in ,

Teka-Teki Kematian Anastasia Romanov, Putri Rusia yang Dieksekusi Tentara Bolshevik

Kematian Anastasia Romanov masih menjadi misteri hingga hari ini - Vizaca
Kematian Anastasia Romanov masih menjadi misteri hingga hari ini (Vizaca)

Di abad ke-20, Rusia lebih dikenal dengan nama Uni Soviet dan merupakan salah satu negara terkuat di dunia. Uni Soviet mengusung ideologi komunis dan menjadi musuh bebuyutan Amerika Serikat, persaingan kedua negara adidaya tersebut kini dikenal dengan istilah Perang Dingin.

Sebelum menjadi Uni Soviet, Rusia sempat menjadi kerajaan yang ditakuti selama berabad-abad. Kekaisaran Rusia diruntuhkan pasukan Bolshevik pada awal abad ke-20.

Tsar Nicholas II menjadi raja terakhir Kekaisaran Rusia. Nyawa Tsar Nicholas II dan keluarganya (satu istri dan lima orang anak) dihabisi oleh tentara Bolshevik yang ingin meruntuhkan Kekaisaran Rusia pada Oktober 1917.

Salah satu anak Tsar Nicholas II, Anastasia Romanov, disebut berhasil menyelamatkan diri dari eksekusi tentara Bolshevik. Misteri ini mencuat karena mayat Anastasia tidak ditemukan bersama keluarganya. Lalu, bagaimana nasib Anastasia Romanov?

ANASTASIA ROMANOV HIDUP SEDERHANA SEMENJAK KECIL
Anastasia Romanov terbiasa hidup sederhana semenjak kecil (Thoughtco)

Anastasia merupakan anak keempat dari pasangan Tsar Nicholas II dan istrinya, Alexandra. Ia dilahirkan pada 18 Juni 1901 dan punya empat orang saudara kandung, yakni Olga, Maria, Tatiana serta Alexei.

Meski dibesarkan di lingkungan Kekaisaran Rusia, Anastasia dan saudaranya hidup dengan cara sederhana. Mereka tidak terbiasa dimanjakan semenjak dini dan malah harus membantu para asisten kerajaan membereskan rumah dan kamarnya masing-masing.

Anastasia merupakan sosok yang periang. Salah seorang kerabat terdekat keluarga Romanov menggambarkan Anastasia sebagai anak yang cerdas dan kerap mengusili saudara-saudara kandungnya. Anastasia juga memiliki hubungan yang dekat dengan Maria, keduanya mendapat julukan sebagai “Pasangan Kecil.”

Anastasia dan saudara kandungnya tidak mendapatkan pendidikan formal. Akan tetapi, putra dan putri keluarga Romanov dibekali berbagai ilmu dari seorang guru privat. Itu merupakan metode mendidik anak yang cukup umum untuk keluarga kerajaan di Eropa pada abad ke-19 dan 20.

Perang Dunia I bergejolak ketika Anastasia memasuki usia remaja. Rusia sebagai salah satu kekuatan terbesar di dunia ketika itu turut ikut serta dalam perang. Keputusan tersebut berbuah fatal karena warga Rusia dibuat kesusahan bertahan hidup karena menipisnya stok makanan.

Anastasia dan dua kakak perempuannya mencoba menjadi salah satu relawan dan ingin merawat para prajurit yang terluka akibat perang. Akan tetapi, permohonan Anastasia dan saudaranya ditolak karena mereka masih terlalu muda. Mereka pun harus puas hanya mengunjungi para prajurit Rusia yang sedang dirawat di rumah sakit.

REVOLUSI BOLSHEVIK DAN AKHIR KELUARGA ROMANOV
Nyawa keluarga Romanov dihabisi pasukan Bolshevik pada 1918 (RTBH)

Keikutsertaan Rusia di Perang Dunia I menjadi salah satu alasan utama di balik berakhirnya kekuasaan Keluarga Romanov. Dimotori Vladimir Lenin, ratusan ribu warga yang didukung tentara Rusia mulai memberontak dan meminta Tsar Nicholas II mundur.

Tsar Nicholas II pun menuruti permintaan tentara revolusi dan meletakkan takhtanya sebagai raja Rusia kepada saudara kandungnya, Pangeran Michael. Akan tetapi, Pangeran Michael menolak tawaran tersebut karena sadar tidak memiliki pendukung. Rusia pun tidak lagi memiliki raja dan takhta pemimpin jatuh ke tangan Lenin.

