in ,

Kisah Robert Johnson, Pionir Musik Blues yang Menjual Jiawanya ke Iblis

Kisah Robert Johnson adalah salah satu musisi dengan pengaruh terbesar sepanjang sejarah musik blues. Akan tetapi, kebolehan bermain gitar bukanlah satu-satunya hal yang membuat Johnson terkenal.

Johnson diduga mendapat kemampuan bermain gitarnya dengan cara yang tidak normal. Ia disebut telah menjual jiwanya ke iblis demi kemampuan bermain gitar. Menurut legenda di Amerika Serikat bagian selatan, Johnson menemui sang iblis di sebuah persimpangan jalan pada awal abad ke-20 lalu.

Bagaimana kisah Johnson bisa menjadi begitu terkenal? Mari ikuti ceritanya bersama malammalam.com.

Hidup Robert Johnson Sebelum Menjadi Musisi

Robert Leroy Johnson lahir di Hazlehurst, Mississippi, Amerika Serikat, pada 8 Mei 1911. Ia merupakan anak ke-11 dari pasangan Julia Major Dodds dan Charles Dodds. Charles merupakan salah satu pemilik lahan dan pengrajin furnitur kenamaan di Hazlehurst. 

Johnson dan keluarganya meninggalkan Hazlehurst pada 1913. Ketika itu, keluarga Johnson terpaksa pindah ke Memphis, Tennessee, karena terlibat perselisihan dengan sejumlah pemilik lahan.

Johnson diketahui tinggal di Memphis hingga 1919. Selama tinggal di Memphis, Johnson mulai mengenal dan menggemari musik blues. Tak cuma itu, ia juga mulai belajar gitar dari salah satu saudara kandungnya.

Pada 1919, Johnson dan ibunya memutuskan untuk kembali ke Negara Bagian Mississippi. Keputusan tersebut berbuah manis karena Johnson menemukan cinta pertamanya. Ia menikahi seorang wanita bernama Virginia Willis pada Februari 1929. Ketika itu, Johnson berusia 18 tahun dan Willis berumur dua tahun lebih muda dari suami barunya.

Akan tetapi, kisah cinta Johnson dan Willis hanya bertahan seumur jagung. Pasalnya, Willis meninggal dunia ketika melahirkan anak pertamanya pada Apil 1930. Meninggalnya Willis menjadi pukulan telak buat Johnson.

Pasalnya, sejumlah tetangga Johnson menilai meninggalnya Willis merupakan hukuman dari tuhan karena sang suami kerap menyanyikan lagu-lagu sekuler, yang tidak memiliki keterkaitan khusus dengan ajaran agama Kristen.

Setelah meninggalkan Willis, Johnson memutuskan untuk keluar dari rumah dan mencoba peruntungannya sebagai musisi. Pada 1930, Johnson bertemu dengan musisi Blues legendaris asal Mississippi, Son House.

Robert Johnson dan Son House

Son House merupakan salah satu sosok yang sangat disegani di skena musik Blues Mississippi pada awal abad ke-20. Ia memiliki cukup banyak penggemar karena sering berpergian dari satu kota ke kota lainnya.

Johnson dan House pertama kali bertemu di Robinsonville, Mississippi. Ketika itu, Johnson belum lancar bermain gitar. Ia lebih dikenal sebagai pemain harmonika handal.

House sangat terkesan dengan kemampuan Johnson bermain harmonika. Akan tetapi, ia mengatakan Johnson sebenarnya ingin bermain gitar. House dan rekannya, Willie Brown pun tak segan-segan mengajarkan teknik bermain gitar kepada Johnson.

Nah, berbagai ilmu yang didapat dari House dan Brown membuat Johnson mulai percaya diri. Ia pun memberanikan diri memainkan gitar milik House di hadapan publik. Namun, keputusan tersebut tidak berbuah manis.

Pasalnya, Johnson belum bisa bermain gitar dengan lancar. Ia pun kerap mendapat cacian dari para penggemar House yang memintanya agar tidak lagi bermain gitar.

Sempat Menghilang Selama Beberapa Tahun

Johnson merasa sangat sakit hati dengan berbagai cercaan yang ia dapat dari para penggemar House. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan Robinsonville dan pindah ke Martinsville. Di sini, kisah hidup Johnson mulai diselimuti misteri besar.

