in ,

Kisah Tragis Peg Entwistle yang Menghantui Tanda Hollywood

Arwah gentayangan Peg Entwistle menghantui tanda Hollywood - Unsplash
Arwah gentayangan Peg Entwistle menghantui tanda Hollywood (Unsplash)

Siapa sih yang nggak kenal Hollywood? Daerah di Los Angeles ini dikenal sebagai pusat perfilman dunia. Selain itu, kawasan ini juga dikenal dengan tulisan “Hollywood” yang membentang di sebuah bukit.

Tulisan Hollywood yang membentang di Griffith Park, Mount Lee, didirikan pada 1923 silam. Awalnya, tanda tersebut bertuliskan “HOLLYWOODLAND” dan menandakan sebuah area perumahan yang tengah dibangun.

Seiring berjalannya waktu, Hollywood berkembang menjadi pusat perfilman Amerika Serikat. Tidak cuma itu, tanda “HOLLYWOODLAND” juga dipangkas menjadi hanya “HOLLYWOOD” yang masih berdiri hingga saat ini.

Semenjak didirikan, tanda “HOLLYWOOD” memang menyimpan sejumlah kisah. Mulai dari cerita haru, menyenangkan hingga kisah tragis. Nah, cerita Peg Entwistle mungkin menjadi kisah paling memilukan di tanda “HOLLYWOOD.” 

MENJADI TERKENAL DI NEW YORK
Peg Entwistle sempat menjadi aktor di New York sebelum pindah ke Los Angeles - The Telegraph
Peg Entwistle sempat menjadi aktor di New York sebelum pindah ke Los Angeles (The Telegraph)

Peg Entwistle lahir di Port Talbot, Wales, pada 5 Februari 1908. Kedua orang tuanya merupakan aktor di Inggris dan Entwistle sempat menghabiskan beberapa tahun ketika masih belia di London.

Pada 1912, Entwistle memutuskan mengikuti ayahnya dan pindah ke New York, Amerika Serikat. Entwistle hijrah ke Amerika Serikat tidak lama setelah ayah dan ibunya menyelesaikan proses perceraian.

Koneksi plus pekerjaan sang ayah membuat Entwistle mulai dikenal di Broadway sebagai aktor muda bertalenta. Ia sempat membintangi sejumlah panggung teater ternama seperti The Wild Duck, serta The Man from Toronto.

Satu dekade setelah pindah ke Amerika Serikat, ayah Entwistle meninggal dunia karena terlibat kecelakaan tabrak lari di New York. Tragedi ini pun membuat Entwistle tinggal bersama kerabatnya di New York sembari melanjutkan kariernya sebagai aktor di Broadway.

Di usia 18 tahun, Entwistle direkrut oleh Asosiasi Teater New York. Tak lama setelahnya, Entwistle menikahi seorang aktor bernama Robert Keith. Akan tetapi, pernikahan keduanya hanya bertahan seumur jagung karena Keith ternyata sudah menikah dan punya seorang putra.

Nama Entwistle semakin harum setelah menjadi anggota Asosiasi Teater New York. Pada 1929, Entwistle sempat melakukan wawancara dengan surat kabar Oakland Tribune. Dalam wawancara tersebut, Entwistle mengutarakan niatnya menjadi aktor tenama di Hollywood.

Karier teater Entwistle sempat terhenti pada 1930. Pasalnya, Amerika Serikat mengalami krisis finansial hebat yang kini dikenal dengan istilah The Great Depression, Entwistle pun sempat kesulitan mencari panggung teater.

Karier Entwistle kembali meningkat pada 1932. Ia pindah ke Los Angeles dan tinggal bersama pamannya. Di Los Angeles, Entwistle sempat membintangi sebuah teater bernama The Mad Hopes.

Tidak lama setelahnya, Entwistle mendapat tawaran film pertamanya. Ia dipercaya memerankan sebuah tokoh dalam film berjudul Thirteen Women. Namun, film tersebut gagal mengangkat nama Entwistle dan RKO Pictures memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sang aktor.

