in ,

Jeff the Killer BAGIAN I – Mandeville

BAGIAN I – Mandeville

Langit tampak mendung. Cuaca terasa panas dan lembab pada saat Jeffrey Woods dan keluarganya sampai di rumah baru mereka. Seolah langit yang gelap itu menggambarkan suasana hatinya. Meskipun rumah baru mereka cukup indah, Jeff tidaklah senang di tempat baru tersebut. Ya.. rumah itu benar-benar menggambarkan kesuksesan yang baru saja diterima oleh ayahnya, namun tetap saja, itu bukanlah rumah yang Jeff kenal.

Sekitar satu minggu setelah mereka tinggal di rumah tersebut, Jeff dan Liu bangun cukup awal. Langitnya biru dan cerah. Meskipun Louisiana begitu panas, kedua saudara itu memutuskan kalau pergi bersepeda dan menjelajahi daerah baru merupakan hal yang tepat untuk melawan rasa rindu akan rumah lama yang mereka rasakan selama satu minggu terakhir.

“Gue rindu rumah” kata Liu kepada Jeff yang sedang menyiapkan sarapannya.

“Gue  juga, tapi ya..  sekarang ini rumah kita.. Jadi kita harus ngebiasain diri.”

“Iya, gue tahu, tapi semua tempat.. dan temen-temen yang kita kenal ada di New Orleans. lo masih ingat sama gedung yang biasa kita panjat buat ngeliat lampu-lampu kota nyala.. gue rindu banget..” jawab Liu dengan sedih.

“Ya, dan ZM Video, pemilik tokonya udah kenal sama kita dan selalu ngasih pinjem film-film dewasa ke kita tanpa harus didampingin orang tua, dia juga selalu kasih pinjem video game gratis kalau kita ngambil beberapa film… Ya, gue juga rindu itu Liu, tapi kita harus..”

Liu memotong, “Ya ya.. Gue tahu, kita harus membiasakan diri, tapi tetep aja, tempat ini kerasa palsu.. Ayah sama Ibu juga masih memperlakukan kita tuh, seolah kita gak ada di sini.”

“Ya, mereka masih kayak gitu. Gua harap rumah baru bakal memperbaiki suasana hati mereka, tapi udahlah.. Apa yang bisa kita lakukin coba?”

Liu tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan itu.

Jeff selesai dengan sarapannya dan mereka pun pergi mengayuh sepeda, menjelajahi lingkungan baru tersebut. Ternyata, daerah baru ini cukup dekat dengan area pertokoan di dalam sebuah pusat perbelanjaan kecil.

Village Shopping Center adalah nama dari jajaran toko tersebut. Di dalamnya ada Pizza Hut, sebuah restoran masakan china, kios, toko Handphone, dan yang paling menarik perhatian Jeff dan Liu, toko film.

“Kita harus ngebujuk Ayah atau Ibu buat daftar member dulu sebelum kita bisa nyewa film,’’ kata Liu kepada Jeff yang sedang membaca deskripsi dari sebuah film horor.

“Aduh bener, sial” kata Jeff yang merasa sedikit frustasi dengan kondisi tersebut. Dia tahu untuk membujuk orang tuanya mendaftar member akan sangat sulit mengingat rutinitas setelah pulang kerja mereka adalah pergi ke ruangan masing-masing dan menghabiskan waktu yang lama di dalam sampai mereka merasa cukup lapar. Setelah itu barulah mereka akan keluar dan berbicara.

Jeff menatap sekilas pada gadis yang berdiri di belakang loket, “Mungkin gue bisa ngerayu dia buat kasih kartu member ke kita,” candanya.

“Ya ya, bisa Jeff, sekali ngeliat wajah lo mungkin dia bakal ngelarang kita untuk masuk ke sini lagi,” balas Liu sambil tersenyum lebar.

“Ooh, Lo ngeraguin gue? kawan kecil?”

“Ngeraguin lo? Orang yang pernah ciuman dengan dua cewek dan ampir megang payudara mereka? Gak gak bakal, tolong tebarlah semua pesona itu.”

“Ya ya ya, gue ampir bercinta sama mereka, cuma orang tuanya pulang dan…”

“Terakhir kali lo cerita, lo bilang kalo orang tuanya lagi di luar kota dan kakaknya yang pulang…”

Jeff terdiam malu dan ketika dia sedang mencari alasan untuk membalas komentar itu, sang gadis di belakang loket memecah obrolan dan berbicara pada kedua anak laki-laki tersebut.

“Hei, bukannya itu sepeda kalian?” tanya gadis itu sambil menunjuk ke arah jendela.

Credits

Cerita oleh: PapaChan

Dibacakan oleh: PapaChan

Myuu

Horrorin

Disclaimer

– Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari website creepypasta.fandom.com di bawah lisensi CC BY-SA 3.0.

Report

What do you think?

10 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Usaha Baju Muslimah @kiralabel_ , Dari Hobi Ternyata Jadi Rezeki

5 Cartoon 90an yang Bikin Kamu Nostalgia Masa Kecil