in ,

Kisah Pembunuhan Seniman Terkenal yang Belum Terpecahkan

Pembunuhan Vincent van Gogh merupakan salah satu misteri terbesar di dunia seni (Financial Times)
Pembunuhan Vincent van Gogh merupakan salah satu misteri terbesar di dunia seni (Financial Times)

Vincent van Gogh merupakan salah satu pelukis paling tersohor dalam sejarah dunia seni. Akan tetapi, Van Gogh tidak hidup dalam kemewahan. Mirisnya lagi, ia meninggal karena dibunuh di usia 37 tahun pada 1890 silam. Hingga kini, pembunuhan Vincent van Gogh menjadi salah satu misteri terbesar di dunia seni.

Van Gogh tidak dikenal sebagai pelukis kenamaan ketika masih hidup. Ia lebih dikenal sebagai seniman yang memiliki gangguan mental dan menghasilkan banyak karya terkenalnya ketika mendekam di rumah sakit jiwa.

Lantas, bagaimana Van Gogh bisa menjadi pelukis terkenal? Lalu, apa yang membuatnya terbunuh di usia muda? Mari kita simak bersama-sama.

KISAH HIDUP VINCENT VAN GOGH
Vincent van Gogh berkeliling Eropa sepanjang hidupnya (The Art Newspaper)

Vincent van Gogh lahir di Zundert, Belanda, pada 30 Maret 1853. Vincent lahir dari keluarga yang hidup di dunia seni. Kakeknya, Vincent senior, merupakan salah satu pedagang karya-karya seni terbesar di Belanda.

Vincent junior pun mengikuti jejak sang kakek. Ia mulai terjun ke dunia seni semenjak usia remaja dan sempat menjadi pedagang karya-karya seniman lokal di kampung halamannya. Akan tetapi, karier sebagai pedagang seni tidak membuat Vincent puas.

Ia memutuskan untuk keluar dari dunia perdagangan seni dan menjadi pelukis. Vincent pun sempat berkeliling Eropa sembari mempertajam kemampuannya sebagai pelukis. Selama berkeliling Eropa, kehidupan Vincent dibiayai oleh adiknya, Theo, yang bekerja sebagai pedagang karya seni.

Vincent mengakhiri perjalannya keliling Eropa pada 1881, ia memutuskan kembali ke rumah orang tuanya di Belanda. Akan tetapi, Vincent tetap gemar bepergian keliling Eropa meski pada akhirnya kembali ke rumah orang tuanya.

Pada 1884, Vincent mulai berusaha menjual karya-karyanya. Ia mulai mengirim lukisannya kepada Theo yang bekerja di Paris untuk dijual. Akan tetapi, keputusan itu tidak langsung membuat Vincent bergelimang harta, pasalnya lukisannya kurang sesuai dengan selera masyarakat Paris ketika itu.

The Bedroom merupakan salah satu karya Vincent van Gogh yang paling terkenal - Van Gogh Museum
The Bedroom merupakan salah satu karya Vincent van Gogh yang paling terkenal (Van Gogh Museum)

Meski karyanya tidak terjual dengan harga mahal, Vincent tetap menolak lempar handuk. Pada periode 1884 hingga 1889, ia terus berkeliling Eropa dan namanya mulai dikenal oleh para pegiat dunia seni, khususnya lukisan.

Meski sudah mulai terkenal, Vincent tetap tidak merasakan kebahagiaan. Kondisi mentalnya semakin menurun dan kondisi ini semakin membuat Theo khawatir. Vincent berada di titik nadir pada pertengahan 1888.

Vincent yang tinggal di Prancis, tiba-tiba memotong telinga kirinya dengan sebuah pisau lipat. Hingga kini, tidak jelas penyebab Vincent memotong telinganya. Satu teori mengatakan Vincent melakukan hal ini untuk menarik perhatian seorang pekerja seks. Satu teori lainnya berpendapat Vincent memotong telinganya karena terlibat perselisihan dengan salah satu pedagang karya seni di Paris.

Kini, lukisan Vincent dengan perban di telinga kirinya menjadi salah satu karya paling terkenal di dunia seni. Lukisan tersebut kini dipajang di Institut Seni Rupa Courtauld di London, Inggris.

Setahun setelah memotong telinganya, Vincent memutuskan untuk mendapat perawatan di sebuah rumah sakit jiwa. Ia pun tinggal di rumah sakit jiwa itu selama satu tahun dan memproduksi lukisan bernama The Starry Night dan Irises. Total, Vincent menghasilkan sekitar 150 lukisan selama berada di rumah sakit jiwa.