Pasalnya, tidak banyak diketahui mengenai kisah hidup Johnson pada peride 1930 hingga 1932. Menurut penuturan sejumlah musisi di wilayah sekitar, Johnson mengasah kemampuan gitarnya dengan Isaiah Zimmermann. 

Johnson dan Zimmermann disebut-sebut sering berlatih gitar di area pemakaman pada tengah malam. Kebiasaan tersebut menjadi sumber utama mitos Johnson menjual jiwanya kepada sang Iblis.

Setelah dua tahun tinggal di Martinsville, Johnson kembali berpergian dari satu kota ke kota lainnya. Kali ini, ia sudah bisa tampil di publik dengan kepercayaan diri tinggi. Pasalnya, Johnson berhasil menjadi salah satu pemain gitar terbaik di kawasan Mississippi.

Johnson pun kembali ke Robinsonville pada pertengahan 1932. Ia berhasil membuat House, Brown serta sejumlah musisi lainnya kagum. Di Robinsonville, Johnson mulai terkenal dengan istilah musisi yang menjual jiwanya ke Iblis.

“Dia bermain gitar dengan sangat bagus. Ketika dia selesai tampil, kami semua beserta dengan para penonton yang hadir dibuat terngaga,” kenang House seperti dikutip Malammalam dari laman Musicoholics.

Johnson sama sekali tidak tersinggung dengan tuduhan telah menjual jiwanya ke Iblis. Ia malah merasa sangat bangga dan merekam sebuah lagu berjudul Me and the Devil Blues. Tak cuma itu, Johnson juga mulai sering mendapat undangan untuk tampil di kota-kota besar seperti New York dan Chicago.

Ketenarannya sebagai musisi membuat Johnson mulai lepas kendali. Sejumlah rekan musisinya mengatakan Johnson kerap mabuk-mabukan hingga larut malam dan menjalin hubungan seksual dengan puluhan wanita.

Meninggal Secara Misterius

Karier Johnson sebagai musisi tidak bertahan lama. Ia ditemukan meninggal di Greenwood, Mississippi pada 16 Agustus 1938, ketika itu, Johnson baru berusia 27 tahun.

Tidak diketahui penyebab pasti di balik meninggalnya Johnson. Pasalnya, kematiannya baru diketahui masyarakat luas dua hingga tiga dekade setelahnya. Kedua faktor tersebut membuat sejumlah pihak membuat teori mengenai penyebab kematian Johnson. 

Salah satu teori kematian Johnson yang paling terkenal adalah, rumor bahwa sang musisi diracuni oleh seorang pria. Johnson diracun karena diduga telah menggoda dan beberapa kali berhubungan seksual dengan istri dari pria yang membunuhnya. Namun, teori ini tidak bisa dipastikan. Pasalnya, tubuh Johnson disebut tidak menunjukkan adanya gejala keracunan. 

Teori kedua dikemukakan oleh seorang praktisi medis bernama David Cornell pada 2006. Ia menilai Johnson menderita kelainan genetik bernama Marfan syndrome. Penyakit tersebut diduga membuat Johnson meninggal akibat serangan jantung. 

Teori ketiga tidak menjelaskan penyebab meninggalnya Johnson. Teori ini hanya mengatakan bahwa Johnson meninggal misterius karena jiwanya telah diambil oleh sang Iblis. Lagi-lagi, teori ini hanya merupakan spekulasi belaka.

Jejak Robert Johnson di Musik Modern

Meski sudah cukup lama meninggal dunia, pengaruh Johnson masih bisa dirasakan hingga saat ini. Sejumlah musisi ternama yang dibuat terkesan dengan pengaruh Johnson antara lain adalah Bob Dylan, Keith Richards serta Chuck Berry.

Tak cuma itu, Johnson juga kini dikenal sebagai salah satu anggota The 27 Club. “Perkumpulan” tersebut dihuni oleh sejumlah musisi yang meninggal dunia di usia 27 tahun, seperti Jimmy Hendrix, Janis Joplin, Jim Morrison, Kurt Cobain, hingga Amy Winehouse.

SUMBER 1

SUMBER 2

SUMBER 3

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trend Fashion yang Bakal Booming di tahun 2022, Kira-kira Ada Apa Aja yaa?

Butuh Teman Traveling, 5 Lagu ini Wajib Kamu Dengarkan dalam Perjalanan