A Normal Halloween Night (Malam Halloween Biasa)

Malas Baca? Dengerin Aja Ceritanya!

Sebelum aku memulai, biarkan aku bercerita sedikit tentang awal dari semua ini. Aku dan temanku keluar setiap malam Halloween saat kami masih kecil. Kami mengumpulkan permen dan bersenang-senang. Sama seperti anak kecil yang lain. Tapi aku sudah berumur 11 tahun sekarang dan aku berhenti mencari permen di hari Halloween. Biar aku beri tahu kalian kenapa:

Saat aku berumur 10 tahun, aku dan temanku sedang memakai kostum kami. Kami sudah mendengar ada pembunuh berantai yang berkeliaran di sekitar sini, tapi kami tidak peduli. Kami tidak mau menyia-nyiakan malam ini. Kostum yang kami pakai hanyalah kostum Halloween biasa yang terlihat konyol. Saat kami sampai di depan pintu pertama, seorang wanita tua membuka pintunya. Dia terlihat ketakutan dan matanya terbuka lebar. 

Dia mulai bernafas dengan cepat sambil berkata “ko-kostum yang bagus…”

Kami tentu kebingungan, karena kami tahu kostum ini sangat jelek. Dia memberi kami beberapa permen lalu kami pergi. Pada saat itu seharusnya aku tahu ada sesuatu yang tidak beres. Tapi aku tidak bisa menyia-nyiakan malam ini. 

Kami melanjutkan perjalanan kami ke rumah kedua. Seorang pria paruh baya membuka pintunya dan melihat kami dengan mulut ternganga, “Ya Tuhan! Jangan menakut-nakutiku seperti itu!” katanya. 

Kami saling melihat dan temanku berkata, “apa maksudmu?”

“Bukan apa-apa, kostum kalian cukup bagus!” katanya berulang kali seperti sedang berbisik ke dirinya sendiri.

Dia memberi kami banyak permen. Kami sangat senang, tapi entah mengapa aku tidak bisa menghilangkan rasa takut ini. Aneh…

Kami pergi ke rumah yang ada di ujung jalan, di mana seorang wanita gila tinggal di situ. Kami agak takut ketika kami membuka pintunya, tapi kami pasrah saja karena kami tahu seberapa banyak permen yang akan dia berikan.

“Halo!”, sapanya. Jantungku mulai berdebar dengan kencang. “Trick or treats!”, teriak kami. Dia hanya menatap. 

Dia terus menatap kami dengan tajam. “Kostum yang bagus!”, katanya. “Jadi, kalian mau seberapa banyak kali ini… adik-adik…”

Kami saling melihat, karena kami tidak tahu harus membalas apa. “Sangat banyak?”, kataku tanpa ragu-ragu. 

“Apa…kalian pikir kalian layak mendapatkannya?”

“Tidak…” balas temanku.

“Aku hanya bercanda”, kata wanita itu. “Itu adalah kostum terbaik yang pernah aku lihat! Ini permen kalian”.
Aku tidak bisa menahannya lagi, jadi aku bertanya, “Kostum siapa itu?”, dan dia membalasnya dengan “pria di belakang kalian yang memakai kostum pembunuh berantai.”


DISCLAIMER

Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari situs creepypasta.fandom.com di bawah lisensi CC BY-SA 3.0.

Leave your vote


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Mohon untuk menonaktifkan ad blocker di website ini.

Refresh

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.