PEMBUNUHAN VINCENT VAN GOGH
Kediaman Vincent van Gogh di Prancis - Culture Tourist
Kediaman Vincent van Gogh di Prancis (Culture Tourist)

Van Gogh memutuskan keluar dari rumah sakit jiwa pada pertengahan 1890. Ia memilih tinggal di Auvers–sur-Oise, sebuah kota kecil yang berada tidak jauh dari Paris. Vincent merupakan salah satu dari sekian banyak seniman yang tinggal di sana.

Pada 27 Juli 1890, Vincent keluar dari penginapannya dengan membawa kanvas dan beberapa peralatan melukisnya. Vincent memutuskan pulang ketika matahari telah terbenam dan tidak membawa peralatan melukisnya.

Sejumlah saksi mengatakan Vincent berjalan pulang dengan kondisi yang kurang ideal. Ia terlihat menahan sakit dan tidak berjalan dengan normal. Pemilik penginapan, Gustave Ravoux, pun berusaha mengecek kondisi Vincent di dalam kamarnya.

Ravoux melihat Vincent sedang terbaring di tempat tidur sembari memegangi perutnya. Ia pun dibuat kaget ketika melihat ada luka tembakan di bagian perut Vincent. Sang pelukis mengatakan ia telah menembakkan sebuah pistol ke arah perutnya.

Theo langsung berangkat ke Auvers-sur-Oise ketika mendengar kabar kakaknya terluka. Theo tiba pada 28 Juli dan tidak sama sekali tidak mau meninggalkan Vincent. Pada 29 Juli dinihari, Vincent akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

SIAPA DALANG PEMBUNUHAN VINCENT VAN GOGH?
Makam Vincent van Gogh dan adiknya di Prancis - Culture Trip
Makam Vincent van Gogh dan adiknya di Prancis (Culture Trip)

Vincent mengaku telah menembakkan pistol ke arah perutnya sebagai upaya menghabisi nyawanya sendiri. Akan tetapi, beberapa pakar merasa Vincent melakukan pengakuan tersebut untuk melindungi seseorang.

Sejumlah pihak yakin Vincent dibunuh oleh seorang remaja berusia 16 tahun, Rene Secretan. Rene merupakan salah putra apoteker terkenal di Auvers dan kerap merundung anak-anak seusianya.

Tidak cuma itu, Rene juga kerap berdandan layaknya seorang koboi. Tidak jarang Rene berkeliling Auvers dengan membawa pistol mainan yang dibuat dari sebatang kayu sembari mengenakan rompi serta topi khas koboi.

Satu teori mengatakan bahwa Rene dan saudaranya berhasil mengumpulkan uang untuk membeli pistol. Rene pun langsung menemui Vincent yang tengah melukis di tengah lapangan luas untuk memamerkan pistolnya.

Nahas buat Vincent, Rene tiba-tiba menarik pelatuk pistol ke arah perutnya. Vincent pun langsung meringis kesakitan dan berjalan pulang ke penginapannya, meninggalkan kanvas dan peralatan seninya di lapangan.

Pembunuhan oleh Rene Secretan merupakan salah satu teori paling terkenal di balik meninggalnya Vincent. Akan tetapi, hingga akhir hayatnya, Vincent bersikeras bahwa ia merupakan sosok yang menarik pelatuk pistol dan menembak perutnya sendiri.

Tidak ada yang tahu pasti kronologis meninggalnya Vincent. Apakah ia dibunuh Rene Secretan atau dia memilih bunuh diri? Hanya Vincent dan Tuhan yang bisa menjawab pertanyaan itu.

SUMBER 1

SUMBER 2

SUMBER 3

Report

What do you think?

12 Points
Upvote Downvote

Written by MalamMalam

MalamMalam adalah sebuah passion. Ini adalah platform untuk menyalurkan kecintaan kami terhadap voiceover, cerita horor dan video game.

Contact us: emailmalammalam@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mandela Effect Ditengarai sebagai salah satu bukti teori multiverse - NBC Chicago

Mandela Effect, Bukti Nyata Teori Multiverse?

Pembunuhan Tupac Shakur merupakan salah satu misteri terbesar dalam sejarah Hip Hop - NME

Misteri Pembunuhan Tupac Shakur