in ,

Aokigahara, Hutan Menyeramkan dengan Segudang Kisah Tragis

Hutan Aokigahara terletak di kaki gunung Fuji - The Sun
Hutan Aokigahara terletak di kaki gunung Fuji (The Sun)

Tingginya kasus bunuh diri merupakan salah satu permasalahan terbesar di Jepang selama beberapa dekade terakhir. Banyak warga Jepang yang menganggap bunuh diri sebagai solusi terbaik di tengah peliknya permasalahan hidup.

Hutan Aokigahara menjadi salah satu tempat bunuh diri favorit warga Jepang. Banyak orang yang mengakhiri hidupnya di sana karena lokasi hutan yang sepi, rindang dan cukup jauh dari peradaban.

Aokigahara merupakan hutan lebat yang terletak di kaki gunung Fuji. Hutan Aokigahara memiliki luas sekitar 30 KM persegi dan dipenuhi pepohonan rindang dengan tinggi rata-rata tiga meter. 

Rindang serta padatnya pepohonan membuat sinar matahari kesulitan menembus area hutan. Alhasil, hutan Aokigahara selalu erat dengan nuansa yang kelam atau damai, tergantung sudut pandang para pengunjung.

Tidak seperti hutan-hutan lainnya, tak banyak hewan liar yang ditemukan di kawasan Aokigahara. Minimnya satwa liar ditengarai karena tidak ada banyak sumber makanan di sana.

BUNUH DIRI DAN DIBIARKAN MATI DI HUTAN AOKIGAHARA
Hutan Aokigahara menyimpan banyak cerita tragis - TripAdvisor
Hutan Aokigahara menyimpan banyak cerita tragis (TripAdvisor)

Lantai hutan Aokigahara terbentuk dari lava kering hasil meletusnya gunung Fuji seribu tahun  yang lalu. Lantai hutan ini dipenuhi banyak lubang yang bisa dengan mudahnya menelan berbagai suara yang ada.

Aokigahara sempat menjadi tempat pembuangan orang-orang berusia lanjut. Menurut legenda setempat, zaman dahulu tidak sedikit keluarga yang rela membawa kerabatnya yang telah berusia lanjut ke Aokigahara. Orang-orang tua tersebut kemudian ditinggalkan dan dibiarkan mati di sana.

Praktik itu memang tidak bisa dikonfirmasi kepastiannya. Akan tetapi, praktik yang dikenal dengan istilah ubasute tersebut bisa ditemui dalam puisi serta dongeng Jepang di abad ke-12 hingga 15.

Citra Aokigahara sebagai tempat bunuh diri mulai mencuat di abad ke-20, tepatnya pada pertengahan 1960-an. Novel karya Seicho Matsumoto, menceritakan mengenai kisah pecandu narkoba yang pergi ke Aokigahara untuk mengakhiri hidupnya. Pada periode 2013 hingga 2015, terdapat lebih dari 100 orang yang memilih mengakhiri hidupnya di Aokigahara. 

Di pintu masuk hutan, terdapat sebuah tanda yang bertujuan sebagai pengingat kepada orang-orang yang ingin bunuh diri. “Hidup adalah hadiah berharga dari orang tua. Tolong kembali pikirkan nasib orang tua, pasangan, anak dan kerabat. Tolong, jangan menderita sendirian dan cari pertolongan,” tulis tanda tersebut.

Taro (bukan nama sebenarnya), merupakan salah satu orang yang sempat ingin mengakhiri hidupnya di Aokigahara. Pada 2009 lalu, ia berangkat ke Aokigahara dengan tujuan bunuh diri karena baru saja dipecat dari pekerjaannya.

“Keinginan hidup saya menghilang. Saya kehilangan identitas dan tidak ingin lagi melanjutkan hidup. Itu adalah alasan saya pergi ke sana,” katanya kepada CNN.

Sesampainya di Aokigahara, Taro langsung memasuki area hutan dan mencari tempat peristirahatan terakhirnya. Kemudian, Taro mengiris lengannya dan berharap meninggal karena kehabisan darah.

Akan tetapi, luka irisan Taro tidaklah fatal. Ia malah harus menunggu selama beberapa hari dan menderita karena dehidrasi dan kelaparan. Nyawa Taro kemudian diselamatkan oleh sejumlah pengunjung yang menemukannya dalam kondisi mengenaskan.

HUTAN AOKIGAHARA JADI TEMPAT PIKNIK
Aokigahara juga menjadi destinasi piknik dan hiking yang cukup populer (SBS)

Hutan Aokigahara tidak hanya dikenal sebagai destinasi orang-orang yang ingin mengakhiri hidupnya. Hutan ini juga menjadi salah satu tempat wisata favorit para pelancong asing yang berkunjung ke Jepang.

Tentu saja pada pengunjung yang mengunjungi Aokigahara tidak mendapat akses penuh ke seluruh area hutan. Pasalnya, tidak sedikit pengunjung yang tersesat dan tidak bisa menemukan arah pulang di tengah area hutan.

Terdapat cukup banyak ulasan positif terhadap Aokigahara. Tidak sedikit juga orang yang mengunjungi area hutan ini untuk berpiknik sembari hiking bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Nah, kalau kalian bagaimana nih? Apakah sudah punya rencana berkunjung ke Aokigahara, atau kalian malah sudah pernah datang?

SUMBER 1

SUMBER 2

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uang 300 juta yen dirampok dari Nippon Trust Bank pada 1968 silam - Unsplash

Ketika Uang 300 Juta Yen Menghilang Secara Misterius

Artefak China yang tersebar di Eropa menghilang misterius selama beberapa tahun terakhir - Artnet News

Pencurian Artefak China yang Bikin Dunia Seni Eropa Geger