in ,

Menilik Peluang Sirkuit Mandalika Gelar Balapan F1

Sirkuit Mandalika - F1 - inilah. com
Dok. inilah.com

Sirkuit Mandalika kini menjadi salah satu permata dalam dunia balap di Indonesia. Sirkuit dengan panjang 4,31 KM ini sudah resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 12 November 2021 lalu.

World Superbike 2021 menjadi ajang internasional pertama yang digelar di Sirkuit Mandalika. Tahun ini, Sirkuit Mandalika rencananya juga akan menjadi salah satu tuan rumah Moto GP.

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para pecinta MotoGP di Indonesia. Pasalnya, mereka tak perlu lagi berpergian ke luar negeri untuk menonton langsung aksi Marc Marquez dkk di atas sirkuit.

Bagi para penggemar F1 di tanah air, kehadiran Sirkuit Mandalika juga menjadi angin segar. Mereka kini mulai bisa berharap bakal bisa menonton balapan kelas dunia tersebut tanpa harus pergi ke luar negeri.

Terlebih, saat ini F1 sedang melakukan ekspansi besar-besaran ke seluruh dunia. Balapan musim 2021 akan diwarnai oleh sepasang trek baru di Jeddah, Arab Saudi dan Doha, Qatar.

Nah, pengelola Sirkuit Mandalika juga tidak menutup gelaran menjadi salah satu arena balapan F1 di masa depan. Beberapa waktu lalu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, menegaskan pihak F1 tertarik menggelar balapan di Sirkuit Mandalika suatu hari nanti.

“Pekerjaan rumah nampaknya akan nambah lagi. Formula 1 sangat tertarik untuk menggelar balapan di NTB,” jelasnya seperti dikutip dari Tempo.

Akan tetapi, Sirkuit Mandalika harus melewati jalan berliku untuk bisa menjadi tuan rumah balapan F1. Apa saja syarat yang harus dipenuhi Sirkuit Mandalika agar bisa menjadi tuan rumah F1? Simak paparannya di bawah ini:

Sirkuit Mandalika - F1 - Pikiran Rakyat
Dok. Pikiran Rakyat

SYARAT-SYARAT YANG DITETAPKAN FIA

Federation Internationale de l’Automobile (FIA) merupakan induk olah raga balap mobil, termasuk F1. FIA bukanlah organisasi yang menaungi balapan sepeda motor. Kategori balapan sepeda motor dinaungi oleh Federation Internationale de Motocyclisme.

Kedua organisasi tersebut memiliki standar yang berbeda. Oleh karena itu, Sirkuit Mandalika saat ini belum bisa menjadi tuan rumah balapan F1 hanya karena sudah mengantongi homologasi FIM.

Untuk menjadi tuan rumah balapan F1, Sirkuit Mandalika harus terlebih dahulu mendapatkan sertifikasi Grade 1 dari FIA. Nah, FIA memiliki persyaratan yang cukup panjang bagi sirkuit-sirkuit yang ingin mendapatkan sertifikasi Grade 1.

Sebagai trek baru, Sirkuit Mandalika harus memberikan sejumlah dokumen terkait rencana penyelenggaraan Grand Prix F1. Dokumen ini akan diberikan kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk kemudian diteruskan kepada FIA.

Setelah mendapat dokumen persyaratan, FIA akan mengenakan biaya untuk melakukan inspeksi. Dalam inspeksi ini, FIA bisa memberikan sejumlah rekomendasi yang harus dipenuhi oleh pihak manajemen trek untuk dilaksanakan.

Inspeksi ini juga tidak bisa dilakukan sembarangan. FIA hanya akan melakukan inspeksi maksimal 90 hari sebelum sirkuit menggelar Grand Prix F1. Lantas, apa saja yang diperiksa FIA?

  • Layout Sirkuit

FIa akan terlebih dahulu memeriksa layout sirkuit. Pasalnya, balapan F1 tidak bisa digelar di sirkuit sembarangan. Setiap sirkuit yang ingin menggelar balapan F1 harus memiliki panjang mulai dari 3.5 KM hingga 7 KM. Sirkuit Mandalika memenuhi persyaratan tersebut karena memiliki panjang 4,3 KM.

Tak cuma itu, setiap bagian trek lurus di sirkuit yang akan menggelar balapan F1 tidak boleh memiliki panjang lebih dari 2 KM. Sirkuit juga harus memiliki lebar minimal 12 meter dan 15 meter di garis start/finish

FIA juga menetapkan persyaratan yang cukup ketat di starting grid. Setiap kotak yang berada di starting grid, harus berjarak minimal delapan meter untuk F1. Garis start/finish dan tikungan pertama juga minimal berjarak 250 meter.

