in ,

Berbagi Hati

Malam ini terasa begitu melelahkan tapi aku bahagia. Aku memesan beberapa makanan kesukaanku di kafe favoritku. Rasanya 2 kali lebih enak dari biasanya. Tapi tiba-tiba telepon genggamku berdering, sungguh menyebalkan ! Aku tidak bisa menyantap habis semuanya, aku harus buru-buru pulang. Telepon itu dari ayah. Sambil menangis, ayah mengatakan … kalau kedua adik kembarku meninggal.

Polisi menanyakan identitas lengkap kedua adikku kepada ayah, sementara aku mencoba menenangkan ibu. Aku mendengar ayah mengatakan Celin yang wajahnya disiram air panas dan Celena yang diracun. Aku rasa ayah keliru..

Polisi nampaknya cukup kesulitan menemukan pelakunya, terlalu rapi – tidak ada jejak apapun – tidak ada petunjuk apapun. 

Karena begitu sedih, aku menghubungi pacarku untuk menceritakan kejadian yang menimpa kedua adikku. Aku menelponnya berulang kali tapi tidak ada jawaban. Aku mulai emosi dan berniat menghampirinya. 

Dalam perjalanan menuju rumahnya, aku melihat dia sedang berdiri bersama seorang gadis di depan toko bunga. Mereka terlihat seperti pasangan yang sedang kasmaran. Tunggu ! Aku mengenal gadis itu, dia sahabatku. Kami sering berbagi segalanya – kesedihan maupun kebahagian. Aku selalu memberikan gaun kesayanganku ketika dia menyukai gaun itu, yah … meskipun gaunnya belum pernah kupakai. Semua yang diinginkannya selalu kuberikan. Tentu, karena dia satu-satunya sahabat yang kumiliki. 

Tapi kini… apakah dia juga tertarik dengan pacarku? 

Hmmm…baiklah.. bukankah kami memang sering berbagi? 

Jadi…aku harus membagi hati pacarku untuk sahabatku kan ? 

Pagi ini, setelah berita pembunuhan kedua anak kembar seorang pengusaha kaya, nampaknya… berita terbunuhnya seorang lelaki dan hilangnya satu organ tubuhnya adalah berita paling menghebohkan selanjutnya.

Sahabatku pasti senang aku mau berbagi hati dengannya, setengah untukku dan setengah lagi untuknya. Ini baru sebuah keadilan. Tidak seperti kedua orang tuaku yang suka pilih kasih antara aku dan kedua saudara kembarku. Aku hanya tidak ingin sahabatku merasakan ketidakadilan yang aku rasakan selama ini. Jadi … aku harus bersikap adil kan ? 

Cerita : MalamMalam

Author : Indy
Dibacakan oleh: Indy

Background Music:
Myuu
Horrorin

Disclaimer

Cerita ini diambil dari Cerita Horor Kamu sebagai bagian dari kerjasama antara MalamMalam dengan Rumah Misteri.

Apabila Anda ingin menggunakan materi cerita ini di tempat lain, Anda harus meminta izin dan menghubungi langsung pihak yang bersangkutan. Kami tidak menanggung segala konsekuensi, termasuk konsekuensi hukum yang ditimbulkan akibat dari penggunaan cerita ini.

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BLACKPINK: The Movie, Persembahan Spesial untuk BLINK

Rekomendasi Manga Chainsaw Man