in ,

Kisah Anansi ‘Goatman’ [Part 3]

Sekitar pukul 5 sore dia belum kunjung kembali, dan kami merasa sangat gelisah. Satu-satunya hal yang membuatku berhenti memohon kepada mereka agar mau pulang adalah karena Tanner pergi untuk mengambil senapannya.

Waktu menunjukkan pukul setengah enam sore, sepupuku yang ikut menginap berkata bahwa Keira ada di luar. Kami semua melihat ke luar jendela dan cukup yakin bahwa dia lah yang berdiri di dekat api unggun membelakangi trailer.

Aku bertanya-tanya, jika dia memang setakut itu, untuk apa dia kembali ke sini? Dan perasaan tidak enak pun muncul. Ingat? kalau bau besi menyengat yang sangat menjijikan itu sudah lama tidak tercium lagi, Ya.. sekarang aku sedikit mencium bau itu lagi.

Anansi Goatman

Aku mengungkapkan hal-hal ini kepada semua yang ada di sini dan mereka — orang-orang yang ingin tetap berada di hutan meski si Goatman sialain ini sempat berada di antara kita — malah tertawa dan bertanya apakah ini hanyalah sebuah setup untuk menakut nakuti mereka.

Aku menatap mereka sambil berpikir “Aku tidak sedang membual sekarang” Aku pertegas dengan pertanyaan “untuk apa aku bercanda seperti itu?” Setelah itu, seorang gadis pergi keluar untuk mengajak Kiera masuk. Ketika sampai pertengahan jalan dia terdiam membeku. Keira mulai kejang. Aku tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya. Mirip seperti ketika sedang tertawa tapi tidak bersuara sama sekali. Hal itu membuatku sadar kalau tidak ada suara di dalam hutan, keadaan yang sunyi senyap.

Suhu di bulan September sebenarnya masih cukup panas, namun bisa berubah menjadi sangat dingin juga untuk beberapa hari. Musim di mana kamu semestinya mendengar suara angsa menggericau atau suara burung dan tupai yang bersaut-sautan.

Jadi, aku melangkah keluar dan menyuruh gadis itu untuk kembali ke dalam trailer saat itu juga.

Gadis itu kembali ke dalam trailer dan kami segera mengunci pintu. Kami menutup semua gorden dan menyisakan hanya satu jendela terbuka, menyuruh satu orang untuk mengawasi Keira. Keira masih berdiri selama 20 menit lamanya. Orang itu berbalik untuk mengatakan kalau Keira masih di sana, dan seketika terdengar suara gedoran dari pintu.

Kami semua terkejut dan berpencar di sekitar ruang tengah trailer. Suara gedoran itu sangatlah kencang.

Sepupuku memeluk seorang gadis dan dua orang lainnya menertawakannya dengan tawa yang canggung. Sementara aku dan dua orang lainnya sangat ketakutan.

Lalu kami mendengar suara Tan yang berteriak.

“WOI BUKA PINTU, JANGAN BERCANDA DONG!”

Kami pun segera ke sana dan membukakan pintu. Dia tersandung dengan senapannya. Tidak ada siapapun di luar.

Jadi, Tan sedang berjalan ke arah kemah. Tidak ada kejadian aneh selama perjalanan, tapi dia melihat seorang gadis. Tapi, dia bilang kalau gadis yang berdiri itu bukanlah Keira. Ketika Tan sampai di tepian, gadis itu berbalik ke arahnya dengan mulut ternganga dan hanya menatapnya, perlahan gadis itu membuntuti Tan saat dia berjalan dari tempat terbuka hingga menuju perkemahan. Tan bilang kalau dia belum menyadari kalau gadis itu semakin mendekatinya, sampai dia berada sekitar setengah perjalanan ke trailer. Gadis itu mulai bergerak dari dekat api unggun, dan tanpa perlu melihat si gadis itu bergerak, dia sudah berputar dan semakin mendekat. Tan bilang dia langsung berlari ke trailer berpikir pintunya terbuka. Namun ketika dia sampai di depan pintu, pintu itu terkunci, dia menengok ke belakang dan si gadis itu sudah berada separuh perjalanan menuju pintu..

