in ,

Kisah Hotel Terkutuk di Los Angeles

Hotel Cecil adalah sebuah hotel yang terletak di bilangan Skid Row, Los Angeles. Hotel ini didirikan pada awal abad ke-20 lalu dan dikenal sebagai salah satu pilihan para pelancong di Los Angeles yang tidak memiliki dompet tebal. Hotel ini memiliki lebih dari 700 kamar.

Skid Row merupakan salah satu kawasan di Los Angeles dengan reputasi buruk. Terdapat banyak tuna wisma, pekerja seks komersial (PSK) serta para pecandu dan bandar narkoba yang tinggal di Skid Row.

Nah, banyak PSK dan bandar narkoba di Skid Row yang menggunakan Hotel Cecil sebagai tempat operasinya. Hal tersebut turut melukai reputasi Hotel Cecil.

Selain itu, Hotel Cecil juga dikenal sebagai hotel terkutuk di Los Angeles. Pasalnya, ada cukup banyak kematian misterius di Hotel Cecil. Mulai dari kasus bunuh diri, pembunuhan, hingga kematian akibat overdosis narkoba.

Kisah menyeramkan Hotel Cecil sempat diangkat ke dalam sebuah serial dokumenter di Netflix. Serial dokementer itu menjelaskan mengenai berbagai kasus yang membuat Hotel Cecil dikenal sebagai Hotel Terkutuk.

“Tugas utama saya adalah memperbaiki reputasi hotel. Selama 10 tahun bekerja di sana, saya yakin ada sekitar 80 kasus kematian,” ujar Amy Price, mantan manajer Hotel Cecil, yang bekerja di sana pada periode 2007 hingga 2017 dalam serial dokumenter Netflix.

Dari sekian banyaknya kasus di Hotel Cecil, dua yang paling mencuri perhatian adalah Richard Ramirez serta Elisa Lam. Berikut, Malammalam.com akan memberikan sedikit penjabaran mengenai kedua kasus tersebut.

Richard Ramirez, Pembunuh Berantai yang Tinggal di Hotel Cecil

Kisah horror hotel Cecil

Mungkin, tak banyak orang yang pernah mendengar nama Richard Ramirez. Pasalnya, ia lebih dikenal dengan julukan The Night Stalker. Julukan tersebut diberikan kepada Ramirez karena aksi kejinya pada pertengahan 1980-an.

Ramirez lahir di El Paso, Texas pada 29 Februari 1960 dan pindah ke Los Angeles ketika berumur 22 tahun. Masa kecil Ramirez dipenuhi dengan tragedi dan hal itu menjadi salah satu faktor di balik kekejamannya.

Ramirez sempat tinggal di Hotel Cecil selama beberapa pekan. Ia tinggal di sana ketika sedang melakukan aksi pembunuhan berantai. Namun, Ramirez tidak melakukan aksi keji tersebut di Hotel Cecil. Ia hanya menjadikan Hotel Cecil sebagai tempat beristirahat setelah membunuh korbannya.

Meski tidak melakukan pembunuhan di Hotel Cecil, Ramirez disebut pernah membawa salah satu “suvenir” hasil pembunuhannya. Hal itu dijelaskan oleh Kim Cooper, seorang penulis buku serta pemandu wisata lokasi kejahatan brutal di Los Angeles.

“Dalam satu kesempatan, dia sempat mencongkel mata salah satu korbannya dan menjadikan mata tersebut sebagai sebuah trofi,” ujar Kim Cooper dilansir Malammalam dari laman Movie Maker.

“Setelah itu, ia melakukan aksi pembunuhan keji. Aksinya merupakan salah satu pembunuhan paling brutal sepanjang sejarah Calofornia Selatan. Setelah membunuh korbannya, Ramirez akan kembali ke Hotel Cecil.”

“Terkadang, dia berada di sebuah gang di belakang Hotel Cecil. Dia berlumuran darah dan langsung membuang pakaiannya di situ,” katanya menambahkan.

Kejahatan Ramirez akhirnya terhenti pada 30 Agustus 1985. Ia ditangkap oleh sejumlah warga Los Angeles di sekitar Hotel Cecil. Ramirez dinyatakan bersalah atas 13 pembunuhan dan mendapat hukuman mati. Namun, Ramirez terlebih dahulu meninggal pada 2013 karena mengalami kanker ketika sedang menunggu eksekusinya.

Kematian Misterius Elisa Lam

Kematian Elisa Lam mungkin bisa disebut sebagai kasus paling terkenal dalam sejarah Hotel Cecil. Lam ditemukan tewas di tempat penampungan air Hotel Cecil pada 19 Februari 2013.

Lam merupakan seorang mahasiswa asal Kanada yang sedang berlibur di California. Ia tiba di Los Angeles pada 26 Januari dan memilih Hotel Cecil sebagai tempat peristirahatannya.

Lam memiliki masalah mental yang membuat kedua orang tuanya cukup protektif. Orang tua Lam meminta putrinya untuk menghubungi mereka setiap harinya selama berada di California. Orang tua Lam mulai curiga ketika putrinya tidak menghubungi mereka lima hari setelah tiba di Los Angeles.

Mereka pun langsung melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian Los Angeles. Akan tetapi, pihak kepolisian tidak bisa menemukan Lam. Aparat pun langsung menyelidiki Hotel Cecil, tempat Lam terakhir kali terlihat.

Pihak kepolisian menemukan sebuah rekaman CCTV misterius. Dalam rekaman tersebut, Lam berada dalam sebuah lift. Ia tanpa ragu-ragu memencet semua tombol sembari bersembunyi di salah satu sudut lift.

Namun, pintu lift tidak juga tertutup. Lam pun memutuskan untuk keluar lift dan terlihat seperti sedang bicara dengan seseorang yang berada di luar jangkauan CCTV. Tak lama setelahnya, Lam pergi dan pintu lift kemudian tertutup.

Di tengah-tengah investigasi pihak kepolisian, para tamu yang menginap di Hotel Cecil mulai memberikan keluhan mengenai air hotel. Mereka mengatakan air yang keluar dari keran hotel tidak berwarna jernih dan memiliki bau aneh.

Pihak Hotel Cecil pun langsung mengirim salah satu orang ke tangki penampungan air untuk mengetahui sumber masalahnya. Pekerja tersebut dibuat kaget karena melihat penutup tangki tidak berada dalam kondisi tertutup. Ia pun kaget karena mayat Lam mengapung di tangki air tersebut dan sudah mulai membusuk.

Mayat Lam langsung dievakuasi oleh pihak kepolisian. Namun, pihak berwajib tidak bisa memberikan kesimpulan pasti mengenai penyebab kematian Lam dan bagaimana cara wanita 21 tahun itu memasuki tangki penampungan air.

Terdapat cukup banyak teori liar mengenai penyebab kematian Lam. Mulai dari gangguan para hantu yang menempati Hotel Cecil, pembunuhan, bunuh diri, hingga halusinasi akibat penyakit mental yang dialami Lam.

Sumber

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh Teman Traveling, 5 Lagu ini Wajib Kamu Dengarkan dalam Perjalanan

Alexandre Villaplane - @fctimenations

Alexandre Villaplane, Pahlawan Timnas Prancis yang Membelot ke Nazi