in ,

Menikmati Joget di Pohon Ala Film India

Serial India mempunyai tempat khusus di hati para penggemarnya di Indonesia. Salah satu televisi swasta tanah air pernah rutin menayangkan sejumlah film India.

 Dari sana, kita mungkin cukup akrab dengan sebutan Inspektur Vijay atau adegan paling khas dari film India, joget sambil memutari pohon.

Berjoget memang jadi ciri khas Joget di Pohon Ala Film India. Di situasi apapun, selalu terselip adegan joget yang dilakukan para tokoh dalam film tersebut. Industri film India sendiri dikenal dengan nama Bollywood.

Nama Bollywood, yang merupakan kombinasi dari “Bombay” (sekarang Mumbai) dan “Hollywood”, pada awalnya muncul sebagai olok-olokyang menyiratkan bahwa film-film produksi dari negeri India itu meniru produksi film Amerika Serikat.

Bollywood memiliki ciri tersendiri yang sangat jauh berbeda dengan Hollywood. Dalam hal keuangan, produksi, pasar, dan distribusi, Bollywood tidak kalah dibandingkan Hollywood.

Namun Bollywood tidak didukung oleh perusahaan raksasa seperti Walt Disneys, Sony, Fox dan yang lainnya. Padahal dalam kacamata Hollywood, kebanyakan perusahaan-perusahaan Bollywood berdiri sendiri alias indie.

Di India, Bollywood memang hanya satu dari tiga cluster produsen film. Dua yang lainnya adalah Hyderabad dan Chennai. Sesungguhnya dari ketiga cluster produsen film itu, Bollywood yang terkecil jumlah produksinya namun tertinggi dalam urusan penetasi pasar.

Awal Mula Industri Film di India

Salah satu fakta menarik soal industri film di India ialah sejak tahun 1895, kawasan Mumbai sudah tumbuh menjadi pusat industri film. Di hotel Watson, film produksi pertama dunia garapan Lumiere bersaudara, diperkenalkan kepada warga India.

Meskipun di berbagai kota kemudian muncul sejumlah studio yang memproduksi film dalam ragam bahasa dan dialek, seperti Telugu Films di Hyderabad dan Tamil Films di Madras.

Di awal kemunculannya, film di India masih bergenre film bisu dan hitam putih. Baru pada tahun 1931, Ardeshir Irani’s Alam Ara membuat film India pertama yang menggunakan suara. FilmybZZ colour baru dibuat di akhir tahun 1950-an, walau film-film hitam putih masih banyak diproduksi hingga tahun 1960-an.

Era 60-an, tema film India didominasi tema-tema musikal romantik dan melodrama. Sejumlah aktor dan artis yang terkenal antara lain: Dev Anand, Dilip Kumar, Raj Kapoor, Nargis, Meena Kumari, Nutan, dan Madhubala.

Genre film laga kemudian menguasai India di era 70-an. Tema gangster dan bandit, yang melejitkan nama aktor Amitabh Bachchan. Tema gangster dan bandit ini tetap bertahan hingga mendekati tahun 1990-an. Aktris di era ini antara lain Hema Malini, Jaya Bachchan, dan Rekha.

Memasuki era 90-an, genre film India bergeser ke drama keluarga. Namun yang tak hilang dari film India ialah unsur romantik-musikal. Memasuki era milenium, film Bollywood mulai populer tidak hanya di India, tapi juga di belahan dunia lain. Para pembuat film mulai fokus pada sisi teknis, sinematografi, special effect, animasi danjalan cerita.

Satu hal yang pasti dari film India ialah rata-rata berdurasi minimal 2 jam dan biasanya bertema melodrama percintaan yang berasal dari cerita-cerita lokal atau adaptasi film-film hits Hollywood.

Kenapa Film India Harus Joget?

Joget di Pohon Ala Film India

Benarkah film India selalu identik dengan joget dan bernyanyi? Faktanya masyarakat India memang lekat dengan budaya tarian dan menyanyi. Bagi mereka bahkan musik dianggap sebagai identitas nasional.

Begitupula dengan tarian, negara India memiliki berbagai tarian indah, mulai tarian rakyat, tarian klasik, hingga tarian sosial. Sejarah juga mencatat, film Bollywood pertama yang sudah disertai suara menampilkan lebih banyak nyanyian ketimbang dialog.

Sebanyak tujuh lagu diputar dalam film hitam-putih bergenre drama yang diputar pada 1931 itu. Saat film hitam-putih masih berjaya, lagu dan tarian lebih disukai daripada jalan ceritanya.

Penulis ( Joget di Pohon Ala Film India ) – Galih

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cerita Horor – Terjebak di Lift | Creepypasta

Mitos Malam Ep.23: Pabrik Gula yang Berubah Menjadi Pabrik Hantu