in ,

Misteri 13 Potongan Tubuh di Jakarta Selatan

Kasus Setiabudi 13 tidak terpecahkan hingga saat ini - unsplash
Kasus Setiabudi 13 tidak terpecahkan hingga saat ini (Unsplash)

Sepasang kardus yang terletak di pinggir jalan berhasil membuat masyarakat di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan, geger. Pasalnya, kardus tersebut berisi 13 potogan tubuh seorang korban pembunuhan.

Penemuan potongan tubuh tersebut terjadi pada 23 November 1981. Ini merupakan kasus pembunuhan mutilasi pertama di Indonesia. Meski kardus tersebut 40 tahun silam, hingga kini kasus ini masih membuat para penyidik kebingungan.

Para penyidik gagal mengantongi identitas korban maupun pelaku mutilasi. Kini, penemuan kardus tersebut dikenal dengan nama kasus Setiabudi 13.

Awal Ditemukannya Kardus

Kehadiran kardus tersebut pertama kali disadari oleh dua orang petugas keamanan bernama Suriadi Jaya dan Ade Sumarna. Keduanya bekerja di PT Garuda Mataram Motor yang terletak di Jalan Sudirman.

Keduanya mulai curiga karena tercium bau busuk dari kardus tersebut. Tidak cuma itu, lokasi di sekeliling kardus juga dihinggapi banyak lalat. Suriadi dan Ade tidak berani membuka isi kardus tersebut. Keduanya langsung melaporkan temuannya kepada polisi yang tengah mengatur arus lalu lintas.

Polisi sempat mengabaikan kardus temuan dua petugas keamanan - Pixabay
Polisi sempat mengabaikan kardus temuan dua petugas keamanan (Pixabay)

Akan tetapi, laporan Suriadi dan Ade tidak dihiraukan oleh sang polisi. Pasalnya, saat itu lalu lintas cukup ramai dan sang polisi tidak sempat memeriksa kardus temuan Suriadi dan Ade.

Beberapa saat setelahnya, kardus tersebut dipungut oleh dua orang pemulung yang tengah melintas. Kedua pemulung tersebut merasa senang karena menemukan sebuah kardus yang bisa dijual.

Akan tetapi, kedua pemulung tersebut dibuat kaget karena kardus yang mereka temukan ternyata tidak bisa diangkat begitu saja. Keduanya pun langsung membuka kardus dan terkejut dengan kepala, tulang belulang, daging serta organ tubuh manusia yang berada di dalam temuan mereka.

Kaget, keduanya langsung berteriak dan berhasil mencuri perhatian orang-orang yang berada di sekitar lokasi, termasuk polisi yang sedang mengatur arus lalu lintas. Awalnya polisi mengira kedua pemulung tersebut telah menemukan daging sapi. Akan tetapi, polisi yang menghampiri kardus juga dibuat kaget dengan adanya potongan tubuh manusia.

Pihak kepolisian pun langsung melakukan olah TKP dan memanggil ahli forensik. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban dibunuh satu hari sebelum mayatnya ditemukan. Tidak cuma itu, pihak penyidik juga menemukan 13 potongan tubuh. Hal tersebut membuat kasus ini dikenal dengan nama “Setiabudi 13.”

Berhasil Membuat Ahli Forensik Kebingungan

Setelah dilakukan olah TKP dan penyelidikan awal, 13 potogan tubuh manusia tersebut kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RCSM). Ahli forensik legendaris RSCM, Alm. dr Abdul Mun’im Idris, diberi tugas untuk melakukan otopsi.

Dari hasil otopsi, dr Mun’im Idris menyimpulkan korban dibunuh dengan sadis. Tubuh korban tidak cuma dipotong-potong, tapi juga disayat dan seluruh dagingnya dikupas dari tulangnya.

“Yang uniknya, wajahnya tidak diapa-apakan. Telapak tangan masih ada, telapak kaki masih ada, selebihnya itu ya seperti kambing guling, disayat-sayat ratusan potong. Kemudian paru, hati, dan limpa masih utuh,” kata Mun’im Idris dikutip dari Detik.

Hasil autopsi gagal mengungkap identitas korban Setiabudi 13 - The Guardian
Hasil autopsi gagal mengungkap identitas korban Setiabudi 13 (The Guardian)

Selain itu, Mun’im Idris juga menyimpulkan korban dipotong-potong menggunakan gergaji besi. Pelaku juga memindahkan organ tubuh korban dengan hati-hati dan tidak merusaknya sama sekali. Bahkan, tim forensik bisa menyusun organ tubuh korban dengan mudah.

Korban diperkirakan berumur 16 hingga 21 tahun, memiliki badan agak gemuk, tegap serta punya beberapa tahi lalat. Korban juga diketahui menderita penyakit fimosis. Meski mengantongi wajah serta sidik jari, para penyidik tidak mengetahui identitas korban hingga saat ini.

Dilakukan Lebih dari Satu Orang

Rapihnya kondisi organ serta tubuh korban juga menjadi satu petunjuk lainnya. Mun’im Idris menyimpulkan pelaku mutilasi berjumlah lebih dari satu orang. Selain itu, para pelaku juga diketahui sangat ahli dalam bidangnya.

Plastik yang digunakan untuk membungkus tubuh korban diketahui berasal dari toko buku di Pasar Baru serta sejumlah swalayan yang terletak di sekitar lokasi penemuan. Tidak cuma itu, polisi juga menemukan koran edisi sore tertanggal 19 Agustus yang masih rapi dan terlihat seperti baru dibeli.

Pihak kepolisian langsung membuat sketsa muka korban dan menyebarkannya ke publik luas. Sehari setelah disebarkan, terdapat ratusan orang untuk melakukan proses identifikasi. Akan tetapi, pihak kepolisian masih belum menemukan adanya kecocokan antara data-data yang diberikan dengan korban. Korban akhirnya dimakamkan di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, pada 27 November 1981. 

Sudah lebih dari empat dekade berlalu dari penemuan kardus tersebut di Setiabudi. Akan tetapi, hingga kini tidak diketahui identitas korban maupun pelaku. Ini pun menjadi salah satu unsolved mystery di Indonesia yang masih menjadi topik perbincangan hangat hingga sekarang.

SUMBER 1

SUMBER 2 

SUMBER 3

Report

What do you think?

12 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Espresso merupakan salah satu minuman favorit orang Italia - Pixabay 2

Berkenalan dengan Espresso, Sari Pati Kopi Khas Italia

5 rekomendasi diet buat kamu yang ingin menurunkan berat badan - Unsplash

5 Rekomendasi Diet Buat Kamu yang Ingin Turunkan Berat Badan