AKHIR HIDUP PEG ENTWISTLE
Peg Entwistle mengakhiri hidupnya di tanda Hollywood (The JJ Report)

Pada September 1932, Entwistle berpamitan dengan pamannya. Ia mengaku ingin bertemu dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Ini adalah kali terakhir Entwistle terlihat hidup.

Dua hari setelah berpamitan dengan pamannya, seorang pria yang berada di sekitar tanda “HOLLYWOOD” menemukan sebuah sepatu, tas, jaket serta tas kecil. Terdapat sebuah surat bunuh diri di dalam tas tersebut.

“Sayang sekali aku adalah seorang pengecut dan aku ingin meminta maaf atas segala kesalahan. Jika saja aku melakukan hal ini semenjak dulu, mungkin aku tidak akan merasa terlalu sakit,” tulis catatan tersebut.

Tidak jauh dari tas dan surat tersebut, terdapat sebuah mayat wanita. Mayat tersebut adalah Peg Entwistle yang mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari huruf H di tanda “HOLLYWOOD.”

Tragisnya, aksi bunuh diri ini justru membuat nama Entwistle terkenal. Pasalnya, media-media Los Angeles langsung memberitakan bunuh diri Entwistle secara berlebihan. Selain itu, sejumlah surat kabar Los Angeles juga memuat isi surat bunuh diri Entwistle.

Entwistle ditengarai memilih bunuh diri akibat putus asa karena keputusannya menjadi aktor gagal membuahkan hasil manis. Pasalnya, ia tidak lagi memiliki uang maupun rencana cadangan setelah didepak RKO Pictures.

Kematian Entwistle menjadi sumber inspirasi bagi banyak sutradara serta musisi. Film Percy Jackson & The Olympians: The Lightning Thief yang dirilis pada 2010 memberi referensi kematian Entwistle. Film tersebut menjadikan huruf H di tanda “HOLLYWOOD” sebagai pintu masuk ke dunia kematian.

Tujuh tahun setelahnya, giliran penyanyi kenamaan, Lana Del Rey, yang memberi referensi kematian Entwistle. Lagu Lust for Life kreasi Del Rey dengan The Weekend dibuka dengan kata-kata, “Climb up the H/ Of the Hollywood sign.

HANTU PEG ENTWISTLE DI TANDA HOLLYWOOD
Peg Entwistle dikabarkan masih menghantui tanda Hollywood hingga saat ini (Unsplash)

Kematian Entwistle juga menjadi sumber kisah-kisah makhluk tak kasat mata yang menghantui tanda “HOLLYWOOD.” Pada 2014, Vanity Fair menerbitkan sepasang kisah hantu yang berada di tanda “HOLLYWOOD.”

Cerita pertama fokus pada 1940. Ketika itu, huruf H di tanda “HOLLYWOOD” jatuh tanpa adanya angin atau hujan deras. Banyak orang menduga huruf H tersebut dijatuhkan oleh arwah gentayangan Entwistle.

Cerita kedua mengisahkan pengalaman seorang pria yang sedang berolahraga di sekitar tanda “HOLLYWOOD.” Pria tersebut mengaku melihat penampakan seorang wanita cantik yang menggunakan busana populer di era 1930-an.

Hingga saat ini, arwah gentayangan Entwistle dilaporkan masih menghantui tanda “HOLLYWOOD.” Nampaknya, Entwistle masih belum bisa melupakan mimpinya menjadi aktor film kenamaan di Hollywood meski sudah lama meninggal dunia.

SUMBER 1

SUMBER 2

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sigale-gale merupakan boneka tradisional milik masyarakat Samosir - dreamers. id

Cerita Menyedihkan Sigale-gale, Boneka Tradisional Milik Masyarakat Samosir

Benteng Vredeburg merupakan salah satu destinasi wisata di Yogyakarta - Misteraladdin

Cerita Mistis Benteng Vredeburg Yogyakarta