Tan melihat ke segala penjuru ruangan dan mukanya pucat pasi. Dia menarikku dan berbisik “Kamu sadar kalau hanya ada 7 orang di sini, kan?” Perasaanku langsung tidak enak. Makhluk itu telah masuk ke dalam trailer ketika kami sedang berdiskusi di pagi hari mengenai siapa yang akan pergi kemana dan lalu saat kami keluar untuk berdiskusi di pagi hari. Makhluk itu sudah menyusup kembali.

Kami memeriksa ke arah jendela dan betul tidak ada orang di sana. Jadi kami menghitung kembali dan mengklarifikasi berapa banyak orang yang ada di sini sebelumnya. Semuanya sepakat bahwa ada 8 orang. Aku bilang, “Baiklah, sekarang ada berapa orang di sini?” Mereka masing-masing menghitung dan baru menyadari kalau hanya ada 7 orang di dalam trailer.

Jadi Tan sudah menyiapkan dua kotak amunisi dan senapannya. Dia menjelaskan kepada ayahnya bahwa ada semacam binatang buas di hutan. Dia yakin ayahnya pasti tidak akan percaya jika dia bercerita tentang Goatman. Ayahnya bilang kalau sepupunya akan datang ke sini dalam beberapa jam, sehingga di pagi hari, kami semua bisa kembali pulang ke kediamannya dan sepupunya itulah yang akan mengantarkan kami.

Sekarang aku benar-benar ketakutan, namun setidaknya aku merasa lebih baik karena kami bisa menembaknya jika makhluk itu datang kembali. Namun tak lama kemudian, sepupuku berdebat dengan salah satu gadis yang berpikir kalau ini hanyalah gurauan semata dan hanya mengerjai mereka dan sekarang dia merasa sangat ketakutan, dan itu tidaklah lucu. Sepupuku meyakinkan gadis itu bahwa aku bukanlah orang yang seperti itu. Gadis itu membalas “Oke kalau gitu, gimana kita tahu kalau gadis itu bukanlah Tanner memakai wig? Atau jika memang itu adalah Si Goatman, gimana kita tahu kalau orang ini adalah Tanner yang asli dan Si Goatman gak membunuh Tanner di hutan dan mengambil senapannya?” 

Kami berdebat sangat sengit tentang hal ini. Sementara aku dan Tan berpikir, “kita sedang dalam bahaya besar karena setidaknya ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam trailer tanpa kita sadari dan berbaur dengan kita. Hal terburuknya adalah, ada sesuatu yang buruk di dalam hutan dan dia sedang mengerjai kia.”

Salah satu gadis menangis mengatakan kalau dia ingin pulang sekarang juga. Kami melarangnya, karena tiada seorang pun yang berjalan menyusuri hutan saat tengah malam. Saat ini posisi matahari sudah mulai terbenam dan cuacanya sudah mulai dingin..

Kami makan malam dan menyalakan radio selama beberapa saat. Tapi kami tidak menemukan satupun stasiun radio yang dapat didengar dengan jelas. Jadi kami matikannya. Tak lama kemudian, sepupu Tan pun tiba. Dia berumur sekitar 19 tahun. Pada titik ini, hari sudah mulai malam dan dia membawa lentera untuk penerangan juga sebuah senapan. Dia berjalan menuju trailer dan kami berbisik kepada Tan untuk mengkonfirmasi apa benar dia adalah sepupunya, dan Tan pun membenarkan.

Dia melihat ke belakang dan memeriksa sekitar perkemahan lalu masuk ke dalam trailer . Dia melirik kami semua dan terlihat kebingungan.

Dia bilang, “Di mana gadis itu? Kupikir dia mau menemuiku di trailer . Apa dia sedikit keterbelakangan?” Dia juga bertanya apa kami sedang memasak darah sapi atau ayam di dalam trailer karena seisi ruangan trailer tercium bau darah yang anyir? Kami jelas berkata “TIDAK.” Setelahnya kami tanyakan lebih lanjut tentang siapa gadis yang dilihatnya itu.

Credits

Author : Anonim

Diterjemahkan oleh : Atikachan

Dibacakan oleh : PapaChan

Background Music:

Myuu

Horrorin

Disclaimer

Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari website creepypasta.fandom.com di bawah lisensi CC BY-SA 3.0.

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERKELILING EROPA BERSAMA EURO TRUCK SIMULATOR 2

4 Platform Streaming Online buat Nonton Film