in ,

Alexandre Villaplane, Pahlawan Timnas Prancis yang Membelot ke Nazi

Alexandre Villaplane - @fctimenations
Alexandre Villaplane (paling kiri) ketika memimpin timnas Prancis di Piala Dunia 1930 (twitter.com/fctimenations)

Timnas Prancis merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola internasional. Mereka merupakan salah satu tim yang tampil di edisi pertama Piala Dunia pada 1930 silam yang digelar di Uruguay.

Ketika itu, timnas Prancis dikapteni oleh Alexandre Villaplane yang berusia 24 tahun. Ketika itu, Villaplane merupakan salah satu pemain terbaik di Liga Prancis. Ia pun sudah menjadi bagian skuat timnas Prancis semenjak 1926.

Piala Dunia 1930 merupakan puncak karier Villaplane. Pasalnya, kariernya mulai menurun tajam selepas tampil di Uruguay. Faktor utama penurunan karier Villaplane adalah ketamakannya dan kecintaannya terhadap uang. 

KARIER SEPAK BOLA ALEXANDRE VILLAPLANE

Alexandre Villaplane lahir di Aljazair pada 1905 dari keluarga miskin. Latar belakang ekonomi dari keluarga Villaplane pun membuatnya memiliki ambisi besar untuk meraih kekayaan secara material.

Bakat besar milik Villaplane sudah terlihat ketika ia masih berusia muda. Villaplane pun memutuskan untuk hijrah ke Prancis dan tinggal bersama pamannya ketika menginjak usia 16 tahun demi mengejar mimpinya di dunia sepak bola.

Villaplane mulai mencuri perhatian publik sepak bola Prancis ketika ia mendapatkan kesempatan tampil bersama FC Sete pada 1921. Beberapa tahun berselang, ia memutuskan untuk hengkang ke Nimes Olympique yang menawarkan kontrak dengan nilai besar.

Alexandre Villaplane - A Halftime Report
Dok. A Halftime Report

Bersama Nimes, Villaplane berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya. Ia pun menjadi sosok yang dikagumi berkat penampilan tak kenal lelahnya di atas lapangan. Di saat yang sama, Villaplane juga mulai menjadi bagian dari skuat timnas Prancis.

Setelah dua tahun bermain untuk Nimes, Villaplane memutuskan untuk hijrah ke Racing Club de Paris. Di Paris, Villaplane semakin dikenal oleh publik Prancis. Hal ini pun memberikan dampak negatif kepadanya.

Villaplane mulai sering menghabiskan waktunya untuk tebar pesona di bar. Selain itu, ia juga mulai berjudi di kasino dan pertandingan balap kuda. Berbagai kegiatan ini pun membuat Villaplane memiliki cukup banyak kenalan di dunia kriminal Paris.

Villaplane pun menjadi sosok andalan timnas Prancis pada Piala Dunia 1930. Bakat besarnya membuat ia ditunjuk sebagai kapten Les Bleus di ajang bergengsi tersebut. Namun, Villaplane memutuskan untuk pensiun dari ajang internasional tak lama setelah Piala Dunia 1930.

Kebiasaan Villaplane yang menghabiskan waktu di tempat hiburan malam mulai berdampak terhadap performanya di atas lapangan. Villaplane mulai kesulitan untuk menunjukkan penampilan terbaiknya bersama Racing Club de Paris.

Ia memutuskan untuk hijrah ke FC Antibes pada 1932. Ketika itu, Villaplane sukses membawa Antibes keluar sebagai juara wilayah selatan. Antibes pun akan menghadapi Lille yang menjadi juara wilayah utara di partai puncak.

Antibes sukses menjadi jawara Liga Prancis. Namun, gelar ini harus dicabut setelah mereka terbukti ikut serta dalam skandal pengaturan skor. Villaplane yang menjadi salah satu sosok sentral dalam skandal ini hanya mendapatkan hukuman ringan.

Setelah skandal ini, Villaplane hengkang ke OGC Nice. Namun, ia sudah tak lagi tertarik berkarier di dunia sepak bola dan lebih sering menghabiskan waktunya bertaruh balap kuda.

SEMAKIN TERLIBAT DENGAN DUNIA KRIMINAL

Petualangan Villaplane bersama Nice hanya bertahan seumur jagung. Ia memilih hengkang ke klub divisi dua, Hispano-Bastidienne pada 1934. Akan tetapi, perjalanan Villaplane di divisi dua juga tidak bertahan lama.

Villaplane dipecat oleh Hispano-Bastidienne karena tidak menunjukkan komitmennya di atas lapangan. Pemecatan oleh Hispano-Bastidienne membuat Villaplane langsung terjun ke dunia kriminal dan sempat mendekam di penjara pada 1935. 

Setelah keluar dari penjara, Villaplane terus melanjutkan kegiatannya di dunia kriminal. Ia dikenal sebagai salah satu bandar judi di Prancis dan seringkali mengatur hasil pertandingan balap kuda.

Alexandre Villaplane - Sud Ouest
Dok. Sud Ouest

Pendudukan Prancis oleh Nazi selama masa perang dunia ke-2 tak luput dari perhatian Villaplane. Alih-alih menentang, Villaplane malah memutuskan untuk mengucap janji setia kepada Nazi. 

Keputusan tersebut disambut baik oleh Nazi yang mulai mempekerjakan Villaplane. Ia diberi tugas mengumpulkan seluruh warga Yahudi di Prancis untuk kemudian dieksekusi oleh Nazi.

Selama bekerja bersama Nazi, Villaplane dikenal sebagai sosok yang kejam. Ia kerap kali menyiksa warga Yahudi dan pasukan pemberontak Prancis di sebuah gudang di kawasan Paris. Villaplane pun tidak menunjukkan rasa bersalah karena hanya memperdulikan mengenai kekayaannya.

Setelah tiga tahun bekerja bersama Nazi, Villaplane mulai menunjukkan perubahan hati. Pasalnya, pasukan pemberontak Prancis sudah semakin kuat dan mampu merepotkan Nazi. Villlaplane pun mulai membebaskan pasukan pemberontak Prancis yang ditahan demi mendapat simpati.

Namun, usaha tersebut tak membuahkan hasil manis. Pasalnya, Villaplane langsung dijatuhi hukuman mati tak lama setelah Prancis terbebas dari pendudukan Nazi pada pertengahan 1944.

Pada 26 Desember 1944, Villaplane dieksekusi mati oleh regu tembak di Paris. Ketika itu, para algojo tak memperdulikan status Villaplane sebagai kapten timnas Prancis di Piala Dunia 1930. Kenangan warga Prancis akan Piala Dunia 1930 pun mulai dilupakan dengan tewasnya Villaplane.

Sumber

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kisah Hotel Terkutuk di Los Angeles

Happiness, Drama Korea Terbaru Mengenai Teror Penyakit Misterius

Teror Wabah Penyakit dalam Serial Happiness