Tsar Nicholas II beserta dengan keluarganya kemudian ditangkap oleh pasukan revolusi pada Agustus 1917. Mereka semua dievakuasi dari Moskow dan ditempatkan di rumah terpencil milik mantan gubernur Tobolsk yang terletak di Siberia. Keluarga Romanov tidak tinggal sendirian di Siberia. Mereka juga ditemani beberapa asisten serta guru privat yang masih setia menjalankan tugasnya untuk keluarga Romanov.

Keluarga Romanov tidak mendapat perlakuan buruk selama tinggal di Siberia. Anastasia dan saudara-saudara kandungnya masih melanjutkan pendidikan non-formal mereka dan Alexandra bahkan masih sempat menjahit meski kondisi kesehatannya mulai menurun.

Keluarga Romanov kemudian dipindahkan pasukan revolusi ke sebuah rumah yang terletak di Yekaterinburg. Kali ini, Anastasia sudah mulai merasakan penderitaannya sebagai tahanan perang sipil Rusia.

Pada pertenghan 1918, pasukan revolusi akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi keluarga Romanov beserta dengan para asistennya. Mereka semua dieksekusi di Yekaterinburg dengan cara ditembak. Pasukan revolusi kemudian membakar mayat keluarga Romanov beserta keluarganya dan menguburkannya di dekat lokasi eksekusi.

MISTERI ANASTASIA
Anna Anderson (kanan) mengklaim dirinya sebagai Anastasia - allthatsinteresting. com
Anna Anderson (kanan) mengklaim dirinya sebagai Anastasia (allthatsinteresting.com)

Awalnya, Anastasia diduga ikut tewas bersama keluarganya yang dieksekusi. Akan tetapi, seorang wanita di Jerman bernama Anna Anderson mengklaim dirinya sebagai Anastasia Romanov.

Klaim Anna menjadi awal mula misteri kematian Anastasia Romanov. Banyak pihak yang berspekulasi Anna merupakan Anastasia yang berhasil melarikan diri dari kejaran pasukan revolusi. Akan tetapi, tidak sedikit pihak yang skeptis dengan klaim Anna.

Klaim Anna pun langsung mencuri perhatian pengadilan Jerman. Berkas klaim Anna dipelajari dan tidak ditutup selama tiga dekade setelah klaimnya. Pengadilan Jerman akhirnya menetapkan klaim Anna sebagai penipuan pada medio 1970-an.

Anna bukanlah satu-satunya orang yang mengklaim dirinya sebagai Anastasia Romanov. Terdapat puluhan wanita di Rusia, Eropa dan Amerika Serikat yang mengklaim dirinya sebagai Anastasia dan penerus takhta Kekaisaran Rusia.

Misteri kematian Anastasia pun mulai sedikit terkuak di akhir abad ke-20. Sejumlah arkeolog berhasil menemukan jasad yang diduga Tsar Nicholas II beserta dengan istri dan tiga orang anaknya pada 1970-an. Akan tetapi, buruknya kondisi jenazah membuat para arkeolog kesulitan menentukan identitas mayat yang ditemukan.

Memanfaatkan tes DNA, ilmuwan hanya berhasil mengungkap identitas kelima mayat yang ditemukan. Tes DNA tersebut memastikan kelima mayat itu merupakan Tsar Nicholas II beserta istri dan tiga orang anaknya. Akan tetapi, tidak diketahui secara pasti siapa tiga anak Tsar Nicholas II yang ditemukan pada medio 1970-an.

Pada 2007, para arkeolog kembali menemukan dua orang jenazah anak Tsar Nicholas II. Setelah diidentifikasi, kedua mayat tersebut merupakan Maria dan Alexei. Hal itu membuat Anastasia kemungkinan besar menjadi salah satu anak Tsar Nicholas II yang jasadnya ditemukan tiga dekade sebelumnya.

Akan tetapi, identitas ketiga jasad tersebut masih belum bisa dipastikan. Hingga kini, misteri kematian Anastasia Romanov masih menjadi tanda tanya besar.

SUMBER 1

SUMBER 2

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teror Monster dengan 21 Wajah membuat Glico Menelan Kerugian besar - historyofyesterday. com

Teror Monster dengan 21 Wajah yang Nyaris Menghancurkan Perusahaan Raksasa Jepang

Uang 300 juta yen dirampok dari Nippon Trust Bank pada 1968 silam - Unsplash

Ketika Uang 300 Juta Yen Menghilang Secara Misterius