in

The Bond Between Friends (Ikatan Antar Sahabat)

Aku tidak bisa tidur dengan mudah malam itu — bunyi bunyi berderik dari rumah baru selalu menjadi hal yang membutuhkan waktu sebelum aku terbiasa. Aku terbaring tidak tidur, di sebelah istriku yang mendengkur, berusaha untuk tertidur. Ada suara lain yang kemudian mulai terdengar.

Diantara bunyi bunyian kayu, aku mendengar suara gersak tipis. Akupun beranjak dari tempat tidurku, aku mengikuti suara itu sampai ke melalui lorong. Setiap langkahku membuat suara statis itu semakin besar. Aku menemukan suara itu pada walkie talkieku, yang masih berada di atas meja kerjaku.

Mesin kecil itu mengeluarkan bunyi gersak bersama dengan suara noise. Aku mengambil benda itu, dan pada saat tanganku menyentuhnya seketika semua suara itu menghilang. Aku berpikir mainan ini telah mengalami gangguan dari radio atau pemancar terdekat, Aku tidak mengharapkan jawaban ketika aku menekan tombol dan berkata, “Halo?”Tidak ada yang terjadi selama beberapa saat aku menunggu, dan aku pun berniat untuk mematikan walkie talkie ini.

Tiba-tiba ada jawaban, “Heey Ta,” itu menghentikan gerakanku. Suara itu, terdengar sangat jelas, dan aku langsung tahu kalau itu suara Dera.

Aku menggaruk kulit kepalaku yang sekarang berkeringat, dan mencoba memastikan kalo sebenarnya selama ini aku hanya tertidur saja. Kucoba membangunkan diriku dan ahhh ya…tentu, tidak berhasil ! Ha… Pada akhirnya, justru ada keinginan yang mendesak untuk menjawab sapaan teman baikku ini.

“Dera?” 

“Tentu saja, siapa lagi menurutmu? Madonna ?” itulah responnya. Kalimat yang terdengar sangat “Dera”, membuatku tidak meragukan lagi kalau itu memang dia. Sebaliknya, aku mulai meragukan kewarasanku. Namun, aku merasa harus mengatakan sesuatu.

“B-bagaimana bisa?” Aku menahan agar tidak terdengar gagap. “Kamu kan sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu.”

Suara itu tidak menjawab untuk beberapa saat, dan dalam keheningan aku langsung merasa lega sekaligus kecewa karena tidak terjadi apa apa lagi. Tapi tiba tiba walkie talkie kembali memperdengarkan suara dari temanku … teman yang telah lama meninggal.

“Sudahlah, ga perlu mikirin detailnya! Rasanya menyenangkan bisa berbicara denganmu lagi. Mmm,,,Jadi, bagaimana kabarmu?”

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wanita Di Dalam Oven

A Woman in the Oven (Wanita Di Dalam Oven)