak bersuara. Kita dibuat benar-benar fokus dengan apa yang dia lakukan.

Lalu ada FoodyBoy, YummyBoy, dan Food Kingdom. Konten mereka nyaris sama. Mereka mendatangi street food hingga pabrik makanan.

Setiap video yang diabadikan sangat berkualitas. Terlebih saat merekam proses pembuatan makanan di pabrik yang membutuhkan waktu lebih lama.  

Detail benar-benar hal yang sangat diperhatikan. Kualitas gambar juga jadi modal utama dalam proses ini. 

Seperti FoodyBoy contohnya, ketika mengabadikan proses pembuatan Kimchi di sebuah pabrik, dia menyajikannya secara lengkap. Mulai dari proses awal hingga Kimchi siap dikemas.

Pun dengan Food Kingdom. Raja Street Food ini melakukannya dengan sangat jeli. Bahkan sejak toko belum dibuka dia menunjukkan bagaimana para pemilik toko mempersiapkan segalanya.

Mereka tidak hanya mengabadikan proses pembuatan makanan. Tapi juga ikut menyantap makanan tersebut. 

Akan tetapi, porsi mereka makan sangat sedikit. Mereka selalu menaruhnya pada part terakhir video. Walau begitu kita tetap bisa merasakan kenikmatan makanan yang disantap lewat pengambilan Angle makanan. Kita bisa melihat lebih dekat tingkat kematangan masakan.

Dan uniknya, tidak ada satu pun dari mereka yang berada di depan kamera. Tidak ada pula suara yang keluar dari mulut para konten kreator ini. Mereka menjelaskan kontennya lewat narasi di bawahnya.

Cara-cara ini yang mungkin masih jarang dilakukan Food Vlogger Indonesia. Di sini para pemilik konten masih jadi perhatian utama. Wajah mereka mengisi video dari awal hingga akhir. 

Hampir tidak ada pula yang menjadikan Street Food sebagai konten. Datang ke satu kedai ke kedai lainnya dan mengabadikan proses memasak. Padahal ini bisa jadi sesuatu yang menarik untuk dikulik.

Ini bisa jadi referensi baru para pemilik konten tanah air. Mereka yang mungkin kehabisan ide atau ingin keluar dari zona nyaman bisa mencoba cara Food Vlogger Korea Selatan tersebut.

Penulis : Wanda

Report

What do you think?

10 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menyibak Misteri Lagu Gloomy Sunday

Nongkrong Asyik sambil Ngopi Cantik di Sila2Rasa