in

Why They’re Called Sixes (Mengapa Mereka Disebut Enam)

Hanya beberapa bulan kemudian aku mulai melihat Enam berkeliaran setiap kali “orang tuaku” dekat. Aku menyaksikan ini tanpa sepatah kata pun. Masih membiarkan mereka mengantarku ketika bekerja. Pada awalnya, Enam akan tinggal jauh. Aku melihat mereka di luar jendela, di seberang jalan.

Mereka merayap semakin dekat seiring berjalannya waktu. Sangat lambat. Keingintahuanku jauh melebihi rasa takutku. Aku hanya pernah melihat mereka di punggung orang. Aku menjadi sedikit lebih terkejut ketika mereka berdiri di jendela rumah kami. Mereka tahu aku bisa melihat mereka, tetapi mereka mengabaikanku.

Aku tidak mengatakan apa-apa kepada ibuku pada hari dimana aku melihat salah satunya merangkak ke punggungnya serta menempelkan mulutnya yang menganga dan bergigi ke bahunya. Aku tidak terkejut ketika melihat yang lain ada di punggung Mike di hari yang sama.

Aku berpikir untuk memberi tahu Mike dan ibuku. Menelepon seorang spesialis untuk membantu menyingkirkan Enam yang baru saja mulai menguras alasan kesedihanku untuk keluargaku. Lalu aku berpikir tentang … akhirnya aku sendirian.

Tidak lagi harus melakukan pekerjaan yang mereka suruh. Tidak lagi menjadi subjek ceramah konyol tentang “tanggung jawabku” untuk “membiayai keluargaku”. Tidak perlu lagi menjelaskan memar di tubuhku kepada guru.

Jadi, aku tidak memberi tahu mereka. Aku hanya duduk dan menikmatinya.


DISCLAIMER

Cerita ini diterjemahkan oleh Tim MalamMalamStories dari forum reddit.com Kami sudah meminta dan mendapatkan izin dari Penulis untuk menerjemahkan dan membacakannya di seluruh platform MalamMalamStories.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?