in

The Room at the Bottom of the Stairs (Ruangan di Bawah Tangga)

Males baca ? Dengerin aja ceritanya!

Jadi.. ayahku adalah seorang pelaku kekerasan. Dia tidak pernah benar-benar menyentuhku, biasanya dia mengabaikanku dan tidak memedulikanku. Namun, dia sangat kejam terhadap ibuku. 

Dia tidak pernah membentak atau memukulnya di depan kami, tetapi dia akan mencelanya dalam rangkaian pelecehan verbal. Yah, meskipun dia tidak pernah memukulnya di depan kami, aku tahu kalau dia memukul ibu. 

Ibuku adalah wanita yang anggun. Cerita-cerita tentang dia tersandung di tangga atau terpeleset di lantai kamar mandi yang licin tidaklah masuk akal. Tapi kami bisa melihat memar-memar di tubuhnya, tangannya diperban, dan lain-lain.

Ibu meninggalkannya saat aku berusia 14 tahun, dan kami semua merasa lega. Aku tidak menyayangi ayahku, dan aku merasa semakin yakin, kalau dalam beberapa tahun ke depan, akan ada satu hari dimana dia akan membunuh ibu, dan mungkin juga kami. 

Sungguh, dia adalah pria yang mengerikan, terlihat lemah lembut, tapi dingin dan keras. Ketika ada berita yang muncul tentang seorang ayah yang membunuh keluarganya, aku selalu membayangkan kalau ayahku bisa dengan mudah menjadi orang tersebut.

Jadi, kami meninggalkannya, dan aku bahagia. Tersisa kami bertiga. Aku, ibuku, dan kakak laki-lakiku, Joseph, yang pada saat itu berusia 16 tahun, hanya beberapa bulan lagi sebelum dia menjadi 17 tahun. 

Secara teknis, dia sudah cukup tua untuk meninggalkan rumah, tetapi.. Sama sepertiku, dia takut dengan hal yang mungkin dilakukan ayah, jika tidak ada lelaki berusia 17 tahun yang tinggi besar dan kekar di rumah. 

Joey adalah pemain rugby, ratusan kilo dari otot yang keras, tetapi tidak seperti ayah, dia adalah orang yang lembut, manis, dan murah hati. Aku rasa, kebenciannya yang menumpuk terhadap ayah adalah alasan mengapa ibu memutuskan untuk pergi. 

Ibu menceritakan kepadaku kalau dia bermimpi Joey lepas kendali dan memukuli ayah sampai tewas, dan diapun berakhir dipenjara.

Ibu mempersiapkan semua hal sebaik mungkin. Dia mendapatkan perintah pengadilan sehingga ayah akan dilarang untuk memasuki properti atau mendekati tempat itu, dan di hari berikutnya, dia menyiapkan truk untuk pindahan dan membooking sebuah unit tempat penyimpanan barang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?