in ,

Hantu di Foto

Catatan Pertama

Hari ini adalah hari yang penting di sekolahku. Hari ini adalah hari foto! Aku tidak sabar menunjukkan pakaianku hari ini! Pasti akan menyenangkan. Tapi, aku menyadari kalau ada sesuatu yang membuat kelasku tidak bersemangat. Jujur saja aku tidak tahu apa penyebabnya, tapi mungkin mereka hanya gugup. Lagipula, siapa yang tidak gugup saat akan difoto? Ngomong-ngomong, aku ditunjuk untuk mengambil foto hari ini, dan menyortirnya ke dalam buku tahunan. Aku tidak sabar!

Catatan Kedua: 

Jadi, aku melihat ada sesuatu yang aneh di beberapa foto. Aku kurang yakin apakah itu bekas terbakar atau sesuatu yang lain semacam itu. Ada guratan hitam putih dari sebuah sosok di dalam foto. Aku hanya melihatnya di tujuh foto sejauh ini. Agak aneh. Sekarang aku sudah mengganti lensa kameraku. Seharusnya ini bisa membantu membuktikan apakah yang barusan itu karena kesalahan kameraku, atau memang sosok hantu. Tapi aku mengabaikan kemungkinan kalau itu adalah hantu. Oh, sepuluh menit lagi kelas tujuh akan masuk. Sebaiknya aku bersiap-siap.

Catatan Ketiga:

Oke, aku mulai ketakutan sekarang. Aku baru memotret setengah dari kelas tujuh, dan sosok tadi terlihat semakin jelas. Sekarang ada tiga titik bercahaya, dengan rambut kecil. Dia mulai terlihat seperti anak berumur sepuluh tahun.  Aku tidak bisa memastikan apakah dia laki-laki atau perempuan. Sekarang aku mulai lebih percaya kalau ini memang sosok hantu, tapi aku yakin juga kalau ini adalah kesalahan frame dari kameraku. Aku masih tidak yakin, tapi aku akan coba menunggu sampai makan siang kelas tujuh berakhir. Setelah itu aku akan memastikan apakah itu kesalahan kamera atau bukan.

Catatan Keempat:

Sosok itu masih di situ. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, karena aku yakin itu hantu asli. Aku sudah memberitahu ini ke guru-guru dan mereka harus memastikan apakah ini memang kesalahan kamera. Tapi, saat mereka mencobanya, hantu tadi tidak muncul. Aku tidak bisa menyalahkan mereka yang tidak percaya aku, tapi aku tahu ini bukan lah lelucon atau pemikiran anehku. Aku akan memeriksanya sekali lagi dengan kelas delapan untuk memastikan kalau sosok itu muncul lagi. Aku akan kembali menulis pemikiranku setelah ini. 

Catatan Kelima:

Tidak mengejutkan, sosok itu masih ada. Aku mulai gila. Aku harus memastikan apakah yang aku lihat ini nyata atau tidak. Aku punya ide cemerlang untuk mengambil foto diriku sendiri, dan memastikan itu. Sudah kuperiksa, dan dia ada. Tepat di sebelahku, berdiri seorang gadis. Aku perlu meneliti ini, aku akan segera kembali.

Catatan Keenam:

Cukup. Aku sudah tidak bisa menjelaskan apa yang aku temukan. Gadis yang ada di foto itu adalah gadis berumur 10 tahun yang pernah hidup. Dia meninggal karena serangan jantung saat lampu flash dari kamera menyala. Namanya Alice, dan dia adalah gadis paranoid yang menjalani kehidupan sederhana di sebuah peternakan. Aku tidak bisa menemukan informasi tentang anggota keluarganya; aku hanya tahu kalau mereka pernah menjadi pemilik sekolah ini di tahun 2009. Saat Alice meninggal karena serangan jantung, mereka menjual sekolah ini ke kepala sekolah yang sekarang. Aku tidak tahu harus merasa apa, dan aku menulis hanya agar semua ini segera berakhir. Saat ini aku sedang tidak ingin menulis. 

Catatan Ketujuh:

Sekarang aku sedang bersembunyi di toilet sekolah. Aku tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan semua ini, jadi aku akan menyederhanakannya. Bukan cahaya flash dari kamera yang menyebabkan gadis malang itu terkena serangan jantung. Aku baru tahu kalau ibunya adalah seorang kriminal dan benci mengurus anak. Jadi, saat dia sudah punya anak, dia mencari cara untuk membunuhnya. Saat hari foto tiba, dia memutuskan untuk bersembunyi di bawah meja yang ditutupi, yang mana akan diduduki oleh anak-anak. Dia membunuh anaknya di bawah meja itu. Tidak lama setelah itu, dia ditangkap polisi. Akan tetapi, dia membunuh dirinya sendiri dengan mengadukan kepalanya ke tembok bata di dekat gerbang masuk. Aku bisa mendengar pintunya terbuka dan menutup, bersamaan dengan itu, suara langkah kaki, Aku tidak tahu apakah itu ibunya atau gadis itu, tapi semoga saja…

Ini adalah buku harian yang ditemukan oleh polisi, saat mereka dipanggil pihak sekolah untuk memeriksa kamar mandi setelah terdengar jeritan seorang perempuan. Polisi menemukan buku harian itu dan mengambilnya sebagai barang bukti dari kematian seorang gadis 12 tahun bernama Maria Loosen. Tidak ada barang bukti lain yang ditunjukkan, dan tidak ada satu pun foto yang boleh diperlihatkan ke publik. Kini, sekolah itu ditutup semenjak insiden tersebut. Maria dipercaya masih ada di kamar mandi itu, tapi kamu tidak akan bisa melihat dia. – Hantu di Foto

Author: Anonim
Dibacakan oleh: Dezema

Tranlator : Alvin

Background Music:
Myuu
Horrorin

Disclaimer

Cerita ini diambil dari Creepypasta Fandom sebagai bagian dari kerjasama antara MalamMalam dengan Rumah Misteri.

Apabila Anda ingin menggunakan materi cerita ini di tempat lain, Anda harus meminta izin dan menghubungi langsung pihak yang bersangkutan. Kami tidak menanggung segala konsekuensi, termasuk konsekuensi hukum yang ditimbulkan akibat dari penggunaan cerita ini.

Report

What do you think?

10 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kenalan sama Aditya, Entrepreneur Muda yang Dapat Beasiswa ke Cina

Review Film : Fast & Furious 9 “The Fast Saga”