Aokigahara

Malas Baca? Dengerin Aja Ceritanya!

28 Juli 2011

Halo, namaku Izanagi Mikoto. Aku seorang laki-laki berusia 17 tahun yang bersekolah di SMA Tenjin, yang terletak di kota Azikagaru, di pinggiran Aokigahara, sebuah hutan menakutkan yang misterius. Aku memutuskan untuk meneliti Aokigahara, karena setiap hari, setidaknya ada enam orang yang masuk ke hutan itu, tapi aku tidak pernah melihat mereka keluar. 

3 Agustus 2011

Aokigahara adalah sebuah hutan yang terletak di kaki gunung Fuji di Jepang. Aokigahara juga dikenal sebagai “Lautan Pohon” dan “Hutan Bunuh Diri”. Aokigahara berada di urutan kedua sebagai tempat yang paling populer untuk bunuh diri, dengan Jembatan Golden Gate di San Francisco pada urutan pertama; biasanya dilakukan dengan menggantung diri dan overdosis obat-obatan. Kenapa orang-orang ini membunuh dirinya di hutan tersebut? Apa yang membuat hutan ini begitu berbeda dari tempat-tempat lain di dunia?

6 Agustus, 2011

Aku berhasil menemukan beberapa informasi mengenai Aokigahara dan daerah sekitarnya. Seluruh permukaan Aokigahara adalah batu vulkanik, dan di dalam hutan itu ada goa es yang cukup populer di kalangan turis. Tidak banyak hewan yang tinggal di hutan Aokigahara, itu merupakan hal yang sangat aneh mengingat sebuah hutan biasanya dipenuhi dengan fauna di dalamnya. 

10 Agustus 2011

Aku pergi ke perpustakaan lokal dan baru tahu kalau Aokigahara punya banyak kisah mitologi, khususnya keberadaan makhluk jahat di dalam hutan dan omong kosong lainnya. Setelah kembali ke rumah, aku melihat temanku Yukie memasuki Aokigahara. Aku khawatir, dia tidak pernah berpikir untuk bunuh diri dan hidupnya cukup sempurna, atau setidaknya itu yang kutahu. 

15 Agustus 2011

Nampaknya semua kasus bunuh diri ini mulai muncul sekitar tahun 1960-an setelah sebuah buku berjudul, “Nami No To” dipublikasi. Buku ini bercerita tentang sepasang kekasih, yang memilih untuk mengakhiri nyawa mereka di hutan Aokigahara daripada harus berpisah. Aku percaya kalau buku Nami No To ini adalah sumber dari semua kasus bunuh diri tersebut.  

25 Agustus 2011

Aku memutuskan untuk masuk ke hutan itu pagi ini. Aku sudah memasukkan beberapa barang ke dalam ranselku; kantung tidur, senter, handphone (mungkin barang ini akan menjadi sia-sia, mengingat tidak ada sinyal di dalam sana), makanan untuk sekitar dua minggu, dua botol air, dan yang terakhir jurnal ini. Aku tidak melihat ada yang aneh di hutan ini, kecuali beberapa papan penanda yang ada di pohon-pohon dengan tulisan seperti “Hidupmu masih panjang!” dan “Pikirkan keluargamu!”. Tapi secara keseluruhan, hutan ini memberikan kesan yang menakutkan. 

28 Agustus 2011

Sudah tiga hari sejak aku memasuki hutan ini. Dua jam yang lalu aku melewati tengkorak manusia dan sebuah tulang paha. Aku hampir saja muntah melihatnya. Aku harap Yukie sudah keluar sebelum dia bertemu dengan mayat seseorang dan meninggalkan hutan ini hidup-hidup. 

2 September 2011

Aku merasakan sesuatu, sesuatu yang gelap, yang membuatku merasa tertekan. Aku bisa mendengarnya membisikan sesuatu kepadaku; aku tidak berharga dan semua orang menolak keberadaanku. Aku yakin ini hanya imajinasiku saja akibat suasana hutan ini yang membosankan. Hanya setengah persediaan makanan dan ¾ air dari botol pertama yang sudah kuhabiskan. Entah kenapa aku kehilangan selera makanku di dalam hutan ini.

5 September 2011

Hari ini, aku melihat bayangan yang bergerak di antara pepohonan, mungkin hanya seekor burung atau rubah. Kukira tidak ada hewan yang hidup di hutan ini. Mungkin beberapa hewan akhirnya merasa hutan ini bisa ditinggali. Tapi bukan aku tentunya. Tempat ini seperti neraka.

Pages: 1 2

Leave your vote


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Mohon untuk menonaktifkan ad blocker di website ini.

Refresh

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.