in ,

Teror Hantu yang Berujung Pembunuhan

Warga London sempat dibuat geger dengan teror hantu Hammersmith pada awal abad ke-19 - Unsplash
Warga London sempat dibuat geger dengan teror hantu di Hammersmith pada awal abad ke-19 (Unsplash)

Hammersmith merupakan salah satu elite di kawasan London sentral. Sebelum ditinggali masyarakat kelas atas, wilayah di bantaran utara Sungai Thames ini di sempat menjadi desa dan ditetapkan sebagai batas terluar London. Teror hantu Hammersmith juga sempat membuat warga setempat geger.

Teror hantu ini terjadi di awal abad ke-19, tepatnya tiga dekade sebelum era kekuasaan Ratu Victoria. Warga mengatakan hantu Hammersmith sebagai sosok yang diselimuti kabut atau kain putih di sekujur tubuhnya.

Teror hantu Hammersmith tidak hanya membuat warga sekitar geger. Teror ini juga berujung kasus pembunuhan oleh salah seorang warga yang ketakutan. Bagaimana cerita lengkapnya? Mari kita simak bersama-sama.

AWAL MULA TEROR HANTU HAMMERSMITH
Teror hantu Hammersmith terjadi pada November 1803 hingga Januari 1804 - NPR
Teror hantu di Hammersmith terjadi pada November 1803 hingga Januari 1804 (NPR)

Teror hantu Hammersmith terjadi pada November hingga Desember 1803. Ketika itu, Hammersmith menjadi kawasan perbatasan antara kota London dan wilayah pedesaan. Akan tetapi, sudah ada banyak warga yang menjadikan Hammersmith sebagai tempat tinggalnya.

Warga mendeskripsikan hantu tersebut sebagai sosok yang diselimuti kain atau kabut putih. Ada juga beberapa warga yang mengatakan hantu ini memiliki tanduk, layaknya sosok iblis populer.

Hantu Hammersmith tidak hanya menakuti warga yang masih beraktivitas di malam hari. Hantu ini juga dilaporkan menyerang sejumlah warga. Bahkan, ada mitos yang mengatakan seorang wanita meninggal dunia setelah diserang hantu ini.

Selain wanita yang meninggal dunia, ada juga kisah kusir yang ditakuti hantu. Ketika itu, kusir tersebut sedang mengendarai sebuah delman yang ditarik delapan ekor kuda dan membawa 16 penumpang. Ketika hantu Hammersmith muncul, sang kusir langsung lari terbirit-birit dan meninggalkan delman beserta dengan kuda serta penumpangnya.

Banyaknya kesaksian tentu membuat warga Hammersmith ketakutan dengan hantu ini. Bahkan, ada aturan tidak tertulis yang melarang warga beraktivitas di luar rumah ketika malam tiba. Warga hanya diizinkan beraktivitas di rumah dalam kondisi mendesak.

Sejumlah warga memberanikan diri dan melakukan ronda tiap malam demi menangkap aktor di balik teror hantu ini. Akan tetapi, Hammersmith memiliki puluhan gang kecil dan menyulitkan tugas warga mengungkap dalang teror hantu.

MEMAKAN KORBAN JIWA
Teror hantu di Hammersmith usai setelah menelan satu korban jiwa (Unsplash)

Teror hantu Hammersmith akhirnya memakan korban jiwa. Seorang tukang bangunan terpaksa meregang nyawa karena ditembak warga yang sedang menjalankan tugas ronda. Warga tersebut mengira si tukang bangunan sebagai dalang teror hantu karena mengenakan baju serba putih dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Di abad ke-18 dan ke-19, para tukang bangunan di London dan Inggris secara keseluruhan memang menggunakan pakaian setelan berwarna putih ketika sedang bekerja. Pakaian para tukang bangunan akan sangat terlihat mencolok di malam hari yang gelap gulita.

Kasus pembunuhan ini diawali oleh seorang warga yang sedang berkeliling ronda sembari membawa senjata api. Warga tersebut bernama Francis Smith. Ia merupakan salah satu warga yang sangat terganggu dengan teror hantu di wilayah kediamannya.

Pada Januari 1804, Smith mengunjungi sebuah pub sebelum memulai tugas rondanya. Ia pun minum beberapa gelas bir bersama kawan-kawannya dan menjalani tugas ronda dengan kondisi mabuk.

Ketika sedang berkeliling, Smith melihat sosok berwarna putih. Ia langsung berteriak dan menembakkan senjata api miliknya, tembakan tersebut mengenai target dan Smith langsung berlari menjauhi lokasi.

Tidak lama setelahnya, Smith menyadari telah membuat kesalahan fatal. Ia tidak menembak hantu Hammersmith, melainkan telah membunuh seorang tukang bangunan bernama Thomas Milford, yang baru pulang dari kediaman orang tuanya.

Sebenarnya, keluarga Milford sudah memintanya untuk tidak mengenakan pakaian putih di malam hari agar tidak dikira hantu. Akan tetapi, Milford mengabaikan permintaan tersebut dan tetap beraktivitas di malam hari dengan pakaian putih. Sifat keras kepala itu menjadi salah satu penyebab Milford meregang nyawa di Hammersmith pada Januari 1804.

Pembunuhan Milford menjadi akhir teror hantu di Hammersmith. Beberapa hari setelah insiden penembakan Milford, seorang warga bernama John Graham, mengakui dirinya sebagai salah satu dalang di balik teror hantu.

Meski Graham sudah mengakui kesalahannya, hantu di Hammersmith masih berkeliaran hingga kini. Tentunya tidak sesering pada 1803 dan kini tak lagi menyerang warga yang beraktivitas di malam hari.

SUMBER 1

SUMBER 2

SUMBER 3

Report

What do you think?

11 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menghilangnya Agatha Christie menjadi salah satu misteri terbesar di awal abad ke-20 - Chron

Teka-teki Menghilangnya Novelis Misteri Tersohor

Kevin Dundon menghilang di feri lintas negara - Unsplash

Kisah Kevin Dundon yang Lenyap di Feri Lintas Negara