Tikungan pertama juga tidak bisa dibuat terlalu tajam. Tikungan pertama hanya bisa memiliki sudut (?) 45 derajat dan panjangnya tidak melebihi 300 meter. FIA juga meminta tikungan pertama memiliki run off area yang cukup luas agar para pembalap bisa terhindar dari kecelakaan besar di lap pertama.

  • Fasilitas Pendukung

Setelah memeriksa layout sirkuit. FIA akan melakukan inspeksi ketat ke bagian fasilitas medis. FIA meminta seluruh sirkuit untuk menyediakan fasilitas medis kelas dunia.

FIA meminta setiap fasilitas medis di sirkuit memiliki sejumlah dokter dengan pengalaman cedera serius. Selain dokter, FIA juga meminta kehadiran minimal dua orang ahli bedah yang berpengalaman menangani gegar otak, cedera tulang belakang serta luka bakar.

Seluruh tim medis yang akan bertugas wajib berbahasa Inggris dengan fasih. Tim medis juga harus terbiasa menangani pasien dengan trauma berat.

Selain itu, sirkuit yang ingin menjadi tuan rumah F1 juga harus memiliki berbagai fasilitas pendukung lainnya. Beberapa di antaranya adalah timing room, race control, media center serta pit dan paddock.

Setelah melakukan inspeksi, FIA akan memberikan penilaiannya. Jika mendapat sertifikasi Grade 1, maka sirkuit tersebut akan mendapat lampu hijau untuk menjadi tuan rumah F1. Sertifikasi Grade 1 biasanya berlaku selama 36 bulan setelah inspeksi terakhir dan bisa diperpanjang ketika mendekati akhir masa berlaku.

Sirkuit Mandalika - F1 - Detik Oto
Dok. Detik Oto
BERAPA BIAYA YANG HARUS DIKELUARKAN SIRKUIT MANDALIKA?

Setelah mendapat sertifikasi Grade 1, Sirkuit Mandalika tidak bisa asal mendaftar untuk menajdi tuan rumah F1. Mereka harus menyiapkan dana yang tidak sedikit agar bisa menjadi tuan rumah.

Menurut laporan Forbes, Liberty Media, selaku pemilik F1 menetapkan tarif sebesar 31,5 juta US Dollar (sekitar 446 Miliar Rupiah) untuk tahun pertama. Akan tetapi, Liberty Media menerapkan peningkatan tarif jika sirkuit sepakat menandatangani kontrak berdurasi satu dekade. Total, sirkuit yang menandatangani kontrak 10 tahun harus menyiapkan dana sebesar 396 juta US Dollar (sekitar 5,4 Triliun Rupiah).

Tak cuma itu, seluruh pendapatan dari pihak-pihak yang mensponsori Grand Prix F1 juga akan masuk ke kantong Liberty Media. Pihak sirkuit hanya bisa mendapat pemasukan melalui harga tiket masuk.

Nah, Sirkuit Mandalika bisa menampung 200.000 penonton. Rata-rata tiket Grand Prix F1 musim 2021 dibanderol dengan harga 1408 US Dollar (sekitar 19,9 juta Rupiah). Jika tiket terjual habis, maka Sirkuit Mandalika bisa mendapat pemasukan sebesar 3,9 Trilun Rupiah.

Akan tetapi, jangan menjadikan angka di atas sebagai patokan. Karena, perhitungan di atas hanyalah perkiraan kasar dari biaya pemasukan Sirkuit Mandalika dari tiket penjualan. Nominal tiket yang dijual Sirkuit Mandalika bisa saja lebih besar atau lebih rendah dari perkiraan di atas.

Tak cuma dari tiket, Sirkuit Mandalika juga berpotensi mendapat pemasukan tambahan dari biaya sewa berbagai spot untuk berdagang serta sumber-sumber lain.

Kini, nasib balapan F1 di Sirkuit Mandalika berada di tangan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Andai Kemenpora dan pengelola sirkuit bisa memenuhi berbagai syarat yang ditetapkan FIA dan F1, bukan tidak mungkin kita semua akan melihat aksi Max Verstappen dkk di Sirkuit Mandalika dalam waktu dekat.

Report

What do you think?

10 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 Tradisi Unik Natal di Berbagai Penjuru Dunia

Alois Brunner - Alaraby

Mengenal Alois Brunner, Eks Komandan Nazi yang Menjadi “Mentor” Diktator Suriah