in ,

Ketika Uang 300 Juta Yen Menghilang Secara Misterius

Uang 300 juta yen dirampok dari Nippon Trust Bank pada 1968 silam - Unsplash
Uang 300 juta yen dirampok dari Nippon Trust Bank pada 1968 silam (Unsplash)

Terdapat banyak kasus perampokan di Jepang yang masih belum terpecahkan hingga saat ini. Akan tetapi, kasus perampokan uang sebesar 300 juta yen pada 1968 silam menjadi kisah paling terkenal.

Kasus ini bermula ketika seorang manajer Nippon Trust Bank mendapat ancaman. Sang pelaku meminta dana tebusan sebesar 300 juta yen atau rumah sang manajer akan diledakkan dengan dinamit.

Ancaman tersebut sontak membuat sang manajer panik. Ia pun langsung menghubungi pihak kepolisian untuk meminta perlindungan serta mencari sang pelaku. Pihak kepolisian tidak keberatan memenuhi permintaan tersebut dan langsung menurunkan 50 personilnya untuk mengamankan kediaman sang manajer bank.

Akan tetapi, upaya pihak kepolisian tidak membuahkan hasil berarti. Meski nyawa manajer bank beserta keluarga dan bawahannya sukses diselamatkan, aparat tidak mampu menggagalkan pencurian uang sebesar 300 juta yen.

PELAKU MENYAMAR MENJADI ANGGOTA KEPOLISIAN
Pelaku perampokan menyamar sebagai seorang anggota polisi - Unsplash
Pelaku perampokan menyamar sebagai seorang anggota polisi (Unsplash)

Pelaku melancarkan aksinya pada 10 Desember 1968. Ketika itu, empat orang pegawai Nippon Trust Bank sedang mengantarkan dana sebesar 300 juta yen yang ke pabrik Toshiba. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar bonus ratusan karyawan Toshiba.

Sekitar 200 meter dari pabrik Toshiba, empat orang karyawan Nippon Trust Bank dibuat kaget dengan suara sirine dari sebuah sepeda motor polisi. Pengendara motor polisi tersebut mengatakan rumah manajer bank telah diledakkan dan kini nyawa para karyawan Nippon Trust Bank berada dalam ancaman.

Setelah itu, sang “polisi” meminta para karyawan untuk turun dari mobil. Seluruh karyawan menuruti perintah tersebut dan sang “polisi” langsung memeriksa seluruh bagian mobil. Tiba-tiba, si “polisi” berteriak mobil tersebut dipasangi dinamit dan akan meledak.

Para karyawan yang panik langsung melarikan diri ke daerah aman. Namun, empat orang karyawan itu dibuat heran karena tidak kunjung mendengar suara ledakkan. Mereka kaget ketika melihat mobil yang berisi uang bonus karyawan Toshiba sudah tidak ada lagi di lokasi.

Salah seorang karyawan tersebut langsung menghubungi manajer bank. Ia pun bisa bernapas lega karena manajer bank beserta dengan keluarga dan seluruh karyawan yang berada di kantor berada dalam kondisi baik-baik saja.

Empat orang karyawan yang berada di tempat kejadian perkara pun mulai sadar. Mereka baru saja menjadi korban perampokan dan “polisi” yang menghentikan mereka adalah aktor utama di balik kejadian ini.

POLISI GAGAL TEMUKAN PELAKU PERAMPOKAN 300 JUTA YEN
Pihak kepolisian dibuat bingung dengan banyaknya barang bukti di TKP (dok. SCMP)

Pihak kepolisan langsung melakukan olah TKP dan investigasi. Mereka menemukan lebih dari 100 barang bukti di TKP. Akan tetapi, seluruh barang bukti tersebut sengaja ditinggalkan pelaku untuk menghambat proses investigasi.

Terdapat lebih dari 100 ribu anggota kepolisian yang terlibat dalam investigasi ini. Bahkan, proses penyelidikan dilaporkan menelan biaya sebesar 12 juta US dollar. Akan tetapi, pihak kepolisian kesulitan mengungkap misteri ini.

Aparat sempat menjadikan seorang pria berumur 19 tahun sebagai tersangka utama. Pria tersebut merupakan anak anggota kepolisian. Akan tetapi, pria tersebut memilih bunuh diri dan proses investigasi pun kembali terhambat.

Pihak kepolisian akhirnya mengakui kekalahannya pada Desember 1975. Status tersangka milik pelaku perampokan pun kedaluwarsa dua dekade setelah melakukan aksinya. Kini, sang pelaku bisa menceritakan aksinya tanpa harus menghadapi konsekuensi.

Akan tetapi, pelaku memilih bungkam dan tidak sekali pun menunjukkan batang hidungnya hingga hari ini. Kasus ini pun menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah Jepang yang tidak bisa dipecahkan.

SUMBER 1

SUMBER 2

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kematian Anastasia Romanov masih menjadi misteri hingga hari ini - Vizaca

Teka-Teki Kematian Anastasia Romanov, Putri Rusia yang Dieksekusi Tentara Bolshevik

Hutan Aokigahara terletak di kaki gunung Fuji - The Sun

Aokigahara, Hutan Menyeramkan dengan Segudang Kisah Tragis