in ,

CERITA DI BALIK TERCIPTANYA PARANOID, SALAH SATU ALBUM PALING BERPENGARUH DALAM SEJARAH METAL

Siapa sih yang nggak kenal Black Sabbath? Band asal Birmingham, Inggris, ini aktif mewarnai skena musik metal di berbagai belahan dunia semenjak didirikan pada 1968 hingga dibubarkan 49 tahun setelahnya. Hingga saat ini, entah berapa banyak band-band yang menjadikan Sabbath sebagai sumber inspirasi dalam berkarya. 

Paranoid merupakan salah satu album yang berperan besar dalam keberhasilan Sabbath. Album ini dirilis pada 18 September 1970, hanya berselang beberapa bulan dari album perdana Sabbath.

Hingga saat ini, Paranoid masih dianggap sebagai salah satu album terbaik dalam sejarah metal. Lagu-lagu hits seperti “Paranoid”, “War Pigs” dan “Iron Man” menjadi faktur utama di balik kesuksesan album ini.

Uniknya, Sabbath hanya membutuhkan waktu enam hari untuk merekam delapan lagu yang ada di album Paranoid. Seluruh proses rekaman dilakukan di Regent Sound Studios dan Island Studios di London pada 16 hingga 21 Jun 1970. Kedua studio tersebut memang hanya memberikan Sabbath waktu enam hari untuk merekam delapan lagu.

“Setelah menyelesaikan album pertama, kami langsung mengadakan tur keliling Eropa selama enam pekan. Selepas tur, kami langsung kembali ke studio untuk melakukan proses rekaman,” kata basis Sabbath, Geezer Butler dikutip dari Loudwire.

Berbagai pemberitaan negatif mengenai album pertama menjadi motivasi terbesar Sabbath dalam proses pembuatan Paranoid. Tak cuma itu, keinginan untuk membuktikan diri kepada keluarga masing-masing juga membuat Sabbath berhasil menyelesaikan seluruh proses pembuatan Paranoid dalam waktu singkat.

“Keluarga kami sama sekali tidak yakin kami akan merasih kesuksesan di dunia musik. Mereka semua mengira kami hanyalah sekumpulan anak berandal yang memiliki masa depan suram,” kata Butler.

“Tak cuma itu, teman-teman kami juga sama sekali tak percaya kami akan bisa sukses. Kedua hal itu semakin merekatkan hubungan kami dan menjadi motivasi terbesar untuk meraih kesuksesan.”

Sebelum melakukan proses rekaman, Sabbath sempat memainkan beberapa lagu yang nantinya menjadi single di album keduanya ketika sedang tur Eropa. Menurut Butler, itu adalah salah satu keputusan terbaik Sabbath.

“Proses rekaman album kedua kami berjalan cepat. Sepanjang proses rekaman, kami memainkan seluruh lagu layaknya sedang berada di panggung. Kami sama sekali tak mengetahui apa pun mengenai proses rekaman atau mixing.”

YouTube player

“Kami hanya masuk ke studio dan bermain seperti ketika sedang berada di panggung. Proses itu mungkin terdengar sangat mudah, tapi kenyataannya tidak begitu. Banyak produser yang sudah mencoba cara itu, dan tidak banyak yang berhasil. Untungnya, kami memiliki Rodger (Bain) yang memberi berbagai masukan. Kami pun menerima masukannya dengan senang hati,” tuntas Butler.

Selepas merilis Paranoid, Sabbath semakin menasbihkan diri sebagai salah satu band rock terbaik di dunia. Menurut laporan VH1, Paranoid sudah terjual sebanyak 5 juta kali semenjak 1970 hingga 2015. Catatan tersebut membuat Paranoid menjadi album tersukses sepajang sejarah Sabbath.

Penulis : Kenza

Sumber

Report

What do you think?

13 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ritual Klenik di Lapangan Sepakbola

Kenalin @nomimono_drinkbali , Minuman Menyegarkan dari Pulau Dewata