in ,

Black Metal Part II: Helvete, Aksi Pembakaran Gereja dan Akhir Euronymous

Kematian Dead langsung dimanfaatkan Euronymous. Meski Mayhem kembali kehilangan anggotanya, Euronymous tetap tidak patah semangat dan bahkan memutuskan untuk membuka sebuah toko di Oslo, Norwegia.

Toko tersebut memiliki nama Helvete. Tak cuma menjual berbagai rekaman Black Metal, toko ini juga menjadi titik temu para musisi dari berbagai sub-genre metal. Nah, kehadiran Helvete semakin menegaskan posisi Euronymous sebagai sosok sentral perkembangan Black Metal di Norwegia.

Sekumpulan musisi yang kerap hadir di Helvete pun mendapat julukan sebagai Black Metal Inner Circle. Tentu Euronymous menganggap dirinya sebagai pemimpin perkumpulan tersebut.

Semenjak kehadiran Helvete, kasus pembakaran gereja di Norwegia semakin marak. Meski hingga saat ini ada banyak kasus pembakaran yang tidak menemui titik terang, sejumlah musisi serta para penggemar Black Metal dilaporkan menjadi aktor utamanya.

Aksi pembakaran gereja ini turut memegang peranan penting dalam popularitas Black Metal. Pasalnya, media-media Norwegia mulai melakukan peliputan dan memberitakan komunitas Black Metal yang diciptakan Euronymous.

Popularitas Helvete dan Black Metal Inner Circle membuat Euronymous berhasil membangkitkan Mayhem yang sempat mati suri. Ia merekrut Varg Vikernes dan Snorre Ruch sebagai anggota terbaru Mayhem.

Vikernes dan Ruch bukanlah sosok asing di dunia Black Metal. Vikernes sempat merilis sebuah EP berjudul Burzum, sementara Ruch merupakan gitaris band bernama Thorns. Kehadiran keduanya sempat membuat Mayhem kembali aktif berkreasi dan tampil di sejumlah acara underground.

Meski Black Metal kini sudah memiliki banyak penggemar, Helvete terpaksa tutup pada awal 1993. Helvete gulung tikar karena memiliki biaya sewa yang terlalu tinggi. Tak cuma itu, mulai populernya Black Metal juga menjadi salah satu alasan Euronymous menutup Helvete.

Akhir Tragis Euronymous

MItos Black Metal

Hubungan antara Vikernes dengan Euronymous tidak berjalan harmonis. Keduanya kerap terlibat perselisihan karena berbagai hal. Perselisihan ini pun akhirnya menjadi akhir hidup Euronymous.

Vikernes membunuh Euronymous pada 10 Agustus 1993. Pembunuhan Euronymous ditengarai disebabkan oleh keinginan Vikernes untuk menjadi pemimpin baru Black Metal. Akan tetapi, hal tersebut dibantah oleh Vikernes.

Vikernes mengatakan bahwa Euronymous sudah cukup lama memiliki niat untuk membunuhnya. Akan tetapi, Euronymous malah kehilangan nyali ketika bertemu dengan Vikernes di apartemennya.

“Saya mengejar Euronymous dan langsung menusuknya. Lalu, saya terkejut karena dia memutuskan untuk lari ke luar apartemen. Itu adalah keputusan yang tidak masuk akal karena Euronymous adalah sosok yang memulai perkelahian,” tulis Vikernes di blog pribadinya.

“Dia langsung kabur ketika saya berani melawan dan tidak melanjutkan perkelahian layaknya pria sejati. Itu adalah sebuah hal yang sangat tidak saya sukai. Dia sudah memiliki niat untuk membunuh saya. Tapi, di momen itu dia tidak lagi menjadi ancaman dan saya sama sekali tigak menyesal sudah membunuhnya.”

“Aksi pengecutnya membuat saya marah. Di momen itu, saya langsung membunuhnya dan tidak memiliki alasan untuk membiarkannya hidup. Andai saya tetap membiarkannya hidup, dia pasti akan membunuh saya ketika mendapat kesempatan,” sambung Vikernes.

Pihak kepolisian tidak membutuhkan waktu lama untuk menangkap Vikernes. Ia ditangkap sembilan hari setelah melakukan aksi kejinya. Vikernes pun dijatuhi hukuman penjara selama 21 tahun karena telah membunuh Euronymous dan terlibat aksi pembakaran gereja.

Dampak Kematian Euronymous

Kematian Euronymous membuat sejumlah musisi Black Metal geram. Banyak pihak yang menuduh Vikernes sebagai pengkhianat karena sudah membunuh Euronymous. Akan tetapi, tidak sedikit juga pihak yang enggam memusingkan pembunuhan Euronymous.

Sebulan setelah pembunuhan Euronymous, Mayhem merilis album berjudul De Mysteriis Dorn Sathanas. Akan tetapi, Helllhammer, drummer, Mayhem memutuskan untuk menghapus bagian bass yang dimainkan Vikernes. Ia melakukannya atas permintaan keluarga besar Euronymous.

Meski dipenuhi kisah kelam, De Mysteriis Dorn Sathanas kini dianggap sebagai salah satu album paling berpengaruh dalam sejarah Black Metal. Pada 2017, majalah musik kenamaan, Rolling Stones, menempatkan De Mysteriis Dorn Sathanas di urutan ke-40 dalam daftar 100 album metal terbaik.

Sumber

Report

What do you think?

10 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 Rekomendasi Film Bertema Zombie yang Siap Jadi List Tontonan Kamu

Game Adaptasi dari Anime yang Patut Kamu Coba