in ,

THREE LITTLE BIRDS, LAHIR DI LONDON DAN MELEGENDA DI AMSTERDAM

Don’t worry. ‘Cause every little thing is gonna be alright.”

Siapa sih yang nggak kenal potongan lirik di atas? Lirik di atas merupakan bait pertama dari lagu legendaris karya Bob Marley, Three Little Birds. 

Three Little Birds dirilis sebagai single pada 1980 silam. Tembang ini merupakan karya Bob Marley yang paling populer dan masih cukup sering didengarkan hingga kini. Lirik lagu yang relatable, irama santai ala Jamaika serta suara Marley yang merdu membuat Three Little Birds tetap populer meski sudah berusia 41 tahun.

YouTube player

Kok London, Bukan Jamaika?

Karena menyandang status sebagai lagu reggae paling populer, banyak orang yang mengira Three Little Birds diciptakan Marley di Jamaika. Namun, ternyata anggapan tersebut tidaklah benar.

Marley menulis lirik lagu ini sekaligus melakukan sesi rekaman di London, Inggris. Pada Desember 1976, Marley hampir kehilangan nyawanya karena ditembak oleh sekelompok orang di kediamannya. Beruntung, Marley serta orang-orang terdekatnya tak mengalami luka serius dan tetap bisa menggelar konser di Kingston, Jamaika, dua hari setelah hampir tewas.

Pengalaman tersebut membuat Marley dan orang-orang terdekatnya trauma. Mereka pun memutuskan untuk hijrah ke London pada 1977. Selama berada di London, Marley dan The Wailers menyelesaikan proses penulisan serta rekaman album berjudul Exodus.

Three Little Birds bukanlah satu-satunya lagu yang menjadi andalan di album Exodus. Beberapa tembang lain seperti Waiting in Vain, Jamming serta One Love/People Get Ready juga menjadi hit internasional.

Melegenda di Amsterdam

Three Little Birds merupakan salah satu anthem milik klub sepak bola asal Belanda, Ajax. Lagu ini sudah menjadi anthem andalan Ajax semenjak 2008 silam.

Lagu ini mulai mendapat tempat spesial di hati para pendukung Ajax semenjak mereka melakoni laga persahabatan melawan Cardiff City di Stadion Ninian Park, Wales. Lagu ini diputar oleh panitia pelaksana pertandingan tak lama setelah laga usai.

“Saya adalah orang yang bertanggungjawab atas keputusan Ajax menggunakan Three Little Birds sebagai lagu kebanggan mereka,” kata Ali Yassine, mantan stadium announcer Cardiff City kepada Bleacher Report.

“Ketika itu, Cardiff City baru saja menyelesaikan pertandingan pramusim melawan Ajax yang berakhir dengan skor 0-0. Setelah pertandingan, panitia pelaksana memutuskan untuk tak mengizinkan suporter Ajax keluar stadion.”

“Saya diminta untuk memainkan beberapa lagu untuk menghibur para suporter. Saya pun memilih lagu Bob Marley, Three Little Birds. Mereka semua langsung bernyanyi, bertepuk tangan serta bersama-sama menyanyikan lagu itu dan sambutan itu membuat saya sangat terkesima,” imbuh Yassine.

Keputusan Yassine yang memutarkan Three Little Birds berbuah manis. Pasalnya, Ajax mulai memainkan lagu tersebut dalam setiap laga kandangnya di setiap kompetisi hingga hari ini. Tak cuma itu, para suporter Ajax juga mulai rutin menyanyikan Three Little Birds ketika sedang berjalan menuju stadion atau ketika sedang merayakan keberhasilan timnya menjadi juara.

Pada Agustus 2020, Ajax resmi merilis jersi ketiganya sebagai bentuk penghormatan kepada Three Little Birds. Jersi ini memiliki hitam sebagai warna dominan serta menyertakan beberapa elemen berwarna merah, kuning, dan hijau.

Penulis – Kenza

Report

What do you think?

12 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cerita Horor – “Mengapa Mereka Disebut Enam” [Chapter 2 – Konsekuensi] | Creepypasta |

Mitos Malam Ep.24: Mona Fandey ‘Penyanyi yang Beralih Profesi Menjadi Dukun’