Appreciation (Penghargaan)

Males Baca? Dengerin aja ceritanya !

Kehidupanku sangatlah indah.

Bahkan, bisa dibilang lebih dari indah. Dalam kehidupanku, aku merasakan kegembiraan yang tidak bisa digambarkan oleh manusia. Ciuman dari istriku selalu membuat hatiku berbunga-bunga. Tawa dari putra ku menghangatkan jiwaku. Setiap hari, aku seperti kertas kosong yang menunggu untuk diisi dengan ingatan yang kami buat. Sebuah pengalaman yang tidak akan ku gantikan dengan apapun.

Seringkali, aku berpikir tentang hari yang mengubah segalanya. Itu adalah hari dimana semua penghargaan ini dimulai. Aku memasuki apotek itu tanpa ada prasangka apapun. Ketika pelayan di apotek tersebut mengatakan kepada ku kalau sebuah pil dalam kepalan tangannya yang kasar merupakan satu-satunya obat yang ku perlukan. Pikiranku tidak benar-benar menangkap apa yang dia katakan. Tetapi, hatiku mengatakan kalau aku ingin mencobanya.

Dan aku pun mencobanya. Aku meletakkan pil itu di atas lidahku dan air pun mengalir ke tenggorokanku. Awalnya, aku tidak merasakan apapun. Ini bukanlah obat plasebo pertama yang aku minum. Tetapi, ketika aku menutup mataku, efeknya terlalu nyata.

Darah.

Aku bisa merasakan darah yang mengalir di dalam tubuhku. Suaranya terdengar semakin keras di dalam telinga ku yang berdenyut. Anehnya, hal itu jauh lebih menyejukkan dari pada nyanyian pengantar tidur yang dinyanyikan oleh ibuku.

Tidak lama kemudian, selain suara aliran darahku, aku mulai bisa melihat sesuatu. Itu adalah sebuah ruangan kosong berwarna abu-abu pucat dan bagian sudutnya tertutupi bayangan. Setelah mataku mulai terbiasa dengan kegelapan, aku melihat sebuah sosok yang mengenakan jubah. Diam… dan berdiri tanpa suara di tengah-tengah ruangan.

Sosok itu membuat seluruh tubuhku merinding. Aku tidak ingin berbicara padanya,  tapi.. Semakin lama aku diam, aku juga merasa sangat kesepian.

Kemudian, sosok itu mengangkat kepalanya dengan kaku.. Seperti dia bisa merasakan kesepianku. Wajahnya tersembunyi dibalik bayangan yang gelap dari tudung kepalanya. Aku bisa mencium bau busuk ketika aku mendengar bunyi engsel yang berderit. Itu adalah bunyi yang keluar, ketika makhluk tersebut membuka mulutnya..  dan dia berkata:

“Apakah kau bahagia?” Suaranya parau.. Seperti suara dari seorang perokok berat.

Pages: 1 2 3

Leave your vote


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Mohon untuk menonaktifkan ad blocker di website ini.

Refresh

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.